
Di bagian atas benteng pertahanan saat ini Dimas bersama profesor Pras dan juga jenderal Andika sedang melihat proyeksi dari gambar yang ditangkap oleh drone pengintai. Di dalam gambar tersebut terdapat pemandangan zerg yang berbondong bondong mendekat ke arah benteng dan juga arah lainnya yang sepertinya ingin menjelajahi seluruh tempat di kalimantan.
"Seperti yang kita bahas sebelumnya, senjata pertahanan akan diserahkan kepada profesor Pras untuk melawan zerg yang berada di area serangan senjata pertahanan, aku akan menghubungi markas militer untuk mengirim pasukan menuju kedua ujung benteng pertahanan" Dimas yang sudah memahami pergerakan zerg berkata.
"Jangan lupa untuk memanggil Direktur Mahendra, kedua ujung benteng yang ada di arah tenggara dan barat daya harus memiliki pemimpinnya masing masing, aku akan memimpin pasukan untuk menghadang zerg di barat daya dan direktur Mahendra dapat memimpin pasukan untuk menghadang zerg di tenggara" Jenderal Andika segera menambahkan.
Dimas mengangguk, dia kemudian memanggil markas militer dan menggunakan identitasnya untuk memberi perintah agar markas militer mengirim pasukan bersenjata lengkap ke arah kedua ujung benteng yang belum selesai di bagian barat daya dan juga bagian tenggara. Kemudian Dimas menghubungi direktur Mahendra dan mengatakan situasi di sekitar benteng sekarang.
"Apa?! Ada zerg yang menyerang dari laut jawa?!" Respon pertama yang diberikan oleh direktur Mahendra adalah terkejut dan secara reflek berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Ya, kami memerlukan orang untuk memimpin pertahanan di bagian tenggara dimana benteng masih baru dibangun di tempat tersebut jadi sebaiknya kau segera datang" Ucap Dimas tanpa memperdulikan direktur Mahendra yang belum pulih dari keterkejutannya.
Untungnya setelah mendengar perkataan Dimas membuat direktur Mahendra kembali sadar dan dengan cepat menyetujui permintaan Dimas "Kalau begitu aku akan segera bersiap siap, aku akan sampai disana dalam beberapa menit"
Setelah menutup panggilan dengan direktur Mahendra, Dimas bersama dengan profesor Pras dan jenderal Andika kemudian turun kembali ke permukaan tanah dan mulai bersiap pergi ke posisi yang harus mereka tangani saat ini. Jenderal Andika pergi ke ujung benteng di bagian barat daya untuk memimpin pasukan yang akan menahan zerg disana, profesor Pras pergi ke ruang komando yang menjadi ruangan untuk mengendalikan semua senjata pertahanan yang ada di benteng nantinya, sedangkan untuk Dimas dia hanya mengikuti profesor Pras dan membuat program baru untuk mengubah program di robot pekerja agar bisa digunakan untuk bertarung.
Beberapa menit kemudian pasukan yang diperintahkan untuk pergi ke bagian tenggara dan bagian barat daya dari benteng pertahanan akhirnya sampai. Setiap pasukan menggunakan armor mekanis dan senjata energi di tubuh mereka, bukan hanya itu, tetapi beberapa hal seperti tank, peluncur misil dan berbagai peralatan perang jenis baru yang mengikuti perkembangan teknologi yang ikut serta untuk melakukan pertahanan dari serangan zerg.
Di bagian barat daya dari benteng pertahanan sekarang jenderal Andika memimpin tentara untuk membentuk formasi pertahanan dan membuat barikade untuk menghalau gerakan para zerg nantinya. Banyak ranjau ditanam di tanah lapang yang seharusnya dilewati oleh para zerg sebelum mencapai para pasukan yang dipimpin oleh jenderal Andika, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi jumlah zerg sehingga mempermudah mereka dalam menghentikan serbuan zerg nantinya.
__ADS_1
Tidak lama setelah mereka selesai menanam ranjau dan juga membangun banyak blokade untuk menyulitkan para zerg, suara bergemuruh terdengar dari kejauhan dan setelah diperhatikan menggunakan teropong mereka akhirnya melihat makhluk seperti ikan berkaki dan berekor panjang yang hampir sama seperti kadal dengan ukuran melebihi 6 meter hingga 10 meter sedang bergegas kepada para tentara yang sedang dalam formasi pertahanan.
"Tank mulai membidik para zerg, pasukan peluncur misil bersiap di tempat begitu juga dengan pasukan lainnya!" Jenderal Andika melihat bahwa jarak antara para zerg dan pasukan mereka hanya berjarak sekitar 2 kilometer lagi segera memerintahkan tank membidik zerg.
Pasukan yang mengatur sistem senjata tank segera membidik ke arah zerg, kemudian di bagian moncong tank energi plasma dikumpulkan, saat jenderal Andika memerintahkan untuk menembak energi plasma segera dilepaskan dari moncong tank bergegas menuju para zerg 2 kilometer jauhnya. Sinar plasma yang melaju mengenai zerg yang berada di bagian depan dan membuat lubang besar di tubuhnya, zerg yang di belakang juga terkena sinar plasma dan memiliki lubang tambahan di tubuh mereka.
Tank ini yang ada tank jenis baru yang dikembangkan bersama oleh banyak ilmuwan di departemen penelitian senjata milik profesor Pras, secara keseluruhan tank ini bisa disebut sebagai senjata plasma besar yang dapat berjalan, selain itu ada banyak senjata energi yang ditujukan untuk senjata jarak dekat yang dipasang di segala arah di permukaan tank membuat tank hampir tidak terkalahkan bahkan jika itu menghadapi pengepungan dari berbagai arah.
Ratusan tank menembak secara bersamaan dan membuat ribuan zerg yang terkena zerg tewas atau setidaknya mendapat luka yang cukup parah. Meskipun para zerg ini terluka namun dengan kecepatan regenerasi mereka luka bakar hasil dari energi plasma yang ditembakan tank mulai memperbaiki diri dengan kecepatan yang bisa dilihat dengan mata, bahkan jika para zerg ini sekarat karena tembakan mengenai organ vital setelah zerg itu memakan zerg yang sudah mati lainnya zerg tersebut akan memiliki regenerasi yang lebih cepat untuk sementara waktu sampai energi yang diperoleh dari memakan zerg yang mati tadi akhirnya habis.
__ADS_1
Setelah mendapati diri mereka diserang, para zerg ini terlihat semakin marah dan gerakan mereka semakin cepat menuju ke arah kelompok prajurit di depan mereka. Para prajurit juga tidak membiarkan begitu saja para zerg ini bergerak bebas, tank terus menembak setiap beberapa detik dan terus membunuh ratusan zerg dengan setiap tembakan. Saat para zerg akhirnya memasuki jarak 500 meter akhirnya para prajurit yang bertugas menggunakan peluncur misil mulai membidik dan menembak ke arah para zerg.
Ratusan misil ditembakan dari semua peluncur misil, semuanya tepat mengenai tempat dengan banyak zerg dan membuat banyak ledakan besar yang membunuh banyak zerg lainnya. Misil ini tidak dibuat menggunakan konsep fisi nuklir seperti misil pada umumnya, misil yang digunakan memiliki konsep fusi nuklir yang dapat dikontrol. Kekuatan nuklir yang dimiliki oleh misil ini dapat dikontrol mulai dari daya ledak, jangkauan ledakan dan yang lainnya bahkan karena ini adalah fusi nuklir yang tidak akan menyebabkan radiasi nuklir sehingga tidak akan membahayakan bagi manusia nantinya