
Kedua orang tua Dimas menatap Dimas dengan seksama dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ayah Dimas menghentikan dulu permainannya dan melambai kepada Dimas untuk mendekat kepadanya. Dimas tanpa ragu langsung menghampiri ayahnya dan duduk di tempat yang kosong.
"Jika kau ingin keluar untuk mencari beberapa barang bekas maka sebaiknya ikut ayah 3 hari lagi, ayah akan ke tempat perlindungan resmi untuk menukar persediaan kita" Ayah Dimas menyarankan.
Setelah Dimas membuat reaktor fusi nuklir portabel yang dapat menghasilkan listrik lebih baik dari generator membuat minyak yang sebelumnya menjadi cadangan bahan bakar generator untuk beberapa tahun menjadi sia sia, oleh karena itu ayah Dimas ingin menukarkan sebagian minyak ini dengan persediaan lainnya.
Mendengar saran ayahnya Dimas tidak langsung menolaknya, dia mengingat ingat posisi serpihan meteor dan juga tempat perlindungan resmi lumayan berdekatan. Dengan begitu Dimas dapat dipastikan berhasil untuk mendapatkan izin dari orang tuanya, namun meski begitu Dimas tidak langsung setuju. Serpihan meteor yang sebelumnya diambil sebelumnya hanya seukuran kelereng dan itu sudah berubah menjadi atom setelah laboratorium yang berada di dalamnya diinstal ke Dimas, diperkirakan hanya bagian kecil dari serpihan meteor yang tersisa saat Dimas mengambil serpihan meteor itu berkembang menjadi sebuah pohon kecil setelah menyerap panas global. Bisa dibayangkan jika itu adalah serpihan meteor yang lebih besar dan menyerap banyak energi panas, kemungkinan benih sarang zerg berkembang lebih cepat dan mungkin saja telah menghasilkan telur zerg atau bahkan sudah menetas saat ini. Jika Dimas pergi dengan ayahnya maka hal itu akan membahayakan ayahnya, sedangkan untuk dirinya sendiri Dimas dapat memastikan dirinya dapat bertahan hidup dengan bantuan laboratorium.
Dimas bisa memasukan tubuhnya ke laboratorium seperti memasukan barang barang lainnya ke laboratorium, dia bisa saja ikut memasukan ayahnya ke laboratorium jika dalam bahaya tetapi Dimas tidak ingin mengekspos keberadaan laboratorium. Dimas terus berpikir untuk mencari jalan keluar yang tepat dan setelah beberapa menit kemudian Dimas mengangguk setuju kepada ayahnya.
"Oke, aku akan menunggu 3 hari lagi untuk pergi denganmu ayah" Jawab Dimas.
"Ya, bersabarlah sebentar lagi" Ayah Dimas mengangguk dan kemudian melanjutkan bermain PS.
__ADS_1
Ibu Dimas tidak mengatakan apa apa. Jika Dimas pergi sendiri mungkin dia akan menolak dengan tegas tapi, kali ini ada ayahnya yang akan menemani Dimas nantinya jadi dia tidak perlu terlalu khawatir akan ada masalah. Dimas meskipun selalu berpikiran ke depan namun dia terlalu ceroboh dan sering terlibat dengan masalah, dengan adanya ayahnya diharapkan bisa membuat Dimas tidak akan bertindak ceroboh dan terhindar dari masalah.
Dimas kembali ke kamarnya setelah menyetujui saran ayahnya untuk ayahnya untuk pergi bersamanya dalam 3 hari kemudian.
Dalam 3 hari ke depan Dimas memutuskan untuk bersiap terlebih dahulu. Dimas memasukan sebagian kesadarannya ke laboratorium dan mulai mencari beberapa teknologi di laboratorium kemudian mempelajari semua teknologi itu. Dimas memilih banyak teknologi untuk dipelajari, sebagian besar teknologi ini bahkan bukan teknologi tingkat tinggi di Bumi jadi Dimas dapat memahaminya dengan sangat mudah saat pengetahuan itu ada di otaknya.
Dimas mengganti peralatan di laboratorium dengan yang sesuai kemudian memulai kegiatan penelitian. Dimulai dari menggambar desain, menyesuaikan parameter, menentukan bahan baku pembuatan hingga akhirnya apa yang diteliti oleh Dimas selesai tepat pada hari dimana Dimas dan ayahnya akan berangkat ke tempat perlindungan resmi untuk bertukar persediaan.
Dimas dan juga ayahnya saat ini memakai pakaian tebal, jaket, dan juga pakaian musim dingin lainnya untuk mengurangi dingin. Kali ini mereka akan membawa 2 barel minyak untuk ditukarkan dengan persediaan lainnya. Lingkungan di luar adalah dunia yang dipenuhi dengan salju, bahkan di daerah khatulistiwa salju memenuhi seluruh tempat.
Mobil rv yang sebagian besar telah dimodifikasi berjalan keluar dari tempat parkir bawah tanah, meninggalkan area perumahan mereka dan hanya menyisakan jejak garis panjang yang dibuat oleh roda crawler. Dari rumah seberang bekas rumah keluarga Dimas seseorang terlihat memperhatikan kepergian mereka kemudian pergi dari tempat itu, orang itu adalah orang yang sama dengan yang sebelumnya memperhatikan Dimas saat dia mengecek rv beberapa minggu yang lalu namun lagi lagi dia tidak melakukan apapun dan pergi dari tempat itu.
Di dalam rv, meskipun Dimas telah melihat lingkungan sekitar setelah tabrakan meteor namun kali ini lingkungan yang dia lihat beberapa minggu yang lalu telah berganti lagi menjadi lingkungan baru. Langit terlihat gelap tanpa ada cahaya karena abu vulkanik dan asap pembakaran yang terkumpul di atmosfer, jalan jalan sepi, beberapa lampu jalan terlihat pecah, rumah dan toko yang di lihat di pinggir jalan semuanya kosong.
__ADS_1
Seluruh kota yang dulunya terlihat ramai sekarang terlihat bagaikan kota mati, jalan bersih dari mobil atau motor tidak seperti di film film dengan tema bencana alam dimana banyak kendaraan menghalangi jalan. Pemerintah telah mengumumkan jatuhnya meteor beberapa bulan sebelumnya jadi orang orang tidak akan terlalu bodoh untuk jalan jalan saat meteor menabrak Bumi.
Dimas dan ayahnya berbincang dengan ringan sembari menghabiskan waktu agar tidak bosan di perjalanan, mereka membicarakan banyak hal sampai akhirnya setelah 40 menit berkendara mereka sampai di wilayah tempat perlindungan resmi. Sebuah pagar pembatas khusus dibuat melingkari tempat perlindungan resmi, rv Dimas dan ayahnya sekarang tepat di depan pintu masuk pagar pembatas dan setelah beberapa tentara memastikan kalau bawaan mereka aman mereka diperbolehkan masuk ke wilayah tempat perlindungan.
Memasuki wilayah tempat perlindungan resmi bukan berarti memasuki tempat perlindungan resmi, tempat perlindungan resmi berada di bawah tanah sedangkan tujuan Dimas dan ayahnya adalah bagian tempat di bagian atas tempat perlindungan dimana orang orang dapat bertukar persediaan sesuai dengan kebutuhan.
"Ini sama seperti pasar" Dimas melihat beberapa stand dengan beberapa kertas yang ditulis dengan persediaan yang mereka miliki dan yang ingin ditukar di tempel di bagian depan standnya.
"Ini memang pasar, karena banyaknya permintaan untuk bertukar persediaan pemerintah memutuskan untuk membuat pasar tempat semua orang bisa berdagang" Ayah Dimas berkata kepada Dimas.
Mereka memarkir rv di tempat yang kosong, kemudian menghampiri satu persatu stand yang menjual persediaan yang diperlukan.Dimas tidak mengikuti ayahnya untuk bertukar persediaan karena dia ingin melakukan sesuatu yang lebih penting saat ini, Dimas menjauh dari kerumunan dan membuka antrian realisasi yang berisi tiga item yang sudah selesai direalisasikan dan hanya perlu dikonfirmasi.
"Dimas?" Sebuah suara tiba tiba datang dari belakangnya.
__ADS_1
Sebuah tangan kemudian mendarat di bahu Dimas membuat Dimas kaget dan reflek berbalik melihat ke arah orang yang memegang bahunya. Dimas terkejut melihat orang yang menepuk bahunya dan tetap diam selama beberapa saat sebelum akhirnya kembali sadar.
"Dea?"