Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Anak Yang Kesulitan


__ADS_3

Beberapa pemanas ruangan dibawa ke tempat perlindungan dan setelah pemanas ruangan itu diaktifkan suhu ruangan secara bertahap naik hingga ke suhu normal, orang orang di tempat perlindungan mendapati suhu mulai naik setelah para tentara mengaktifkan pemanas ruangan merasa senang karena setelah berada di lingkungan dingin untuk waktu yang lama mereka akhirnya bisa merasakan lingkungan yang hangat.


Penderita radang dingin telah ditangani secara menyeluruh, sebuah serum untuk merevitalisasi beberapa sel di tubuh manusia telah dikembangkan oleh profesor Surya melalui penelitian yang mendalam mengenai zerg, serum ini tidak menggunakan bagian dari tubuh zerg untuk bahan baku pembuatan tetapi menggunakan bahan bahan asli dari Bumi yang memiliki efek paling mendekati regenerasi zerg. Meskipun serum ini sebenarnya dibuat untuk mendapat hasil yang sama dengan regenerasi zerg namun efeknya sangat terbatas dan hanya bisa memulihkan beberapa sel yang mati namun itu sudah lebih dari cukup untuk menangani radang dingin.


Saat ini Dimas keluar dari tempat perlindungan dan berjalan ke arah tempat parkir yang dipenuhi dengan mobil maglev yang terparkir di tempat itu. Dimas melihat lihat sebentar sebelum akhirnya menemukan tentara yang sebelumnya dia suruh untuk membawa anak perempuan yang meminta obat demam untuk mengambil obat, Dimas menghampirinya dan tentara itu segera memberikan hormat militer dan memberitahu Dimas bahwa anak perempuan itu berada dalam di dalam kendaraan maglev di sebelahnya.


Dimas masuk ke dalam kendaraan maglev yang tampak seperti sebuah bus, diantara deretan kursi yang ada di dalam bus itu seorang anak perempuan terlihat memegang dot bayi untuk memberi adiknya susu. Dimas terdiam beberapa saat, melihat wajah anak perempuan ini membuat dirinya mengingat kakaknya, bahkan dari bagaimana sikap perhatian terhadap adiknya membuatnya teringat terhadap kakaknya yang selalu ada untuknya.


Karena Dimas membuka pintu bus dan terdiam menatap anak perempuan itu suhu di dalam bus yang awalnya hangat menjadi dingin secara bertahap. Anak perempuan itu merasakan suhu di dalam bus menjadi lebih dingin membenarkan kain yang digunakan untuk menyelimuti adiknya dan menoleh ke sekitar, melihat bahwa Dimas berdiri di depan pintu bus membuatnya merasakan sedikit kepanikan. Sebagai seorang gadis dirinya telah diajari oleh orang tuanya untuk jangan mempercayai orang asing yang baru ditemui karena mereka bisa saja adalah orang jahat yang ingin menangkap dan menjualnya.


Dimas melihat bahwa anak perempuan ini terlihat panik mengerutkan keningnya, setelah berpikir sebentar Dimas akhirnya sadar bahwa pintu bus masih terbuka dan udara dingin mulai menurunkan suhu di dalam bus, Dimas berpikir anak perempuan ini panik karena suhu yang turun namun tidak berani mengingatkannya untuk menutup pintu bus. Dimas menutup pintu bus, pemanas ruangan akhirnya mendapatkan kembali efektifitasnya dan membuat bagian dalam bus kembali hangat seperti sebelumnya. Dimas berjalan ke arah anak perempuan itu dan menatapnya dengan cermat, anak perempuan ini sepertinya sangat berhati hati padanya jadi Dimas jadi Dimas hanya mengangkat bahu dan menjaga jarak agar anak ini tidak salah paham terhadap dirinya.


"Siapa namamu?" Tanya Dimas kepada anak itu.

__ADS_1


"... Namaku Lia, dan ini adikku Naura" Anak itu ragu ragu sejenak sebelum akhirnya menyebutkan namanya kemudian dilanjutkan dengan nama adiknya


"Berapa umurmu?" Tanya Dimas lagi


"11 tahun, adikku baru berumur 3 minggu" Jawab Lia.


"Dimana orang tua kalian? Tanya Dimas penasaran.


Mendengar pertanyaan ini mata Lia menunjukan kesedihan, matanya mulai berair namun sebelum air mata jatuh dirinya sudah terlebih dahulu mengusap air mata itu dengan lengan sweater yang tampak kotor itu.


Dimas terdiam selama beberapa saat, gadis ini tampaknya telah mengalami kesulitan yang cukup sulit untuk dilalui sebagai seorang anak berusia 11 tahun ditambah ada seorang adik yang harus dijaga dan dibesarkan. 


Akhirnya Dimas tidak melanjutkan untuk menginterogasi Lia, dia tidak pandai dalam menghibur seseorang jadi daripada membuat orang lain lebih sedih karena sikapnya Dimas memutuskan untuk mengakhirinya. Dimas merasa bahwa perhatiannya pada gadis kecil ini cukup berlebihan, dia merasa bahwa gadis kecil ini sangat mirip dengan kakaknya jadi dia tanpa sadar memberikan perlakuan khusus kepadanya.

__ADS_1


Dimas menghela nafas saat melihat wajah tegar Lia, dia menghela nafas panjang dan kemudian keluar dari bus. Saat Dimas keluar dari bus, Dimas memanggil tentara yang sebelumnya membawa Lia dan menginstruksikan beberapa hal kepada tentara itu kemudian kembali ke bus.


Kali ini Lia langsung menoleh ke pintu bus dan melihat Dimas berada di depan pintu bus, Dimas kemudian berkata kepada Lia "ikuti paman tentara kembali ke tempat perlindungan, aku sudah mengatur kediaman untukmu dan adikmu selama beberapa hari kedepan, setelahnya kau akan ikut denganku ke pulau kalimantan"


Setelah mengatakan hal itu, Dimas langsung keluar dan menutup pintu bus tanpa menunggu Lia merespon. Meskipun Dimas terkesan memaksa namun menurutnya karena Dimas tidak mendengar penolakan sama sekali jadi itu bukan masalah. Dimas pergi menuju ke arah kendaraan maglev miliknya dan bersiap untuk pergi untuk menuju sarang zerg yang berjarak sekitar 300 kilometer dari tempat perlindungan ini. Dimas memasuki kendaraan maglev melalui pintu tengah, di dalam sini bisa ada beberapa pemancar sinyal berjejer di bagian pinggir dan beberapa mekanisme dari pelontar juga dapat dilihat di dalam sini, namun perhatian Dimas tidak pada ruangan di dalam kendaraan ini melainkan sebuah ruang besar di dalam laboratorium teknologi yang berfungsi sebagai gudang Dimas saat ini.


Berbagai barang berteknologi tinggi ada di tempat ini namun kebanyakan dari mereka adalah barang berteknologi dari beberapa generasi seperti armor mekanis yang telah ada dari generasi pertama sampai generasi kelima serta generasi selanjutnya dari makanan sintetis yaitu gel nutrisi yang sangat cocok untuk ransum militer saat menjelajahi luar angkasa dan berbagai barang berteknologi lainnya.


Dimas mengeluarkan armor mekanis generasi kelima ke dunia nyata dan membiarkan armor mekanis itu langsung terpasang di tubuhnya, kemudian keluarkan motor maglev yang langsung mengisi banyak ruang di bagian belakang kendaraan maglev Dimas. Untuk senjata Dimas hanya membawa sebuah lightsaber plasma dan juga sebuah senjata elektromagnetik berjenis assault rifle yang digantung kiri dan kanan pinggangnya.


Saat ini Dimas tampak seperti seorang pejuang luar angkasa dengan armor mekanis yang yang menutup seluruh tubuh kecuali kepalanya, meskipun Dimas kekurangan temperamen seorang pejuang pada dirinya namun wajahnya yang tampan sangat bagus saat mengenakan armor mekanis ini.


"A, buka pintu belakang kendaraan maglev" Perintah Dimas kepada A.

__ADS_1


"Baik tuan" Jawab A.


Pintu di bagian belakang kendaraan maglev, Dimas kemudian menaiki motor maglev dan mengendarainya keluar dari dari kendaraan maglev menuju ke pos jaga.


__ADS_2