
Pagi hari keesokan harinya Dimas bangun dengan wajah yang masih tampak mengantuk. Setelah AC temperature controller dipasang di ruang tengah dan berhasil mendinginkan suhu di ruang tengah Dimas langsung mengerjakan AC lainnya untuk diubah menjadi AC temperature controller. Dimas membuat desain baru di meja holografik dan mencetak beberapa dengan mesin cetak 3D yang ada di laboratorium.
Untungnya saat Lunar merealisasikan benda Dimas tidak perlu menunggu dengan bosan dan pergi tidur. Bagaimana Dimas bisa tidur saat suhu global tadi malam mencapai 135°? Dia membuka pintu kamarnya sehingga udara dingin di ruang tengah masuk ke kamarnya dan mengurangi panas. Kedua orang tua Dimas tidur di ruang tengah setelah air bed dikembangkan, keduanya tidur dengan sangat nyaman seolah olah tabrakan meteor sebelumnya tidak pernah mereka alami.
"Lunar, bagaimana dengan realisasinya?" Dimas memanggil lunar dengan suara yang masih serak karena baru bangun.
[Semua item telah selesai direalisasikan dan host bisa mengkonfirmasinya kapan saja] jawab Lunar.
__ADS_1
Dimas kemudian membuka daftar realisasi dan melihat semua antrian realisasi yang berjumlah empat antrian diisi dengan "air controller" yang masih memiliki fungsi yang sama dengan AC temperature controller namun dalam bentuk portable. Dengan dua AC sentral biasa Dimas berhasil mengubahnya menjadi empat air controller yang sebanding dengan AC di ruang tengah.
Saat Dimas pergi dengan dua buah AC lagi di laboratorium teknologi di benaknya, Dimas berpikir tentang bagaimana dia hampir matang di dalam baju tahan panas sebelumnya dan memutuskan untuk membuat alat sejenis air cooler namun bisa untuk mendinginkan dan memanaskan suhu ruangan dan dia tidak perlu keluar dari tempat perlindungan untuk memasang bagian luar AC-nya. Air controller seperti namanya berguna untuk mengatur udara di dalam suatu ruangan dan menyesuaikannya dengan suhu yang diinginkan.
Dimas segera Melihat ke arah pintu kamar yang masih terbuka dan melihat kedua orang tuanya masih tidur segera mengkonfirmasi realisasi keempat air controller itu, empat benda berukuran kurang lebih sama seperti dispenser air muncul di depan Yogi, roda penggerak ditambahkan untuk memudahkan air controller bergerak kesana kemari. Tidak seperti AC yang perlu pemasangan yang lumayan menyusahkan apalagi dalam keadaan seperti ini, air controller hanya perlu colokan listrik yang mana hal itu lebih praktis dari AC. Meninggalkan salah satu air controller untuk di kamarnya Dimas kemudian menyeret ketiga air controller lainnya keluar.
Ketiga air controller ini akan ditempatkan di ruangan ruangan yang akan sering dipakai gunakan dan yang paling dibutuhkan nantinya. Yang pasti ruang tengah dapat dikecualikan karena sudah memiliki AC yang dibuatnya di laboratorium sebelumnya. Air controller ini akan diletakan di kamar orang tua Dimas dan juga rumah kaca yang sampai saat ini belum ditanami karena suhu yang sangat panas, di rumah kaca tidak dipasangi AC karena mengira tempat perlindungan mereka akan sanggup menahan panas yang dihasilkan oleh peningkatan suhu global. Jadi keluarga Dimas hanya memasang beberapa penghangat ruangan yang akan digunakan saat suhu mulai turun dan zaman es kedua dimulai.
__ADS_1
Kembali ke waktu saat ini, Dimas membuka sedikit pintu rumah kaca dan merasakan suhu panas segera berhamburan keluar. Suhu panas seperti roh jahat yang bergegas keluar setelah segelnya dilepaskan oleh Dimas, namun dengan kualitas AC dengan teknologi temperature controller suhu panas yang keluar mulai ditekan oleh suhu dingin bahkan suhu dingin mulai menyerang balik dan menurunkan suhu di rumah kaca secara perlahan.
Sayangnya Dimas tidak memperhatikan pertempuran antara suhu panas dan suhu dingin yang terjadi. Dimas telah lebih dahulu memasuki rumah kaca dan berjalan ke tempat penghangat ruangan yang berada di tengah rumah kaca sambil menahan perasaan panas di sekitarnya, suhu panas di rumah kaca tidak terlalu tinggi karena sebagai sumber oksigen mereka nantinya, rumah kaca memiliki ventilasi yang menghubungkan rumah kaca dengan semua ruangan di tempat perlindungan. Ruang tengah juga terhubung ke rumah kaca melalui ventilasi ini dan suhu dingin juga dikirim ke rumah kaca melalui ventilasi ini, sayangnya karena lubang ventilasi terlalu kecil dan rumah kaca yang terlalu besar membuat suhu dingin tidak dapat sepenuhnya menghilangkan suhu panas di rumah kaca.
Perasaan Dimas di rumah kaca saat ini hampir sama dengan masuk ke mobil yang baru saja di parkir dibawah terik matahari selama berjam jam, yaitu pengap yang tidak tertahankan. Dimas mempercepat langkahnya sampai ke tengah rumah kaca dan melihat ke atas dimana ada sebuah penghangat ruangan yang menempel di langit langit. Untungnya langit langit rumah kaca tidak terlalu tinggi, dimas dengan tinggi 175cm dapat menjangkau langit langit ini hanya dengan sedikit berjinjit dan mengangkat tangannya. Sebelumnya Dimas telah mengambil perkakas yang masih terletak di ruang tengah setelah memasang AC kemarin jadi Dimas dengan cepat mengganti penghangat ruangan tersebut menjadi air controller.
Sekitar 15 menit kemudian Dimas telah selesai dengan pekerjaannya, mencolokan kabel ke colokan listrik yang sebelumnya untuk penghangat ruangan Dimas kemudian menekan tombol di air controller untuk mengaktifkannya. Udara dingin mulai menyebar perlahan di rumah kaca, suhu diatur ke 29° yang merupakan suhu normal.
__ADS_1
Setelah selesai dengan air controller di rumah kaca, Dimas keluar dari rumah kaca melihat kedua orang tuanya sudah bangun dan beraktifitas seperti biasa, dia menyimpan Air controller terakhir di gudang dengan semua perkakas yang sebelumnya dibawanya dan kembali ke ruang tengah untuk memberitahu mengenai air controller. Dimas membersihkan diri di kamar mandi dan kembali ke kamarnya setelah sarapan seadanya, saat ini pintu kamar ditutup dan suhu di dalam kamar mulai naik. Dimas tidak ingin kepanasan sehingga dia segera menghubungkan kabel air controller ke colokan yang ada di dekat kasurnya, namun saat dia menekan tombol untuk menyalakan air controller lampu kamarnya tiba tiba meredup dan mati setelah beberapa detik. Listrik di seluruh tempat perlindungan mati dan tidak ada cahaya sama sekali di tempat perlindungan.
Setelah beberapa saat diam di dalam kegelapan Dimas akhirnya sadar bahwa dia membuat kesalahan, baik AC maupun air controller mengkonsumsi listrik dalam jumlah yang lebih besar dari AC biasa. Bisa dipastikan sebuah AC temperature controller dan sebuah air controller serta peralatan elektronik lainnya sudah menjadi batas dari generator sehingga saat Dimas menghidupkan air controller lainnya mengakibatkan generator kelebihan beban dan akhirnya mati.