Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Bertemu Ilmuwan Lainnya


__ADS_3

Dengan dipimpin oleh profesor Wijaya, Dimas mengambil beberapa pakaian untuk digunakan di tempat perlindungan resmi nantinya. Dimas berencana untuk secepatnya melakukan kerjasama dengan pemerintah dan untuk sementara akan pergi ke tempat perlindungan resmi untuk membuat reaktor fusi nuklir agar pemerintah mau membiarkan para ilmuwan ahli mereka berada dibawah pimpinan Dimas dan meneliti lebih banyak teknologi serta membuatnya bisa diproduksi secara masal.


Orang tua Dimas masih akan tetap di tempat perlindungan mereka namun sebagai pengganti Dimas akan ada dua orang tentara yang akan membantu orang tua Dimas di tempat perlindungan ini. Untuk Dimas sendiri sementara akan tinggal di tempat perlindungan resmi sembari membuat reaktor fusi nuklir dengan ukuran lebih besar. Meskipun awalnya ibu Dimas tidak terlalu menyetujui Dimas tinggal terpisah dari mereka namun setelah diyakinkan oleh Dimas dan juga ayahnya akhirnya Ibu Dimas dengan enggan menyetujui keputusan Dimas untuk tinggal di tempat perlindungan resmi sementsra waktu.


Dimas pergi ke tempat perlindungan resmi untuk ketiga kalinya, mobil baja yang mereka naiki turun ke bawah tanah menggunakan lift yang langsung menuju ke tempat perlindungan di bawah tanah kemudian mobil baja diparkir di tempat yang disediakan. Mereka melalui koridor yang sama dengan sebelumnya dimana ada banyak orang yang tinggal di koridor membuat koridor yang sebelumnya luas hanya menyisakan jalan setapak yang hanya bisa dilalui oleh satu orang.


Rombongan Dimas terus menyusuri koridor dan beberapa kali melakukan belokan dan akhirnya sampai di tempat tujuan mereka yaitu kediaman sementara saat Dimas disini, kediaman yang diatur untuk Dimas berada tepat di depan kediaman profesor Wijaya jadi jika Dimas memerlukan bantuan maka profesor wijaya bisa segera membantunya.


"Untuk saat ini tempat ini akan menjadi milikmu, di dalam kertas ini ada denah sederhana dari tempat perlindungan resmi dan aku sudah menandai lokasi penting yang mungkin akan sering kau kunjungi di dalamnya" Profesor Wijaya berkata sambil mengeluarkan kertas yang berisi denah tempat perlindungan kepada Dimas.


Dimas mengambil kertas itu dan membukanya, dari denah ini Dimas dapat melihat bentuk sebenarnya dari tempat perlindungan dan melihat lokasi seperti kafetaria khusus staf, ruang generator, laboratorium dan beberapa tempat lainnya yang ditandai dengan sebuah lingkaran kecil di dalam denah.


"Ternyata masih ada kafetaria disini, kupikir makanan hanya dibagikan kepada setiap orang di tempat perlindungan" Dimas berkata kepada profesor Wijaya.

__ADS_1


Profesor Wijaya tersenyum dan berkata "Untuk orang biasa yang tidak bekerja di tempat perlindungan makanan yang diberikan hanya untuk memastikan mereka dapat bertahan hidup, namun bagi para tentara dan juga staf di tempat perlindungan mereka memerlukan energi tambahan untuk melakukan pekerjaan mereka jadi para staf dan juga tentara bisa mendapat makanan yang lebih banyak di kafetaria".


Dimas hanya mengangguk, untuk para tentara yang perlu berjaga di luar tempat perlindungan makan sedikit jamur saja tidak akan cukup untuk mengisi energi mereka, para tentara ini memerlukan sumber energi yang lebih banyak seperti daging dan juga nasi yang bisa didapat di kafetaria. Hari masih pagi jadi Dimas memutuskan untuk mengikuti profesor Wijaya untuk pergi ke laboratorium, di laboratorium terdapat beberapa ilmuwan yang seumuran dengan profesor Wijaya yang sedang meneliti reaktor fusi nuklir yang kebetulan ditinggalkan oleh Dimas untuk mereka.


"Kalian para orang tua masih bisa mengeluarkan kilauan dari mata kalian seperti anak anak setelah melihat benda seukuran telapak tangan itu?" Profesor Wijaya berkata kepada mereka setelah beberapa menit memasuki laboratorium namun tidak ada dari salah satu ilmuwan ini yang merespon mereka.


Karena suara profesor Wijaya para ilmuwan akhirnya menoleh dan melihat profesor Wijaya bersama seorang remaja ada di dalam laboratorium. Menurut yang dikatakan oleh profesor Wijaya, reaktor fusi nuklir ini dibuat oleh seorang remaja yang kemungkinan besar adalah remaja di sebelah profesor Wijaya. Mereka menatap Dimas dengan kagum dan ingin segera menanyakan beberapa pertanyaan mengenai reaktor fusi nuklir namun mereka tahan karena harus mengkonfirmasi terlebih dahulu.


"Wijaya, kapan kau kembali? Apa remaja di sampingmu adalah orang yang membuat reaktor fusi nuklir ini" Seorang profesor bernama Amar yang juga ahli di bidang nuklir bertanya mewakili ilmuwan lainnya.


Para ilmuwan setelah mendengar kabar ini menjadi gembira, jika bukan karena faktor usia mereka semua akan melompat dan berteriak untuk mengekspresikan kegembiraan mereka. Mereka semua dengan cepat mengelilingi Dimas seperti para penggemar yang bertemu dengan idola mereka.


"Jadi ini jenius yang membuat fusi nuklir itu, masih sangat muda dan penuh dengan vitalitas".

__ADS_1


"Nak Dimas, bisakah kau menjelaskan bagaimana reaktor fusi nuklirmu bisa begitu kecil?".


"Dimas, bagaimana kau bisa membuat reaktor fusi nuklir ini, dimana kau bisa dapat barang seperti deuterium dan tritium yang tidak boleh diperdagangkan secara bebas?".


Berbagai pertanyaan segera diajukan oleh para ilmuwan ini sehingga Dimas bingung harus menjawab yang mana terlebih dahulu.


"Hey jangan menekannya dengan banyak pertanyaan? Dia masih remaja dan masih labil, bagaimana jika dia tidak jadi ingin mengembangkan reaktor fusi nuklir karena kalian terlalu menekannya dengan pertanyaan" Profesor Wijaya menyelamatkan Dimas, perkataan Profesor Wijaya juga masuk akal bagi para ilmuwan jadi mereka dengan cepat menenangkan diri dan meminta maaf kepada Dimas.


Dimas yang mendapat permintaan maaf dari beberapa orang yang bahkan lebih tua dari ayahnya merasa tidak enak dan menggelengkan kepalanya "para profesor sekalian, kalian tidak perlu meminta maaf, sebelumnya saya hanya kaget dengan antusiasme kalian dan tidak tau harus berbuat apa, kedepannya saya kita akan membuat reaktor fusi nuklir bersama jadi komunikasi mengenai reaktor cepat atau lambat akan tetap terjadi".


Dengan Dimas yang berbicara seperti itu nilai Dimas di mata semua ilmuwan yang hadir saat ini telah meningkat. Para ilmuwan kemudian kembali melakukan beberapa pertanyaan kepada Dimas namun tidak seperti sebelumnya, mereka semua bertanya satu persatu dan Dimas menjawab semua pertanyaan itu dengan sabar.


Tanpa sadar suasana di ruang laboratorium saat ini malah seperti ruang kelas dimana Dimas menjadi guru dan para ilmuwan ini menjadi muridnya, bahkan profesor Wijaya juga bergabung dengan ilmuwan lainnya dan menanyakan banyak hal kepada Dimas. Untungnya Dimas memiliki pengetahuan lengkap dari teknologi yang dia pelajari jadi Dimas dapat dengan mudah menjawab pertanyaan mereka.

__ADS_1


Baru setelah siang hari kelas dadakan yang diadakan oleh Dimas untuk para ilmuwan, wajah para ilmuwan terlihat sangat puas namun sebaliknya Dimas terlihat duduk dengan bersandar di meja untuk mengurangi perasaan lelah setelah menggunakan terlalu banyak sel di otaknya


__ADS_2