
Semua orang yang berpartisipasi dalam penelitian kendaraan maglev saat ini berada di atau laboratorium bawah tanah sambil melihat mobil maglev yang terus berakselerasi mengelilingi laboratorium dengan tatapan kagum. Jika bukan karena efek dari sonic boom sebelumnya maka semua orang ini pasti akan bersorak untuk mengekspresikan perasaan senang mereka..
Mobil maglev dapat melebihi kecepatan supersonik dengan sangat mudah, bahkan dari pengontrol cerdas yang dipegang Dimas mereka menemukan bahwa struktur keseluruhan dari mobil maglev sangat stabil dan tidak ada masalah sama sekali. Selama jalur produksi dapat dibuat maka proses logistik akan sangat meningkat pesat menjadi lebih baik daripada waktu sebelum tabrakan meteor.
Dimas tidak membiarkan mobil maglev terus berjalan dengan kecepatan supersonik, lagipula kali ini hanya test drive sederhana untuk menentukan kelayakan mobil maglev ini. Setelah sekitar 1 menit berjalan dalam kecepatan supersonik Dimas kemudian menginstruksikan Kecerdasan buatan di mobil maglev untuk memperlambat dan kembali ke tempat awal mobil maglev sebelumnya.
"Tidak ada masalah pada mobil maglev ini, semua hal sangat stabil dan sekarang waktunya untuk menguji kenyamanan berkendara menggunakan mobil maglev. Kita akan secara bergiliran mencoba menaiki mobil maglev ini untuk mengelilingi area sekitar laboratorium ini dan memberikan penilaian setelahnya" Dimas baru saja selesai mengucapkan hal tersebut para ilmuwan di depannya telah memulai keributan dengan memperebutkan urutan untuk menguji mobil maglev.
Sementara semua orang masih meributkan siapa yang harus terlebih dahulu naik, Dimas telah lebih dahulu memasuki mobil maglev yang telah kembali ke tempat awalnya. Bagian dalam mobil hampir sama dengan mobil pada umumnya jadi bagi orang yang sudah bisa mengemudikan mobil maka mereka tidak perlu lagi beradaptasi dengan mobil sedangkan untuk yang belum bisa mengemudikan mobil dapat dibantu dengan kecerdasan buatan untuk mengemudi otomatis. Untuk Dimas sendiri dia sudah bisa mengemudi, bahkan Dimas sudah memiliki SIM yang sesuai untuk dapat mengendarai mobil. Dimas mengemudikan mobil maglev untuk mengelilingi area di sekitar laboratorium selama beberapa putaran, sesekali Dimas akan melakukan belokan tajam atau melakukan rem mendadak saat masih dalam kecepatan yang tinggi untuk menguji stabilitas mobil maglev ini.
Mobil maglev sangat stabil bahkan jauh lebih stabil dari mobil biasa, tidak ada goncangan sama sekali meskipun Dimas sengaja melalui jalan yang lumayan rusak dan saat Dimas mengerem mendadak atau melakukan belokan tajam saat kecepatan mobil maglev masih tinggi Dimas tidak merasakan efek inersia dari hal tersebut. Setelah beberapa putaran Dimas kembali ke posisi awal dan turun dari mobil maglev di bawah tatapan semua orang.
"Pengalaman mengemudi yang bagus, tidak ada efek inersia dan tidak ada goncangan sehingga aku hampir mengira sedang memainkan game simulasi mengemudi" Dimas berkata kepada mereka mereka kemudian membiarkan mereka menguji mobil maglev secara pribadi.
__ADS_1
Setiap orang menghabiskan beberapa putaran dan melakukan beberapa trik seperti berputar 180° dalam kecepatan tinggi yang mana dengan bantuan kecerdasan buatan hal ini dapat dilakukan dengan sangat mudah.
"Baiklah, karena sekarang semua orang sudah merasakan bagaimana mengemudi mobil maglev ini maka aku yakin semua orang percaya bahwa semua teknologi di mobil maglev ini adalah teknologi yang matang. Selama kita membuat desain kendaraan yang lebih baik untuk mengangkut banyak barang dan juga orang maka kendaraan maglev akan bisa menjadi kendaraan logistik yang sesuai dengan lingkungan Bumi saat ini“ Setelah semua orang telah selesai mencoba mobil maglev secara pribadi Dimas mengumpulkan semua orang.
Semua orang setuju dengan Dimas, semua teknologi di dalam mobil maglev memang sudah matang dan dapat segera diproduksi secara massal secepatnya. Selama badan mobil diubah menjadi seperti mobil box bahkan truk kontainer maka itu akan sempurna untuk kondisi Bumi saat ini.
Setelah mereka semua selesai melakukan pengujian, mereka kembali ke laboratorium untuk beristirahat dan menghangatkan diri setelah beberapa waktu berada di lingkungan yang dingin. Dimas kembali ke ruangannya dan segera membuat laporan terperinci mengenai kendaraan maglev disertai dengan semua data teknologi terkait. Laporan itu dikirim melalui perangkat komunikasi kuantum yang sebelumnya dibuat oleh Dimas di laboratorium teknologi, Dimas membagikannya perangkat komunikasi kuantum yang tampak seperti ponsel biasa kepada masing masing eksekutif Garuda untuk mempermudah komunikasi mereka.
"Proyek Garuda baru berjalan kurang dari 1 bulan, orang ini sudah berhasil mengembangkan mobil maglev?“ jenderal Andika sedang berada yang sedang melatih rekrutan pasukan khusus untuk menangani zerg bergumam sambil melihat perangkat komunikasi kuantum ditangannya.
" Baterai nuklir ini sepertinya bisa digunakan pada exoskeleton yang sedang dikembangkan" Profesor Pras sedang meneliti sebuah exoskeleton melihat data dan materi mengenai baterai nuklir dari Dimas seolah olah itu adalah harta yang berharga.
"Haha, anak ini memang adik dari Widya, dalam waktu kurang dari 1 bulan dia sudah membuat sebuah mobil maglev dengan berbagai teknologi di dalamnya" Profesor Surya yang seharusnya melanjutkan penelitian terhadap zerg yang tampak seperti kelabang raksasa tertawa saat melihat video test drive mobil maglev yang menyertai laporan sebelumnya.
__ADS_1
Direktur Mahendra dan menteri Marisa juga kagum dengan efisiensi Dimas dalam pengembangan teknologi, tugas kedua eksekutif Garuda ini adalah yang paling membutuhkan kendaraan maglev daripada tugas eksekutif Garuda yang lainnya. Direktur Mahendra memerlukan banyak kendaraan maglev untuk mengevakuasi banyak orang dari tiap tempat perlindungan pribadi menuju tempat perlindungan resmi terdekat, sedangkan untuk menteri Marisa memerlukan banyak kendaraan maglev untuk mengangkut sumber daya yang diperlukan untuk perluasan tempat perlindungan resmi.
Dimas tidak lagi memperhatikan perangkat komunikasi kuantum dan tidak mengetahui pikiran dari masing masing eksekutif Garuda terhadap dirinya, setelah dirinya selesai mengirim laporan mengenai mobil maglev dirinya segera merebahkan dirinya di tempat tidur dan memindahkan kesadarannya ke laboratorium teknologi di benaknya. Semenjak keberhasilan pertama Dimas dalam pengedikan gen tumbuhan sebelumnya Dimas terus melanjutkan pengeditan gen pada tumbuhan lain sehingga sekarang di tumpukan benih yang sudah direalisasikan terdapat berbagai macam tumbuhan yang berbeda. Tumpukan berbagai benih ini diperkirakan memerlukan sebuah truk kontainer untuk sepenuhnya mengangkut semua benih ini.
"Sepertinya harus terlebih dahulu mendesain kendaraan maglev yang sejenis dengan truk kontainer untuk mengangkut semua ini" Gumam Dimas.
Untuk memanfaat waktu luangnya Dimas kemudian memilih untuk mempelajari teknologi lainnya yang merupakan teknologi yang ditandai oleh Lunar untuk membantu melawan zerg. Sebagian teknologi yang ditandai masih belum bisa dipelajari oleh Dimas karena teknologi sebelumnya belum dipelajari dan diteliti, serta ada juga beberapa teknologi yang akhirnya bisa dipelajari oleh Dimas setelah mempelajari teknologi teknologi yang saat ini telah dikuasai.
Dimas memilih untuk mempelajari teknologi kecerdasan buatan yang lebih baik dari teknologi kecerdasan buatan yang digunakannya untuk menciptakan A dan juga kecerdasan buatan yang ada di mobil maglev. Dimas berencana untuk meningkatkan A ke tingkat selanjutnya sehingga A dapat lebih banyak membantu Dimas nantinya.
Memilih untuk mempelajari teknologi kecerdasan buatan tersebut Dimas kemudian mendapati pengetahuannya tentang kecerdasan buatan meningkat pesat, namun setelah menelusuri pengetahuan ini secara menyeluruh Dimas tidak senang karena persyaratan pembuatannya yang sangat besar.
"Sepertinya penelitian selanjutnya akan menjadi penelitian superkomputer atau komputer kuantum" Gumam Dimas.
__ADS_1