
Pembangunan benteng pertahanan terus berlanjut sesuai dengan instruksi Dimas, semua eksekutif Garuda menjadi lebih sibuk dengan ancaman serangan zerg yang kemungkinan terjadi sebelum benteng pertahanan selesai. Baik Dimas dan juga eksekutif Garuda lainnya melakukan pekerjaan lebih banyak dari sebelumnya, melakukan banyak penelitian dari berbagai bidang untuk menghemat banyak waktu penelitian, beberapa hal seperti perisai energi plasma, logam vibranium, dan juga senjata pertahanan untuk benteng dikembangkan secara bersamaan. Tentu saja penelitian perangkat gravitasi tetap dilanjutkan dengan tujuan meningkatkan jangkauan gravitasi yang dipengaruhi oleh perangkat sedangkan untuk masalah antimateri yang tidak memadai hanya bisa diatasi setelah akselerator partikel dibuat mengelilingi pulau kalimantan bersama dengan benteng pertahanan.
Selain Dimas, yang lainnya juga sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing, jenderal Andika dan direktur Mahendra bekerja sama dengan menteri Marisa untuk merekrut banyak pemuda untuk dilatih menjadi tentara. Sementara itu profesor pras bersama dengan para ilmuwan dibawah pimpinan juga bergabung dengan kelompok penelitian yang meneliti berbagai senjata pertahanan untuk benteng pertahanan. Kemudian profesor Surya juga memiliki penelitian tersendiri bersama para ilmuwan di bawah pimpinannya yaitu penelitian sensor neuron menggunakan data penelitian dari Dimas.
Sebanyak dua ribu robot pekerja diproduksi dan dikirim ke lokasi pembangunan benteng pertahanan, setiap hari kecepatan pembangunan selalu ditingkatkan sedikit demi sedikit dan dalam waktu 3 bulan kemudian pembangunan benteng pertahanan sudah lebih dari 25% selesai. Bagian yang sudah selesai adalah bagian selatan dari benteng, dinding setinggi 100 meter dengan tebal 10 meter terbuat dari logam dan semen jenis baru yang bahkan lebih kuat dari paduan terkeras di Bumi saat ini. Semua orang sangat kagum dengan kecepatan pembangunan ini, namun mereka semua tau kecepatan ini masih akan terus ditingkatkan dengan terus bertambahnya robot pekerja dan pasokan bahan yang terus meningkat.
Pembangunan benteng di bagian selatan telah menjadi prioritas karena di laut jawa yang berada di selatan pulau kalimantan terdapat sarang zerg yang berada di lautan, dengan kemampuan mereka saat ini akan sangat sulit untuk menghancurkan sarang zerg di lautan apalagi mereka tidak tau seberapa besar perkembangan sarang zerg tersebut.
__ADS_1
Dimas saat ini bersama dengan profesor Pras dan juga Jenderal Andika bersama sama menaiki kendaraan maglev menuju benteng bagian selatan. Di belakang kendaraan maglev yang mereka naiki terdapat kendaraan lain yang mengangkut senjata pertahanan yang telah selesai diuji dan siap dipasang di bagian atas benteng pertahanan.
Karena jaraknya terbilang dekat saat ditempuh menggunakan kendaraan maglev yang dapat berakselerasi dengan kecepatan tinggi hanya dalam beberapa menit kemudian senjata pertahanan sudah berhasil diangkut ke bagian bawah benteng pertahanan. Beberapa robot pekerja di sekitar diambil alih kendalinya oleh Dimas dan diperintahkan untuk mengangkut senjata pertahanan ke bagian atas benteng menggunakan lift barang sementara Dimas dan lainnya akan naik menggunakan lift penumpang.
"Ketinggian benteng ini bukankah agak keterlaluan? Aku pikir 25 meter sampai 50 meter seharusnya sudah cukup untuk menghadang zerg dalam jumlah banyak tapi kau membuat benteng setinggi 100 meter secara langsung" Ucap profesor Pras saat memasuki lift dan memandangi pemandangan sekitar yang mulai naik.
"Jumlah zerg yang diatur oleh setiap sarang sangat banyak, dan juga zerg adalah makhluk cerdas jadi daripada terus menabrak benteng pertahanan dengan tubuh mereka kemungkinan besar para zerg akan memilih untuk bekerja sama untuk memanjat benteng pertahanan kita. Oleh karena itu sebaiknya membangun benteng lebih tinggi agar zerg lebih banyak waktu dan usaha di benteng pertahanan kita" Jawab Dimas dengan santai, dia tau profesor Pras hanya ingin membuka topik pembicaraan dan menghilangkan suasana yang terlalu serius di sekitar mereka.
__ADS_1
"Aku baru memikirkannya saat kau menyebutkannya, zerg terbang mungkin akan menjadi masalah utama kita nantinya, selain itu bagian bawah tanah juga memiliki kemungkinan digali oleh zerg sehingga mereka bisa langsung masuk ke dalam wilayah yang dilindungi benteng dengan sangat mudah" Profesor Pras berpikir dan berkata setelah beberapa detik kemudian.
Saat ketiga eksekutif Garuda itu masih membahas tentang zerg dan benteng pertahanan, lift yang mereka naiki kemudian sampai di bagian atas benteng pertahanan dan segera disambut dengan angin yang sangat kencang karena mereka berada di tempat yang tinggi dan tidak ada apapun yang menghalau angin kencang. Oksigen di luar saat ini sudah sangat tipis dan ditambah dengan masalah ketinggian membuat manusia normal sama sekali tidak dapat bernafas secara normal, Dimas dan yang lainnya harus dengan cepat menggunakan masker oksigen sehingga mereka dapat dengan mudah bernafas di bagian atas benteng pertahanan saat ini.
"Angin disini sangat kencang, sayangnya aku tidak memikirkannya atau aku akan membawa armor mekanis agar bisa digunakan untuk melindungi diri di tempat ini" Yang pertama mengeluh adalah Dimas, meskipun dia yang mengajukan rencana pembangunan benteng namun dia tidak mempertimbangkan dampak angin kencang yang bisa saja menerbangkan manusia dari bagian atas benteng jika mereka cukup ringan.
Untungnya berat badan mereka semua cukup untuk menahan terpaan angin, mereka menunggu sejenak para robot pekerja yang mana lift barang yang mereka naiki belum sampai ke bagian atas benteng. Untungnya tidak perlu waktu lama bagi mereka untuk menunggu karena para robot pekerja yang membawa senjata pertahanan akhirnya sampai di bagian atas benteng pertahanan.
__ADS_1
Mereka semua kemudian berjalan menuju tempat yang ditetapkan untuk memasang senjata, untungnya tempat tersebut tidak terlalu jauh dari posisi lift yang mereka naiki sehingga mereka dengan cepat mencapai tempat tersebut dan para robot juga dengan cepat memasang senjata pertahanan ke posisi yang telah ditentukan.
Sementara senjata pertahanan sedang dipasang dipasang di benteng pertahanan, saat ini di daerah laut jawa di bawah permukaan laut yang membeku sarang zerg yang sebelumnya telah mendapat sinyal kuantum dari pemancar sinyal yang diletakan saat proses evakuasi dilakukan di pulau jawa sedang mempersiapkan zerg bawahannya untuk menyerang pulau kalimantan, sarang zerg tersebut sudah mengirim beberapa zerg untuk pergi ke daratan dan membuat zerg zerg tersebut yang awalnya hanya seperti ikan normal menjadi makhluk amfibi yang menumbuhkan kaki dan tubuh yang dapat bergerak bebas di daratan hanya dalam waktu kurang dari 1 jam setelah mereka keluar dari air.