Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Mempersiapkan Pembangunan Benteng Pertahanan


__ADS_3

Pertemuan virtual berlanjut beberapa jam lagi, keenam orang di tempat pertemuan virtual tersebut berdiskusi tentang sarang zerg yang terus berkomunikasi tentang menyerang manusia. Pembangunan benteng pertahanan juga tidak bisa dihindari lagi, dengan zerg yang cepat atau lambat akan menyerang mereka sebuah benteng tentu saja akan sangat membantu untuk pertahanan mereka, lagi pula Dimas sudah mengatakan kalau dia akan mendaur ulang semua bangunan yang tidak dipakai untuk membuat benteng pertahanan yang ingin dibuatnya.


Semua orang tau kalau saat ini hanya rencana Dimas yang akan berhasil mengatasi para zerg ini, rencana yang mereka buat sebelumnya terlalu meremehkan para zerg sehingga jika mereka menghadapi dengan zerg pastinya akan memakan banyak korban jiwa bahkan bisa berakibat pada kepunahan manusia. Semua orang bersyukur karena memiliki Dimas yang memimpin banyak perkembangan teknologi mereka sehingga bahkan jika ada beberapa sarang zerg yang mengirim zerg mereka dalam waktu dekat mereka masih yakin untuk menangani gerombolan zerg yang akan menyerang.


Bisa dibilang saat ini hanya Dimas yang dapat memimpin proyek Garuda namun Dimas tidak berpikir seperti itu, Dimas masih hanya ingin mengembangkan teknologi manusia sedangkan untuk pemerintahan dan militer Dimas lebih memilih menyerahkan hal itu kepada eksekutif Garuda lainnya.


Setelah pertemuan virtual selesai Dimas segera keluar dari dunia virtual tempat ruang pertemuan virtual berada, di dunia nyata Dimas yang sedang duduk dengan nyaman di tempat duduknya membuka mata dengan tenang. Tidak seperti perangkat VR yang digunakan untuk pelatihan tentara perangkat VR yang digunakan adalah neurophone yang dilengkapi dengan sensor neuron sehingga pemakai bisa pergi ke dunia virtual hanya dengan kesadaran saja.


Neurophone sengaja dibagikan oleh Dimas kepada para eksekutif Garuda dan juga presiden untuk situasi mendesak seperti ini, mengenai masalah produksi massal Dimas hanya mengatakan teknologi yang ada belum memadai untuk melakukan produksi massal dan hanya bisa diproduksi secara manual oleh Dimas untuk saat ini.


"Sarang zerg di tempat profesor Surya akan diurus dengan penambahan lapisan khusus pada ruang tempat para sarang zerg tersebut ditempatkan, setelah lapisan khusus menghalangi jaringan infrasonik yang masuk dan keluar maka semua sarang zerg di tempat profesor Surya seharusnya bisa terputus dari jaringan komunikasi zerg di luar" Gumam Dimas sambil membetulkan posisi duduknya.

__ADS_1


Dimas kemudian memasuki laboratorium teknologi dan melihat tujuh sarang zerg yang melayang di masing masing tabung nutrisi yang sesuai dengan ukuran sarang zerg, Dimas melihat ke monitor yang menunjukan riwayat obrolan dari ketujuh sarang zerg yang telah dilakukan oleh para sarang zerg ini.


Sarang 4 :"Makhluk itu muncul lagi!, kali ini nampaknya makhluk ini memperhatikan kita dan kemungkinan dia akan melakukan penelitian mendalam terhadap kita!" 


Sarang 2 :"Aku bingung dengan makhluk ini, dia terlihat seperti pribumi namun memiliki kemampuan yang berhubungan dengan ruang seperti halnya peradaban tingkat tinggi"


Sarang 7 :"Mungkin itu adalah makhluk asing yang menyamar sebagai pribumi, beberapa peradaban yang menciptakan peradaban lain biasanya akan mengirim beberapa orang untuk mengatur peradaban tersebut agar sesuai dengan aturan mereka"


Pembicaraan para sarang zerg berganti dari yang biasanya membicarakan cara keluar dari laboratorium teknologi menjadi membicarakan dirinya, meskipun pembicaraan ini berubah namun Dimas tidak menemukan adanya sinyal infrasonik asing yang berasal dari luar laboratorium teknologi, seluruh tempat di laboratorium tampak seperti terisolasi dari dunia luar dan kecuali Dimas yang menghendaki maka tidak akan ada hal apapun yang bisa masuk ke laboratorium teknologi ini.


Dimas masih tidak berniat untuk meneliti sarang zerg untuk saat ini, serangan zerg pasti cepat atau lambat akan mencapai pulau kalimantan dan saat serangan itu tiba benteng pertahanan harus sudah selesai didirikan. Dimas mengembalikan kesadarannya dari laboratorium teknologi ke dunia nyata dan melakukan panggilan kepada Dea agar segera datang ke ruangannya.

__ADS_1


Sebagai sekretaris Dimas, ruangan Dea diletakan di dekat ruangan Dimas jadi Dea dapat dengan cepat pergi ke ruangan Dimas saat dipanggil. Dea mengetuk pintu dan langsung masuk tanpa menunggu Dimas mempersilahkan masuk, di dalam ruangan Dimas masih duduk sambil menopang dagunya dan tampak memikirkan sesuatu.


"Ada apa kau memanggilku?" Tanya Dea, tidak ada formalitas sama sekali antara Dimas dan Dea saat mereka bekerja, mereka hanya menjalankan tugas masing masing dan berinteraksi seperti biasa.


Dimas tidak langsung berbicara, dia mengambil satu neurophone baru dari laboratorium teknologi seolah olah mengambil neurophone itu dari laci mejanya dan melemparnya ke arah Dea. Untungnya Dea memiliki reflek yang cukup baik sehingga dia dapat menangkap neurophone yang dilempar Dimas ke arahnya. 


"Pakailah, aku sudah mengirim desain benteng pertahanan pada neurophone itu dan menandai beberapa tempat yang menjadi titik awal dari pembangunan benteng pertahanan. Hubungi setiap tempat perlindungan yang sudah memiliki robot pekerja dan katakan kepada mereka untuk menunda pembangunan kota bawah tanah dan mengirim semua robot pekerja ke titik awal pembangunan benteng pertahanan terdekat" Ucap Dimas saat Dea baru saja menangkap neurophone yang dilemparnya.


Dea mengikuti perkataan Dimas dan memakai neurophone di kepalanya, setelah selesai mendaftarkan neurophone ke jaringan Dea kemudian melihat ada sebuah pesan masuk yang seharusnya adalah desain benteng pertahanan yang dikatakan Dimas. Dengan pikiran Dea pesan itu segera terbuka dan sesuai dengan tebakannya itu adalah desain benteng pertahanan yang dikirim oleh Dimas. Desain yang dikirim berupa peta 3D dari pulau kalimantan dengan tambahan sebuah benteng yang melingkar mengelilingi sebagian besar wilayah pulau kalimantan. Desain tersebut ditampilkan secara langsung di retina matanya dengan teknologi AR yang terpasang pada neurophone, pada desain benteng pertahanan beberapa tanda dapat dilihat yang merupakan tanda yang menjadi titik awal pembangunan benteng perlindungan yang dikatakan oleh Dimas.


"Kau akan mulai membangun benteng pertahanan? Bagaimana dengan sumber daya yang dibutuhkan? Bukankah sumber daya negara saat ini sangat terbatas dan sebagian besar proyek turunan dari proyek garuda seperti pembangunan benteng pertahanan hanya bisa ditangguhkan untuk sementara waktu, bagaimana kau bisa mendapat persetujuan untuk memulai pembangunan benteng pertahanan?" Dea bertanya dengan penuh rasa penasaran di wajahnya.

__ADS_1


"Ancaman zerg semakin besar sekarang, untuk menghindari serangan zerg dalam jumlah besar sebuah benteng harus segera didirikan untuk melindungi wilayah manusia kita. Untuk masalah sumber daya aku ingin kau menghubungi menteri pembangunan dan meminta beberapa kendaraan konstruksi untuk merobohkan bangunan bangunan yang tidak terpakai di permukaan, hubungi juga menteri Marisa untuk menyediakan dua buah bangunan yang cocok untuk mendaur ulang puing puing bangunan menjadi semen jenis baru dan juga untuk melebur paduan logam jenis baru" Dimas tidak merahasiakannya, lagipula tidak akan lama lagi masalah zerg ini pasti akan diketahui oleh publik jadi daripada membiarkan Dea bekerja dengan penuh rasa penasaran lebih baik langsung memberitahunya


__ADS_2