Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Merakit Seribu Robot Pekerja Pertama


__ADS_3

Sumber daya negara yang sebelumnya tersebar di seluruh wilayah di Indonesia secara bertahap dikumpulkan di pulau kalimantan bersamaan dengan evakuasi orang orang yang berada di pulau lainnya menuju pulau kalimantan. Karena sumber daya inilah suku cadang robot pekerja dapat dibuat sehingga mencapai seribu unit robot pekerja per harinya, tiga juta unit suku cadang dari tiga ribu jenis yang berbeda akan digunakan untuk membuat seribu robot pekerja.


Pada pengiriman pertama semua tiga juta suku cadang untuk seribu robot pekerja diangkut menuju tempat perlindungan ibukota, untuk tempat perlindungan lainnya akan menunggu batch berikutnya yang akan diproduksi setiap hari. Kali ini Dimas ikut pergi ke tempat perlindungan ibukota bersama sepuluh robot pekerja yang sudah dirakit di laboratorium mereka sebelumnya, selain para robot ini masih ada Dea selaku sekretaris Dimas dan beberapa ilmuwan yang ikut penelitian robot pekerja ini.


Hanya memerlukan sedikit waktu sampai Dimas dan rombongannya sampai di tempat perlindungan ibukota, tidak jauh dari tempat mereka parkir terdapat truk kontainer yang sedang membongkar muatannya, beberapa orang prajurit yang mengenakan armor mekanis terlihat membawa kotak kayu dengan diameter 1 meter persegi ke dalam tempat perlindungan. 


Rombongan Dimas keluar dari kendaraan maglev dan disambut oleh menteri Marisa bersama dengan beberapa pejabat di tempat perlindungan ibukota ini. Kedua belah pihak berjabat tangan dan kemudian mereka berjalan ke arah truk kontainer yang sedang membongkar muatan berupa suku cadang untuk robot pekerja.


"Tanpa diduga profesor Dimas akan turun tangan sendiri untuk menangani robot pekerja ini" Ucap menteri Marisa.


Dimas tersenyum saat mendengar perkataan menteri Marisa, dia kemudian berkata "Aku kebetulan memiliki waktu senggang untuk sementara sambil menunggu tim penelitian berikutnya terkumpul, jadi aku memutuskan untuk ikut datang kesini"

__ADS_1


"Omong omong semua suku cadang ini tidak perlu dimasukan terlebih dahulu, kita bisa merakitnya disini terlebih dahulu jadi nantinya robot robot itu bisa berjalan sendiri tanpa perlu membuang tenaga para prajurit untuk mengangkat semua suku cadang ini" Dimas melihat para tentara mengenakan armor mekanis membawa kotak kayu berisi suku cadang robot pekerja yang beratnya diperkirakan mencapai ratusan kilogram kemudian berkata kepada menteri Marisa


"Apa tidak akan kedinginan jika harus merakit robot pekerja di tempat ini? Aku dengar sebelumnya kalian memerlukan lebih dari 4 jam untuk merakit satu robot pekerja, jika seperti itu bukankah akan lebih baik mengerjakannya di dalam tempat perlindungan yang lebih hangat dan kandungan oksigen yang lebih tinggi" Menteri Marisa memandang Dimas dengan heran.


"Ternyata kecepatan penyebaran informasi kita sudah mulai membaik, bahkan informasi seperti itu masih bisa sampai ke tempat menteri Marisa dalam waktu kurang dari satu hari" Dimas cukup terkejut dengan perkataan menteri Marisa namun dirinya tidak mengatakan apapun mengenai perakitan bisa dilakukan oleh robot pekerja lainnya.


"Itu semua berkat pemancar sinyal yang kalian buat, komunikasi antar tempat perlindungan menjadi lebih cepat tanpa penundaan tidak seperti sebelumnya" Ucap menteri Marisa.


"Kirim robot pekerja keluar" Dimas berkata kepada kecerdasan buatan A yang ada pada jam tangan khususnya.


Kecerdasan buatan A segera mengirim perintah kepada sepuluh robot pekerja yang ditinggalkan di kendaraan maglev, robot pekerja dengan cepat keluar dari kendaraan maglev dan berjalan ke arah Dimas dan yang lainnya. Semua orang kecuali rombongan Dimas terkejut dengan kemunculan sepuluh robot pekerja ini, yang paling terkejut adalah menteri Marisa yang sebelumnya telah mendapat kabar bahwa memerlukan lebih dari 4 jam untuk merakit satu robot pekerja.

__ADS_1


"Kami hanya merakit robot pekerja pertama dengan menghabiskan lebih dari 4 jam seperti informasi yang menteri Marisa dapatkan, namun setelah robot pekerja pertama berhasil dirakit kami hanya menyerahkan perakitan kepada robot pekerja ini dan membiarkannya merakit robot lainnya dalam 15 menit" Dimas yang melihat menteri Marisa dan orang orang disekitar kaget merasa senang dan dengan senang hati memberikan informasi yang tidak didapat oleh menteri Marisa.


Menteri Marisa semakin terkejut, sebelumnya dia sudah menghitung waktu yang dibutuhkan untuk merakit semua robot pekerja ini jika memerlukan lebih dari dua puluh orang untuk merakit sebuah robot pekerja dalam waktu 4 jam. Sekarang perhitungannya sia sia, robot robot ini bisa merakit robot lainnya dan itu masih lebih cepat, dengan begini dia tidak perlu meminta banyak orang untuk membantu merakit robot dan tidak akan menghabiskan lebih banyak persediaan untuk orang orang ini nantinya.


Dimas melihat ke arah sepuluh robot yang berbaris rapi di depannya kemudian memberi perintah kepada mereka "Rakit semua suku cadang di menjadi robot pekerja"


Dengan perintah dari Dimas sepuluh robot ini mulai berjalan kearah tumpukan kotak berisi suku cadang robot yang sudah diturunkan dan akan dibawa masuk oleh para tentara, semua orang secara naluriah menyingkir dari robot pekerja ini dan melihat mereka bekerja. Robot pekerja membuka bagian atas kotak kayu dan memperlihatkan semua suku cadang di dalam kotak tersebut, kemudian dengan cepat sepuluh robot pekerja ini mulai merakit semua suku cadang di dalam kotak untuk menjadi robot pekerja lainnya. Setiap kotak kayu berisi semua suku cadang yang diperlukan untuk membuat satu robot pekerja dan memerlukan beberapa truk kontainer untuk mengangkut semua suku cadang untuk seribu robot pekerja


"Apa menteri marisa ingin mengamati terlebih dahulu robot pekerja ini merakit robot pekerja lainnya? Atau menteri Marisa ingin kembali terlebih dahulu dan mengerjakan tugas lainnya" Ucap Dimas bercanda.


"Ayo amati dulu, lagipula aku sedang tidak ada pekerjaan yang harus dilakukan" Menteri Marisa melihat Dimas melihatnya dengan main main hanya bisa memutar matanya dengan kesal, menteri sudah berencana meluangkan waktunya selama 4 jam untuk mengamati perakitan robot pekerja ini jadi dia tidak perlu khawatir mengganggu jadwal pekerjaannya.

__ADS_1


Dimas mengangguk atas jawaban menteri Marisa, dia kemudian ikut mengamati robot pekerja yang terus merakit bagian demi bagian dari robot lainnya dengan cepat. Perakitan berlangsung dengan cepat, setelah 15 menit menunggu jumlah robot pekerja sudah ditingkatkan dari sepuluh menjadi dua puluh, kedua puluh robot pekerja itu secara langsung membongkar kotak suku cadang lainnya dan merakit robot pekerja lain. Secara bertahap jumlah robot pekerja mulai meningkat setiap 15 menit, dari dua puluh yang kemudian menjadi empat puluh, kemudian dari empat puluh menjadi delapan puluh, kemudian menjadi seratus enam puluh, tiga ratus dua puluh, enam ratus empat puluh dan terakhir seribu robot pekerja.


__ADS_2