
Masalah pembangunan benteng pertahanan diserahkan kepada Dea, meskipun Dea mungkin tidak bisa memahami pekerjaan apa yang perlu diatur dalam pembangunan benteng pertahanan ini tapi Dimas sudah memperbolehkan Dea untuk merekrut beberapa ahli di bidang konstruksi agar membantunya dalam mengatur pembangunan benteng pertahanan ini.
Sementara Dea mengurus pembangunan benteng pertahanan Dimas di sisi lain akan mengatur beberapa pekerja untuk menghancurkan semua bangunan yang tidak dipakai untuk nantinya puing puing tersebut akan didaur ulang menjadi semen jenis baru serta logam jenis baru yang diperlukan dalam pembuatan benteng pertahanan.
Saat ini Dimas berada di sebuah pabrik kosong yang akan digunakan untuk tempat daur ulang puing puing bangunan agar dapat diolah menjadi semen jenis baru. Meskipun pabrik tersebut kosong namun Dimas sudah menyiapkan terlebih dahulu mesin yang diperlukan untuk menghancurkan puing puing bangunan dan juga untuk membuat semen jenis baru, mesin itu saat ini berada di dalam kontainer yang terparkir di belakang Dimas dan siap dikeluarkan kapan saja sesuai dengan perintah Dimas.
"Ayo cepat keluarkan semua bagian mesin itu" Ucap Dimas kepada kecerdasan buatan A yang berada di neurophone miliknya.
"Baik tuan" Jawab A.
Dengan perintah dari Dimas kemudian A mulai mengendalikan robot pekerja yang telah dibawa untuk mulai membongkar muatan kontainer yang berupa bagian bagian mesin yang dibutuhkan Dimas, setiap bagian dikeluarkan dengan sangat cepat dan tidak ada kejadian atau masalah apapun dalam pembongkaran muatan, robot pekerja sudah memindai setiap bagian dan tidak menemukan kecacatan apapun sehingga mesin bisa langsung dirakit.
__ADS_1
"Kirim desain dari mesin itu kepada setiap robot, biarkan mereka merakit jalur produksi otomatis yang lengkap dan kemudian lakukan pembuatan semen jenis baru menggunakan komposisi yang sebelumnya sudah aku buat" Ucap Dimas.
"Baik tuan" A masih menjawab hal yang sama seperti sebelumnya.
Dengan demikian urusan Dimas di pabrik semen ini bisa dikatakan selesai dan hanya tinggal menunggu semen diproduksi setelah jalur produksi selesai dirakit, karena urusan disini sudah selesai jadi Dimas memutuskan untuk pergi ke tujuan selanjutnya. Dimas pergi ke pabrik kosong lainnya yang berada di sebelah pabrik semen ini, pabrik ini digunakan untuk mendaur ulang semua hal seperti mobil bekas, tiang listrik, atau bahkan menara sinyal untuk didaur ulang menjadi logam jenis baru, semua hal yang memiliki kandungan logam akan dibawa ke tempat ini kemudian diubah menjadi logam yang diperlukan dalam pembangunan benteng pertahanan.
Sama seperti di pabrik semen sebelumnya Dimas hanya memerintahkan agar mesin yang menjadi jalur produksi otomatis dikeluarkan dari kontainer dan meminta para robot pekerja merakitnya. Jalur produksi otomatis ini memakan waktu sekitar 2 hari untuk melakukan perakitan dan lulus pengujian, yang tersisa sekarang hanyalah bahan seperti puing puing bangunan dan juga logam yang diperlukan oleh kedua pabrik untuk memproduksi barang yang sesuai dengan fungsi pabrik tersebut.
"Halo? Apakah profesor Dimas memerlukan sesuatu yang berhubungan dengan saya?" Orang yang bertanggung jawab adalah menteri pembangunan, dia tentu saja mengetahui identitas Dimas dan menjawab panggilan dengan hormat.
"Ya, aku hanya ingin bertanya apakah kalian bisa segera mengangkut puing puing dari bangunan serta hal hal yang berhubungan dengan logam ke pabrik semen dan pabrik logam tempat aku berada sekarang? Aku akan mengirimkan lokasi dan menunggu semua puing bangunan dan juga logam untuk segera kau antar" Dimas tidak melakukan banyak basa basi, setelah menanyakan persediaan dia langsung menyuruh menteri pembangunan untuk mengirim semua puing puing bangunan dan barang barang logam dengan mengirim koordinat posisinya kepada menteri pembangunan.
__ADS_1
Meskipun Dimas tampak tidak menghormati menteri pembangunan karena hanya memberikan perintah kemudian langsung menutup panggilan namun menteri pembangunan sendiri tidak marah, semua orang tau bahwa eksekutif Garuda sangat sibuk dan memiliki tanggung jawab yang besar, jadi menteri pembangunan memakluminya dan segera mengatur pengiriman persediaan puing puing dan barang logam yang diminta oleh Dimas.
Dengan alat berat yang memenuhi area sekitar sekelompok truk maglev segera dipenuhi dengan puing puing bangunan dan juga barang logam, seluruh proses hanya memakan waktu beberapa jam dan sebagian puing puing bangunan dan juga barang logam yang sebelumnya membentuk dua gunungan telah diangkut ke truk maglev. Menteri pembangunan memberikan koordinat yang sebelumnya dikirim oleh Dimas kepada para supir truk dan kemudian rombongan truk maglev segera meninggalkan tempat pembongkaran menuju pabrik semen dan pabrik logam tempat Dimas berada.
Kecepatan kendaraan maglev sangat cepat, hanya dalam beberapa menit tumpukan puing puing bangunan dan juga barang logam sudah mencapai pabrik semen dan pabrik logam, keduanya segera dipindahkan ke gudang masing masing pabrik dan robot pekerja yang bertugas untuk memasukan persediaan di gudang ke jalur produksi otomatis segera memindahkan sedikit demi sedikit persediaan tersebut ke jalur produksi otomatis.
Menggunakan jalur produksi otomatis semen dan logam yang dibuat akan diproses secara khusus sehingga menambah kekuatan dan daya tahannya, meskipun hasilnya akan lebih sedikit dari semen dan logam pada umumnya namun itu semua sepadan dan semua puing bangunan dan barang logam di seluruh pulau kalimantan akan cukup untuk semua ini.
Persediaan yang digunakan untuk membuat semen dan logam jenis baru terus dikirim begitu juga dengan semen dan logam jenis baru yang terus diproduksi dalam jumlah besar sudah mulai diangkut ke lokasi pembangunan benteng pertahanan pada keesokan harinya. Dimas bersama Dea pergi untuk melihat proses pertama dari pembangunan benteng pertahanan, meskipun hal ini sebenarnya tidak perlu dilakukan namun Dimas ingin melihat seberapa efektif pembangunan yang dilakukan oleh para robot pekerja dan juga seberapa efektif semen dan logam jenis baru yang dibuat secara langsung.
Dalam waktu lebih dari 2 hari ini para robot pekerja tidak menganggur, mereka telah membuat port pengisian ulang sederhana untuk mereka mengisi daya nantinya, selain itu beberapa dari mereka juga sudah melakukan survey kepada sepanjang garis melingkar tempat benteng pertahanan dibangun dan membangun port pengisian ulang lainnya dalam jarak yang teratur.
__ADS_1
Karena semuanya sudah disiapkan, saat bahan baku seperti semen dan juga logam jenis baru sampai kelompok robot pekerja dapat langsung mengerjakan pembuatan benteng pertahanan, tiang logam berbentuk persegi dengan panjang 10 meter di tanam di titik awal, keseluruhan logam segera ditanam di dalam tanah menggunakan alat berat kemudian tiang logam lain disambung ke tiang logam yang tertanam di tanah. Tiang logam yang pertama ditanam dengan tujuan agar nantinya bisa menjadi penyangga dari benteng pertahanan agar tidak roboh dan tiang logam kedua adalah tempat pembangunan benteng sebenarnya dilakukan.