
Di tempat laboratorium bawah tanah yang dipimpin oleh profesor Surya untuk penelitian zerg saat ini Dimas dan juga profesor Surya sedang berada di ruang penelitian yang di dalamnya terdapat tiga buah sarang zerg yang diletakan di dalam tabung nutrisi. Ketiga sarang zerg ini masih seukuran pohon kecil yang hanya sedikit lebih besar dari sarang zerg yang pertama Dimas ambil di depan rumahnya.
"Pasang sensor gelombang infrasonik di sekitar tabung nutrisi setiap sarang zerg" Profesor Surya berkata kepada orang orang yang masih sibuk meneliti sarang zerg tersebut.
Para ilmuwan saling memandang untuk beberapa saat sebelum akhirnya mengerjakan apa yang diminta oleh profesor Surya, meskipun mereka semua tidak tau untuk apa sensor gelombang infrasonik ini namun karena ini adalah perintah langsung dari profesor Surya jadi mereka tetap melakukan hal itu.
"Apa kau yakin paket bahasa zerg yang kau pelajari ini tidak memiliki kesalahan dalam menerjemahkan pembicaraan para zerg?" Profesor Surya bertanya kepada Dimas yang berada di sebelahnya.
"Profesor Surya bisa tenang karena untuk masalah terjemahan aku bisa menjamin keakuratannya, bahkan jika ada terjemahkan yang kurang tepat aku yakin tidak akan melebihi 1% dari keseluruhan kata yang diterjemahkan" Dimas sangat yakin dengan produk yang dibuat dari laboratorium teknologinya, lagipula paket bahasa zerg ini dibuat dengan bantuan Lunar yang merupakan kecerdasan buatan dari peradaban tingkat 5 jadi kesalahan terjemahan dalam paket bahasa ini bisa dikatakan tidak ada.
"Semua sensor gelombang infrasonik sudah terpasang"
"Ada gelombang infrasonik yang terdeteksi keluar dari sarang zerg nomor 2!"
"Sarang zerg nomor 1 juga memiliki kelombang infrasonik yang terdeteksi!"
"Sarang zerg nomor 3 juga memiliki gelombang infrasonik!"
"Ketiga sarang zerg terdeteksi mengeluarkan gelombang infrasonik dalam waktu singkat dan mengirimnya kepada dua sarang zerg lain!"
__ADS_1
"Mereka berkomunikasi?!"
Baru saja sensor gelombang infrasonik berhasil dipasang beberapa ilmuwan yang menatap monitor yang memantau gelombang infrasonik pada setiap sarang zerg segera membuat laporan sebanyak 5 kali. Ilmuwan lain menghentikan pekerjaan asli mereka dan memandang ke arah ilmuwan yang menatap monitor itu, bahkan beberapa ilmuwan yang ada di dekat sana mulai menjulurkan lehernya untuk melihat tampilan monitor.
"Mereka benar benar berkomunikasi!" Profesor Surya bergumam pada dirinya sendiri.
"Mereka sama seperti makhluk cerdas pada umumnya, bagi mereka sekarang mereka sedang dipenjara bersama teman mereka dan menghabiskan waktu dengan mengobrol beberapa hal acak" Dimas menjelaskan kepada profesor Surya.
Saat dimas berbicara kepada profesor Surya dia Memisahkan bagian kepala jam tangan khusus dan menempelkannya ke komputer yang digunakan untuk memantau gelombang infrasonik, Dimas sedang menghubungkan jam tangan khususnya ke jaringan intranet di laboratorium bawah tanah ini dan membiarkan kecerdasan buatan A mentransfer paket bahasa zerg. Setelah selesai mentransfer paket bahasa ke dalam komputer yang digunakan untuk memantau gelombang infrasonik zerg A segera kembali dan memberitahukan kepada Dimas bahwa paket bahasa zerg telah berhasil dipasang.
"Paket bahasa sudah dipasang, sekarang kita bisa memantau percakapan dari sarang zerg ini namun kita masih belum bisa berkomunikasi secara langsung dengan mereka kecuali mereka juga mengerti bahasa manusia" Dimas berkata sambil mengambil bagian kepala jam tangan khususnya dan meletakkannya ke tempat semula.
Dengan perkataan dari profesor Surya, Dimas kemudian mengetik beberapa kali di komputer dan menghubungkan paket bahasa dengan program untuk memantau gelombang infrasonik zerg. Setelah paket bahasa dihubungkan monitor berkedip sekali dan penampilan gelombang infrasonik dari ketiga sarang zerg kembali muncul dengan tambahan teks dalam bahasa Indonesia.
Sarang 3 :"Makhluk pribumi ini benar benar menyedihkan, bukan hanya sumber daya mereka terlalu sedikit tapi juga sangat bodoh sehingga mengirimkan banyak sinyal ke luar angkasa untuk mengungkapkan posisi mereka"
Sarang 1 :"Pemikiran dari makhluk peradaban tingkat rendah seperti mereka terlalu sempit, hanya karena mereka hidup damai di planet mereka kemudian berpikir alam semesta sedamai planet mereka"
Sarang 2 :"Haha, benar benar pemikiran idiot, seandainya mereka tau karena sinyal yang mereka kirim malah menarik peradaban lain untuk memperbudak atau mengambil alih planet kehidupan mereka pasti akan menarik"
__ADS_1
Melihat teks di bagian bawah dari gelombang infrasonik masing masing sarang zerg membuat orang orang yang melihat isinya mengerutkan kening termasuk Dimas. Sebelumnya Dimas sudah mencoba terjemahan dari paket bahasa ini untuk menerjemahkan pembicaraan dari kedua sarang zerg di laboratorium teknologi dan mendapati komunikasi kedua sarang itu terdengar serius seperti membahas dimana mereka saat ini dan beberapa topik pembicaraan yang berhubungan dengan perkembangan zerg dan sesuatu yang disebut tubuh utama yang kemungkinan adalah meteor yang mendarat di samudra pasifik.
Kali ini ketiga sarang zerg malah seperti melakukan percakapan normal bahkan beberapa umpatan juga mengikuti percakapan mereka seperti beberapa orang teman sedang berbicara tentang hal hal acak. Dimas mulai memikirkan apakah terjemahannya melenceng tapi setelah ditanyakan kepada Lunar dia berkata tidak ada masalah sama sekali dengan hasil terjemahan, bahkan tidak ada kesalahan yang ditemukan dalam hasil terjemahan.
"Sepertinya sikap sarang zerg ini lebih santai dari yang dikira, sepertinya akan memakan beberapa waktu untuk mengumpulkan informasi yang lumayan lengkap tentang zerg. Untuk saat ini sepertinya kita harus terus memantau komunikasi zerg selama 24 jam sehari" Profesor Surya adalah orang yang berbicara.
Meskipun ketiga sarang zerg ini bersikap sangat santai namun yang paling penting saat ini adalah paket bahasa zerg telah dikonfirmasi dapat menerjemahkan bahasa zerg, bahkan jika ketiga sarang zerg ini bersikap santai suatu saat pasti mereka akan mendiskusikan beberapa hal penting yang diperlukan oleh manusia untuk mengetahui lebih lanjut tentang zerg.
"Dimas, tidak, Profesor Dimas, terima kasih karena membantu dalam membuat paket bahasa zerg sehingga kami dapat memahami lebih dalam tentang zerg ini" Profesor Surya berkata kepada Dimas dan berterima kasih kepadanya.
Dimas hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum "Ini sudah kewajibanku baik sebagai eksekutif Garuda atau sebagai manusia untuk membantu melawan makhluk asing yang mengancam manusia melalui bidang yang aku kuasai"
"Tidak usah merendah, setiap orang berhak untuk menerima pujian dari setiap pencapaian yang mereka miliki" Profesor Surya balas tersenyum sambil menepuk pundak Dimas.
Dalam suasana hati yang senang profesor Surya kemudian mengajak Dimas untuk pergi melihat lihat berbagai penelitian yang dilakukan di laboratorium ini, kebanyakan yang diteliti adalah tentang zerg dan gen zerg namun ada juga penelitian biologi yang tidak berhubungan dengan zerg seperti penelitian untuk meningkatkan kesuburan hewan karena akibat tabrakan meteor jumlah yang berhasil diselamatkan sangat sedikit dan akan memerlukan banyak banyak waktu untuk mengembalikannya seperti semula.
Dimas melihat lihat berbagai penelitian dan sebuah pemikiran tiba tiba muncul dibenaknya, Dimas kemudian berkata kepada profesor Surya tentang pemikirannya tersebut "Profesor Surya, bagaimana menurutmu tentang makanan buatan atau makanan sintetis untuk makanan darurat?"
Profesor Surya menatap Dimas sambil mengerutkan keningnya, dari yang dia tau Dimas tidak akan menanyakan pertanyaan acak dan kemungkinan besar Dimas sudah menguasai teknologi untuk membuat makanan sintetis yang baru saja dia katakan.
__ADS_1