Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Menemui Profesor Surya


__ADS_3

Dimas mengirim semua data yang dibutuhkan oleh profesor Pras untuk meneliti armor mekanis serta beberapa teknologi lain seperti senjata energi dan perisai energi yang bisa menjadi pelengkap bagi armor mekanis ini. Setelah selesai mengirim semua data teknologi yang berhubungan dengan armor mekanis kepada profesor Pras Dimas kemudian menjelaskan secara singkat beberapa hal penting yang belum dipahami kepada para ilmuwan ini.


Dimas tinggal di tempat perlindungan militer ini selama beberapa hari untuk membantu para ilmuwan mempelajari beberapa materi yang tidak mereka pahami dalam pembuatan armor mekanis, setelah memastikan bahwa semua ilmuwan telah memahami semua teori dan materi yang diperlukan untuk membuat armor mekanis akhirnya Dimas memutuskan untuk pergi dari tempat perlindungan militer menuju tempat profesor Surya berada. 


"Profesor Dimas, senang bisa meneliti denganmu dalam beberapa hari ini. Untuk armor mekanis dan beberapa barang lainnya kami akan menyelesaikan secepatnya dan memulai produksi massal secepat mungkin" Di atas tempat perlindungan militer saat ini profesor Pras berkata sambil berjabat tangan dengan Dimas yang sudah ingin pergi.


"Masalah armor mekanis dan yang lainnya aku percayakan kepada profesor Pras" Dimas berkata sambil tersenyum.


Setelah berbicara sedikit dengan profesor Pras Dimas kemudian masuk ke dalam mobil maglev dan pergi meninggalkan tempat perlindungan militer tersebut. Tujuan Dimas saat ini adalah menemui profesor Surya untuk mendiskusikan beberapa hal yang berhubungan dengan zerg yang telah dia temukan di laboratorium teknologi.


Dengan bantuan Lunar untuk terus menerjemahkan bahasa zerg Dimas saat ini akhirnya berhasil membuat paket bahasa zerg yang bisa digunakan untuk sepenuhnya memahami bahasa zerg tersebut. Saat ini Dimas masih belum berencana untuk melanjutkan penelitian zerg dan ingin menyerahkan hal itu kepada profesor Surya. 


Menurut Dimas, daripada meneliti zerg lebih baik dirinya menghabiskan waktu dengan meneliti teknologi lain yang berguna dalam rencana yang dia usulkan sebelumnya. Dengan terus meningkatkan teknologi mendahului evolusi zerg maka manusia akan bisa mengalahkan zerg dengan lebih mudah nantinya.


Mobil maglev bergerak dengan kecepatan penuh yang mana ini sebanding dengan kecepatan suara, mobil dikendalikan oleh kecerdasan buatan sehingga Dimas tidak perlu khawatir terjadi kecelakaan kecuali ada masalah dengan kecerdasan buatan di mobil ini. Selain Dimas ada juga dua orang tentara yang duduk di kursi bagian depan yang ditugaskan untuk mengawal Dimas dalam perjalanan ini, meskipun Dimas merasa itu tidak perlu namun dia hanya mengikuti pengaturan ini tanpa berkomentar apapun.

__ADS_1


Setelah beberapa jam melaju dengan kecepatan tinggi menggunakan mobil maglev Dimas akhirnya sampai di laboratorium bawah tanah yang diberikan negara kepada profesor Surya untuk tempat penelitiannya. Di depan laboratorium bawah tanah Dimas dihentikan oleh dua orang tentara dan diminta untuk melakukan verifikasi sebelum diperbolehkan masuk, Dimas hanya mengeluarkan kartu identitasnya sebagai eksekutif Garuda dan kedua tentara yang tadinya menahan Dimas langsung mempersilahkan Dimas untuk masuk.


Dimas kemudian memasuki lift menuju laboratorium bawah tanah, disini Dimas wajib melakukan hal yang sama seperti saat dia memasuki lantai -3 di tempat perlindungan militer seperti verifikasi sidik jari, iris mata, dan juga suara. Setelah verifikasi selesai identitas Dimas secara alami dikenali dan lift mulai bergerak turun, kali ini tidak ada yang menyambut Dimas tapi Dimas tidak mempermasalahkan itu dan berjalan keluar dari lift.


"Permisi, dimana profesor Surya saat ini?" Dimas berjalan menuju seorang ilmuwan yang lewat dan menepuk pundaknya untuk mendapatkan perhatian orang itu.


Orang itu menoleh ke arah Dimas dan mengerutkan kening saat melihat orang yang menepuk pundaknya adalah seorang remaja. Laboratorium ini sangat penting dalam proyek Garuda sehingga sangat sulit untuk memasuki laboratorium ini bahkan jika itu seorang ahli, melihat Dimas yang terlihat masih remaja berkeliaran di laboratorium ini bahkan mencari profesor Surya membuat ilmuwan itu sedikit waspada.


Dimas melihat ekspresi dari ilmuwan kembali mengeluarkan kartu identitasnya sebagai eksekutif Garuda dan berkata "Aku memiliki sesuatu yang penting untuk dibicarakan dengan profesor Surya, jika kau tau dimana dia maka tolong katakan dimana itu"


"Profesor Surya sedang di ruangannya, anda bisa sampai di ruangan profesor Surya dengan terus berjalan lurus, di ruangan paling ujung dengan nama profesor Surya adalah ruangannya" Ucap ilmuwan itu berkata dengan sopan sambil menunjuk ke arah yang seharusnya menjadi tempat ruangan profesor Surya berada.


Dimas mengangguk dan mengucapkan terimakasih kepada ilmuwan itu kemudian pergi ke arah yang ditunjukan oleh ilmuwan itu seorang diri. Setelah berjalan sebentar Dimas akhirnya sampai di ruangan milik profesor Surya dan mengetuk pintunya, Dimas tidak berani langsung masuk begitu saja karena menurutnya itu bukan hal yang sopan.


"Masuk" Suara profesor Surya terdengar dari dalam ruangan.

__ADS_1


Dengan persetujuan dari profesor Surya, Dimas membuka pintu ruangan dan mendapati profesor Surya sedang membaca sebuah makalah penelitian biologi. Profesor Surya juga mengalihkan perhatiannya dari makalah penelitian di tangannya dan menoleh kepada orang yang memasuki ruangan, melihat bahwa orang itu adalah Dimas membuat profesor Surya cukup terkejut bahkan membuatnya terdiam cukup lama.


"Profesor Surya sepertinya memang pantas menjadi seorang ahli di bidang biologi, bahkan pada usianya saat ini dirinya masih terus belajar untuk meningkatkan pengetahuannya" Dimas memuji.


"Dimas? Bagaimana bisa kau disini? Apa kau tidak melanjutkan penelitianmu?" Profesor Surya baru saja pulih dari keterkejutannya segera bertanya kepada Dimas.


"Aku kesini untuk mendiskusikan masalah zerg denganmu, dan juga untuk memberikan beberapa hasil penelitian yang telah aku temukan sebelumnya" Dimas berkata dengan santai.


Profesor Surya kemudian meletakan makalah di tangannya ke tumpukan makalah lain yang ada di atas meja kemudian mempersilahkan Dimas duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut. Dimas yang dipersilahkan Duduk tanpa ragu langsung duduk di sofa tepat di depan profesor Surya sehingga mereka duduk saling berhadapan.


"Jadi ada apa yang kau perlu diskusikan denganku?" Tanya profesor Surya.


Dimas tidak langsung menjawab pertanyaan itu, tapi mengetuk dua kali layar jam khususnya untuk memproyeksikan paket bahasa zerg. Dimas kemudian mensimulasikan dua buah sarang zerg yang saling memberikan sinyal melalui proyeksinya.


"Profesor Surya, apa kau tau kalau sarang zerg saling berkomunikasi satu sama lain menggunakan gelombang infrasonik?" Ucap Dimas.

__ADS_1


"Maksudmu kecerdasan zerg telah sampai pada tahap dimana mereka telah mengembangkan bahasa mereka sendiri?!" Profesor Surya berdiri dari sofa dan menatap Dimas dengan perasaan kaget.


__ADS_2