Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Tiba Di Pulau Jawa


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu semenjak pengujian perangkat VR yang dilakukan di laboratorium yang dipimpin Dimas sebelumnya. Saat ini Dimas berada di tempat perlindungan militer berkumpul bersama dengan jenderal Andika yang sedang mengecek kesiapan rombongan mereka dalam melakukan evakuasi ini.


Dimas hanya melihat dari samping tanpa mengganggu jenderal Andika, setelah memastikan bahwa semua persiapan selesai jenderal Andika kemudian menghampiri Dimas yang dari tadi hanya berdiam diri mengamati sekitarnya.


"Dimas, bagaimana pemancar sinyal yang kau sebutkan sebelumnya? Apakah semuanya sudah siap?" Jenderal Andika berkata sambil menepuk pundak Dimas.


Dimas yang sedang melihat beberapa orang tentara yang berlalu lalang dikejutkan oleh jenderal Andika yang tiba tiba menepuk pundaknya, Dimas kemudian menunjuk ke salah satu kendaraan maglev yang tampak berbeda dengan kendaraan maglev lainnya yang terparkir di dekat kendaraan maglev lainnya dan berkata "Ada tiga puluh unit pemancar sinyal di mobil itu, agar tidak memperlambat perjalanan untuk pemasangan pemancar sinyal kendaraan maglev ini sudah dimodifikasi dan dilengkapi dengan fungsi pelontar otomatis yang akan melontarkan satu pemancar sinyal setiap 100 kilometer" 


Dimas saat ini hanya akan ikut ke pulau jawa yang berjarak kurang lebih 1.000 kilometer, jika pemancar sinyal dipasang setiap 100 kilometer maka hanya diperlukan sepuluh pemancar sinyal untuk mencapai pulau jawa sedangkan dua puluh pemancar sinyal yang tersisa bisa digunakan untuk sepenuhnya menghubungkan sinyal ke pulau jawa. Namun Dimas tidak memiliki niatan untuk menghubungkan pulau lain dengan jaringan kuantum yang disediakan oleh pemancar sinyal, penduduk di pulau lain secara bertahap akan dipindahkan ke pulau kalimantan, jadi daripada membuang buang pemancar sinyal ini di pulau yang akan ditinggalkan sebaiknya pemancar sinyal didaur ulang untuk membuat barang yang lebih berguna.


"Itu bagus, dengan begini kita bisa terus berkomunikasi dengan tempat perlindungan ibukota untuk memberitahukan situasi di pulau lain secara langsung kepada pemerintah" Jenderal Andika mengangguk puas saat melihat kendaraan maglev yang ditunjuk Dimas, meskipun dia belum mengetahui seberapa efektif fungsi pelontar yang dikatakan oleh Dimas namun dia yakin dengan apa yang dibuat oleh Dimas pasti akan bekerja dengan baik bahkan melebihi apa yang dia pikirkan.

__ADS_1


"Jenderal Andika, semua orang sudah siap dan kita bisa berangkat kapan saja" Seorang tentara melapor kepada jenderal Andika.


Jenderal Andika mengangguk dan berkata "Kalau begitu ayo berangkat sekarang"


Setelah mengatakan ini jenderal Andika bersama tentara yang melapor sebelumnya segera berjalan ke salah satu kendaraan maglev yang menyerupai mobil lapis baja. Dimas sendiri pergi ke kendaraan maglev yang membawa pemancar sinyal, selain dia tidak ada orang lain yang ikut dalam proses evakuasi ini yang mengerti fungsi fungsi dari kendaraan ini jadi Dimas hanya bisa mengendarainya sendiri dengan bantuan kecerdasan buatan. 


Mereka semua kemudian pergi meninggalkan tempat perlindungan militer dengan kecepatan menyamai kecepatan suara bergegas menuju ke arah selatan. Mereka semua dengan cepat mencapai daerah pantai yang berbatasan dengan laut jawa, laut saat ini sudah membeku dan lapisan es sudah sangat tebal sehingga sangat sulit untuk dihancurkan.


Tidak diketahui oleh Dimas dan yang lainnya adalah terdapat sebuah sarang zerg dibawah lapisan es di dekat pemancar sinyal mendarat, pemancar sinyal yang menyebarkan jaringan kuantum ke seluruh penjuru arah termasuk ke arah sarang zerg yang berjarak hanya beberapa ratus meternya dari tempat pemancar sinyal itu berada.


Sebagai peradaban tingkat tinggi terlebih itu adalah peradaban biologis seperti zerg yang seluruh bagian tubuh mereka adalah senjata biologis sangat mudah untuk mendeteksi sinyal yang dikeluarkan oleh pemancar sinyal. Sarang zerg itu terkejut karena teknologi komunikasi kuantum yang matang sangat sulit dikembangkan, tingkat pengetahuan manusia saat ini masih belum cukup untuk membuat perangkat komunikasi kuantum yang matang, setidaknya memerlukan beberapa tahun lagi untuk dapat menerobos teknologi komunikasi kuantum yang paling dasar namun karena tabrakan meteor sebelumnya membuat waktu ini diperpanjang menjadi puluhan tahun lebih lama.

__ADS_1


Sarang zerg berpikir bahwa karena kedatangan mereka yang menghancurkan ekosistem planet ini dan membuat para pribumi peradaban tingkat rendah ini terdesak hingga mengerahkan seluruh potensinya untuk berkembang. Sarang zerg itu kesal, beberapa zerg terlihat berenang di sekitar sarang zerg merasakan kekesalan dari sarang mereka dan menjadi bertindak agresif dengan mengkanibalise zerg lainnya.


Dimas tidak tau bahwa temuannya telah membuat kesal sarang zerg dengan zerg yang lebih maju, dia masih dengan teratur melontarkan sebuah pemancar sinyal setiap 100 kilometer hingga akhirnya setelah menempuh perjalanan selama 1 jam mereka akhirnya sampai pelabuhan tanjung perak yang ada di surabaya. Sebuah tempat perlindungan dibangun di dekat pelabuhan ini dan karena tempat ini cukup strategis jadi mereka memutuskan untuk menjadikan tempat ini sebagai titik transit untuk memindahkan penduduk yang ada di pulau jawa sebelum dibawa ke tempat perlindungan di pulau kalimantan.


Mereka semua kemudian pergi ke tempat perlindungan yang berada di dekat pelabuhan ini, sana seperti tempat perlindungan resmi lainnya yang ada di pulau kalimantan, semua tempat perlindungan selalu dijaga oleh para tentara dan memiliki area yang luas. Para tentara yang menjaga tempat perlindungan melihat bahwa sesuatu mendekat dengan kecepatan tinggi mengerutkan kening dan membuka pengaman dari senjatanya untuk mempersiapkan situasi terburuk. Sesuatu berhenti di di depan pagar pembatas dan memperlihatkan penampilan aslinya yang adalah kendaraan lapis baja dengan gambar bendera merah putih di bagian samping yang membuat tentara itu merasa lega karena ini bukan serangan musuh.


"Dari mana kalian? Apa tujuan kalian kesini?" Meskipun mengetahui bahwa ini adalah orang orang dari militer namun tentara itu tetap tidak bisa membiarkan orang lain masuk ke wilayah tempat perlindungan tanpa alasan yang jelas.


Sebelumnya tidak ada pemberitahuan bahwa akan ada orang orang dari militer yang berkunjung, jadi tentara itu harus memeriksa orang orang ini. Tentara itu menggunakan HT untuk memanggil beberapa orang teman untuk membantu dalam pemeriksaan karena rombongan yang datang kali ini sangat banyak.


Kaca salah satu kendaraan lapis baja dibuka, itu adalah wajah jenderal Andika yang segera membuat tentara yang menghentikan rombongan mereka terkejut. Jenderal Andika mengeluarkan sebuah surat dan menyerahkannya kepada tentara itu, surat itu segera dibuka memperlihatkan isi  surat yang merupakan tugas dari pemerintah pusat untuk melakukan evakuasi penduduk ke pulau kalimantan.

__ADS_1


"Kami dari tempat perlindungan ibukota, tujuan kami tertulis jelas di surat itu bahwa kami akan membawa semua orang ke pulau kalimantan untuk perlindungan yang lebih lengkap" Ucap jenderal Andika.


__ADS_2