Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Kembali Ke Tempat Perlindungan Ibukota


__ADS_3

Pada gigitan pertama dari makanan sintetis perasaan kenyang sudah mulai memenuhi perut, namun karena rasa penasaran kedua orang itu kembali membuat gigitan lain pada makanan sintetis itu sehingga makanan sintetis di tangan mereka habis. Saat ini perasaan kenyang mereka sudah mencapai batasnya dan mereka tidak memiliki kemampuan untuk memakan makanan sintetis lainnya yang masing tergeletak di atas nampan ini.


"Jelly apa ini? Sebelumnya aku sedikit lapar namun hanya dengan satu potong kecil sudah membuatku sangat kenyang" Nona Susan bertanya kepada Dimas yang saat ini duduk di sofa.


Dimas baru saja menghabiskan satu makanan sintetis mendengar pertanyaan dari nona Susan yang diajukan kepada dirinya, dirinya tersenyum dan berkata "Makanan sintetis, dengan sepotong kecil tadi kau akan bisa kenyang selama seharian penuh tanpa perlu makan makanan lain"


"Benarkah bisa membuat orang kenyang selama seharian penuh?" Nona Susan bertanya lagi.


Kali ini Dimas hanya mengangguk, dia tau saat menghadapi orang yang penasaran dia akan terus dihujani banyak pertanyaan sampai orang itu puas. Benar saja, beberapa waktu lagi Dimas habiskan untuk menjelaskan kepada nona Susan sampai akhirnya dia puas. Selain itu profesor Surya juga beberapa kali mengajukan pertanyaan kepada Dimas mengenai beberapa hal yang berhubungan seperti berapa hari yang dimiliki oleh makanan sintetis sebelum memasuki masa kadaluarsanya, Dimas menjawab semua pertanyaan dari mereka berdua dan untungnya mereka berdua dapat memahami semua penjelasan Dimas tanpa perlu Dimas mengulang ulang penjelasan tersebut.


Dimas yang telah menyelesaikan kepentingannya dengan profesor Surya memutuskan pergi pada hari itu juga, dia masih perlu menemui menteri Marisa saat ini untuk membahas masalah kota bawah tanah yang akan dikembangkan dari masing masing tempat perlindungan resmi. Kota bawah tanah ini diambil dari rencana Dimas yang mana di kota bawah tanah ini akan ada semua fasilitas lengkap yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk bertahan hidup dan dapat menampung banyak orang nantinya.


Dimas meninggalkan laboratorium bawah tanah yang berada di bawah pimpinan profesor Surya menggunakan mobil maglev sama seperti sebelumnya, dua orang tentara duduk di kursi bagian depan mobil untuk melindungi Dimas jika terjadi sesuatu sedangkan Dimas duduk di bagian belakang sedang tertidur karena terlalu bosan di perjalanan. Mobil maglev bergerak dengan kecepatan yang melebihi kecepatan suara dan dikendalikan oleh kecerdasan buatan sehingga mobil dapat bereaksi secara langsung jika ada sesuatu di jalan.


Menteri Marisa berada di tempat perlindungan resmi yang ada di ibukota sekarang, yang mana jika dihitung dari laboratorium bawah tanah profesor Surya dan juga kecepatan gerak mobil maglev yang dikendarai Dimas maka diperkirakan Dimas akan sampai kurang dari setengah jam lagi.

__ADS_1


Menteri Marisa sendiri saat ini sedang mengamati para pekerja yang bertugas untuk menggali tempat perlindungan untuk memperlebar tempat perlindungan ini sehingga kota bawah tanah bisa segera dibangun disini. Menteri Marisa menggunakan helm proyek melihat para pekerja yang sedang menggali menggunakan alat berat atau menggunakan cangkul dan sekop di tempat itu, sebagian besar orang yang menggali disini adalah para pengungsi dan bekerja dengan upah makanan tambahan, obat obatan, atau persediaan lainnya yang berguna untuk mereka.


Menteri Marisa berkeliling untuk memastikan para pekerja ini tidak akan memakan gaji buta dan bermalas malasan karena tidak diawasi, sesekali menteri Marisa akan melihat beberapa pekerja bermalas malasan dan dia akan menegur para pekerja itu. Perlu beberapa waktu untuk berkeliling mengamati pekerjaan dari para pekerja ini dan setelah memastikan tidak ada masalah dengan proses penggalian ini menteri Marisa kemudian bersiap untuk melakukan pekerjaannya yang lain.


Saat ini Dimas baru saja sampai ke tempat perlindungan resmi ini dan baru saja memasuki tempat perlindungan tanpa memerlukan verifikasi yang rumit seperti di tempat perlindungan militer maupun laboratorium bawah tanah profesor Surya, lagipula disini adalah tempat perlindungan untuk menampung pengungsi jadi akan sangat merepotkan jika setiap pengungsi harus melakukan verifikasi yang begitu rumit untuk memasuki tempat perlindungan.


"Permisi, dimana menteri Marisa saat ini?" Dimas bertanya kepada salah satu staf tempat perlindungan yang lewat.


Kebetulan staf tersebut adalah sekretaris menteri Marisa dan sedang ingin menemui menteri Marisa di lokasi penggalian.


"Eksekutif Garuda" Kata Dimas dengan santai kemudian menunjukan kartu identitas eksekutif Garuda miliknya kepada staf tersebut


Staf itu terkejut saat melihat kartu identitas eksekutif Garuda yang dikeluarkan Dimas, dia buru buru menyesuaikan sikapnya dan sedikit menunduk kepada Dimas untuk meminta maaf.


"Maaf karena menyita waktu tuan eksekutif dengan pertanyaan saya sebelumnya. Saya adalah sekretaris menteri Marisa dan sekarang saya sedang akan menuju tempat menteri Marisa berada, jika anda ingin menemui menteri Marisa maka saya bisa mengantarkan anda ke tempat menteri Marisa sekarang" Ucap staf tersebut dengan sopan.

__ADS_1


Lagipula Dimas adalah seorang eksekutif Garuda seperti menteri Marisa, meskipun sangat sedikit orang yang mengetahui untuk apa proyek Garuda dibuat namun banyak orang mengetahui bahwa keputusan seorang eksekutif Garuda sebanding dengan keputusan presiden. Itu berarti Dimas adalah sosok setingkat presiden dan staf tersebut tidak ingin menghabiskan waktu seorang setingkat presiden dengan pertanyaan lainnya yang sebelumnya ingin dia ajukan kepada Dimas.


"Kalau begitu aku akan menyusahkanmu untuk mengantarku menuju tempat menteri Marisa" Ucap Dimas saat dirinya kembali memasukan kartu identitas eksekutif Garuda miliknya.


Akhirnya dengan bantuan staf yang adalah sekretaris menteri Marisa itu Dimas dibawa olehnya menuju tempat menteri Marisa berada. Beberapa menit berjalan akhirnya Dimas melihat menteri Marisa yang sepertinya baru saja kembali dari mengawasi proses penggalian untuk memperlebar tempat perlindungan. Menteri Marisa yang akan kembali ke ruangannya dan mengerjakan pekerjaan lain melihat sekretarisnya bersama dengan Dimas langsung menghampiri mereka.


"Ratna? Ada apa kau sampai kesini? Dan kapan Dimas sampai Disini?" Menteri Marisa terlebih dahulu bertanya kepada sekretaris yang ternyata bernama Ratna kemudian bertanya kepada Dimas di bagian belakang.


"Saya disini untuk memberitahu anda bahwa semua dokumen yang berisi laporan konstruksi setiap tempat perlindungan sudah saya periksa dan tidak ada masalah, Sedangkan untuk tuan Dimas saya bertemu dengannya di dekat lift menuju keluar tempat perlindungan" Ucap sekretaris itu.


"Aku baru datang, saat aku masuk ke tempat perlindungan kebetulan sekretarismu lewat dan aku memintanya untuk mengantarku ke tempat menteri Marisa" Sambung Dimas setelah sekretaris menteri Marisa selesai berbicara.


Menteri Marisa mengangguk dan berkata kepada sekretarisnya "kau kembali dulu, aku akan berbicara beberapa hal terlebih dahulu kepada Dimas dan memeriksa semua dokumen itu nantinya.


Sekretaris itu mengangguk dan kemudian berbalik untuk kembali, hanya tersisa Dimas dan menteri Marisa disini dan dengan isyarat dari menteri Marisa Dimas kemudian mengikutinya untuk kembali melihat proses penggalian untuk memperlebar tempat perlindungan.

__ADS_1


__ADS_2