
"Lepaskan perangkat VR tentara itu" Dimas berkata sambil menunjuk tentara itu, dua orang ilmuwan segera membantu tentara itu melepas perangkat virtual di tubuhnya.
Selama kedua ilmuwan membantu tentara itu melepaskan perangkat VR, satu persatu tentara lainnya juga tewas karena gigitan dan cakaran zerg di dunia virtual dan kembali ke dunia nyata, Dimas meminta beberapa ilmuwan membantu mereka dan setelah sepuluh orang ini selesai melepaskan perangkat VR Dimas memandang mereka semua tanpa menunjukan ekspresi apapun di wajah mereka.
"Bagaimana rasanya mati?" Dimas berkata kepada kepada mereka semua yang mana ini membuat orang orang di ruang penelitian tersebut tercengang.
Sepuluh orang tentara ini baru saja merasakan pengalaman mati dicabik cabik oleh zerg dan mental mereka sedang tidak stabil, pertanyaan yang diajukan Dimas membuat para tentara ini mengingat kembali sensasi dari berbagai organ mereka yang digali dan bagian tubuh mereka dikunyah oleh zerg dengan rasa sakit yang nyata. Untungnya meskipun mental mereka sedang tidak stabil tapi mereka masih tetap bersikap normal, meskipun mereka tidak marah dengan perkataan Dimas namun mereka secara reflek memandang Dimas dengan tatapan tajam.
"Kalian sudah merasakan perasaan mati sekali, jadi aku yakin kalian tidak perlu akan terlalu takut dengan kematian lainnya" Dimas berkata lagi namun kali ini di wajahnya memiliki ekspresi bangga.
Meskipun perkataan Dimas masih menyinggung soal kematian para tentara di dunia virtual sebelumnya namun saat melihat ekspresi Dimas yang terlihat bangga kepada mereka membuat para tentara merasakan bahwa perkataan Dimas tidak bermaksud merendahkan mereka. Para tentara kemudian secara sadar melepaskan tatapan tajam yang telah secara reflek mereka keluarkan dan menatap Dimas dengan tatapan biasa, salah satu tentara teringat sebuah kata kata bijak yang mirip dengan perkataan Dimas sebelumnya yaitu "kau sudah mati sekali jadi tidak ada yang perlu ditakuti lagi" yang mana kata kata ini juga sering digunakan dalam berbagai novel online yang dibacanya saat waktu senggangnya.
__ADS_1
"Untuk pengujian perangkat VR ini tidak ada masalah sama sekali dan dari hasil yang didapatkan kita dapat melihat bahwa perangkat VR ini benar benar matang dan tidak ada masalah sama sekali, dunia virtual yang sudah dibuat juga tidak ada masalah sama sekali dan meskipun ukuran dunia virtual masih sangat kecil namun semua itu akan dikembangkan secara perlahan" Dimas berkata dengan bangga saat dirinya mengatakan ini
"Tapi aku lumayan kecewa dengan kinerja para tentara yang menguji perangkat VR ini" Saat Dimas mengatakan ini dirinya kembali menatap para tentara yang saat ini masih terduduk di samping, Dimas kemudian melanjutkan perkataannya tanpa memperhatikan para tentara yang mengerutkan kening "aku kecewa karena kalian hanya melakukan sedikit perlawanan kemudian melarikan diri saat pertempuran masih berlangsung, kemudian aku berpikir bagaimana jika yang terjadi di dunia virtual itu terjadi di dunia nyata, bagaimana jika salah satu tempat perlindungan tiba tiba diserang oleh zerg dan para tentara hanya bisa melarikan diri meninggalkan para pengungsi di tempat perlindungan tersebut untuk menyelamatkan diri mereka sendiri maka sebaiknya semua organisasi militer di negara kita dibubarkan dan lebih baik mengembangkan tentara robot yang tidak kenal rasa takut untuk menggantikan militer kita"
Kali ini para tentara tampaknya sadar bahwa tindakan mereka tidak tepat sebagai seorang tentara karena melarikan diri di medan perang, mereka kemudian memikirkan apa yang dikatakan oleh Dimas tentang zerg yang menyerang tempat perlindungan kemudian mulai mempertanyakan apakah mereka akan lari atau berjuang meskipun perjuangan itu sia sia saat menghadapi zerg menggunakan perlengkapan yang saat tersedia saat ini.
Jenderal Andika yang yang adalah jenderal besar angkatan darat tidak keberatan dengan perkataan Dimas, menurutnya jika tentara bahkan tidak berani mengorbankan dirinya untuk mempertahankan menyelamatkan rakyat maka sebaiknya tidak membuang buang sumber daya untuk orang yang bahkan tidak melakukan tugas mereka.
Untuk direktur Mahendra sendiri meskipun dirinya juga mengatur urusan militer saat ini namun dirinya sebelumnya hanya mengatur urusan biosekuriti yang hanya mengurusi hal yang berhubungan dengan kecelakaan biologis dan hanya berisi pasukan khusus untuk menangani kecelakaan biologis yang berbeda dengan tentara dan juga pasukan khusus lainnya yang dimiliki militer, jadi direktur Mahendra sendiri tidak mempermasalahkan apa yang dikatakan oleh Dimas.
"Ada apa profesor Dimas sampai perlu membawaku keluar dan berbicara secara pribadi? Apakah profesor Dimas ingin aku membubarkan pasukan khusus yang dibentuk olehku?" Jenderal Andika berkata sambil tertawa kecil kepada Dimas.
__ADS_1
Dimas tersenyum masam saat mendengar ini, meskipun dia tau kalau jenderal Andika hanya bercanda dengannya namun Dimas merasa perkataannya terlalu berlebihan dengan berkata membubarkan semua organisasi militer di depan jenderal besar negara ini.
"Itu, aku minta maaf kalau perkataanku barusan menyinggung jenderal Andika" Dimas berkata sambil tersenyum canggung kepada jenderal Andika.
Jenderal Andika sendiri setelah mendengar permintaan maaf dari Dimas membuatnya menatap Dimas terkejut dan berkata "tidak, apa yang kau katakan benar, jika para tentara hanya bisa lari saat menghadapi musuh maka sebaiknya membubarkan organisasi militer secepat mungkin, tapi karena sampai saat ini militer negara kita masih bertahan maka itu berarti masih ada tentara yang mau berjuang untuk tanah air dan juga untuk rakyat negara kita, meskipun tidak semua tentara seperti itu tapi setidaknya ada sebagian besar dari mereka"
Dimas terdiam untuk waktu yang singkat, dia kemudian tersenyum kepada jenderal Andika dan berkata "jenderal Andika benar, setidaknya karena para tentara yang berani berjuang untuk rakyat membuat kita mendapatkan kemerdekaan dan diakui oleh dunia, mungkin karena kita hidup damai terlalu lama sehingga kualitas tentara mulai menurun, tapi aku yakin dengan pertempuran melawan zerg ini kualitas tentara kita akan kembali seperti semula"
Jenderal Andika tersenyum dan menepuk nepuk pundak Dimas beberapa kali kemudian merangkulnya dengan akrab, mereka berdua tampak seperti pasangan ayah dan anak yang sangat akrab.
"Omong omong apa yang ingin kau bicarakan? Tidak mungkin kau ingin berbicara secara pribadi denganku hanya untuk meminta maaf kan?" Ucap jenderal Andika.
__ADS_1
Dimas akhirnya teringat bahwa dia masih memiliki sesuatu yang penting untuk dibicarakan dengan jenderal Andika, dia terlalu emosional sebelumnya sehingga melupakan sejenak tujuannya. Untungnya jenderal Andika menanyakan hal tersebut atau Dimas tidak akan bisa mengatakan secara langsung hal penting yang perlu dibicarakan dengan jenderal Andika.
"Aku hampir lupa, sebenarnya aku ingin bertanya tentang proses evakuasi yang akan dilakukan kelompok kalian untuk membawa penduduk negara kita yang ada di pulau lain ke pulau Kalimantan ini, aku ingin tau apakah kalian bisa membiarkanku ikut nantinya?" Dimas menampar dahinya dan kemudian berkata kepada jenderal Andika