
Dimas memasukan semua data mengenai lokasi serpihan meteor dan geografi tempat serpihan meteor jatuh ke dalam sebuah perangkat berbentuk jam tangan digital yang menggunakan chip karbon 0,01 nanometer yang mana membuat jam tangan itu sebanding dengan sebuah superkomputer. Ada juga kecerdasan buatan paling dasar yang mana itu sudah sebanding dengan kecerdasan manusia dewasa serta proyeksi 3D untuk mendukung kecerdasan buatan agar bekerja lebih baik.
Saat Dimas sedang meneliti gen zerg dia perlu waktu untuk membuat gen zerg itu menyerap energi yang dipaparkan dan berkembang, jadi untuk menghabiskan waktu Dimas mulai membuat jam tangan ini dan memulai simulasi tabrakan meteor sebelumnya serta teknologi teknologi yang ada di dalamnya dan Dimas berharap setelah ini dia bisa mencari sarang zerg lainnya di tempat serpihan meteor jatuh.
Setelah memasukan data tentang lokasi semua serpihan meteor, Dimas melemparkan jam tangan itu ke antrian realisasi. Hanya memerlukan 1 jam untuk jam tangan itu sepenuhnya direalisasikan jadi Dimas memutuskan untuk keluar dari laboratorium dan mengistirahatkan pikirannya sejenak.
Sudah 2 minggu sejak Dinas meneliti gen zerg dan juga membuat jam tangan khusus. Suhu di luar sudah mulai dingin tapi tempat perlindungan keluarga Dimas masih dalam suhu normal berkat AC temperature controller dan air controller yang dibuat oleh Dimas sebelumnya. Seluruh peralatan elektronik bisa digunakan tanpa takut kelebihan beban, Dimas sudah merealisasikan puluhan reaktor fusi nuklir portabel dalam 2 minggu yang sudah cukup untuk keluarga mereka menggunakan listrik tanpa khawatir dalam beberapa tahun setelahnya.
Sebagian kesadaran Dimas kembali dari laboratorium, di dunia nyata saat ini Dimas sedang menyirami tanaman yang ditanam di rumah kaca. Ruang tanam di rumah kaca dibagi menjadi 4 tempat, yang mana nantinya akan diberlakukan rotasi tanam untuk memastikan kesuburan tanah tidak berkurang dan hasil panen lebih beragam. Yang saat ini ditanam adalah kentang, padi, tomat dan dan juga buncis. Semua tanaman ini telah dimodifikasi secara genetik dimana Dimas harus meminta bantuan ayahnya untuk membantunya membelinya, benih benih yang dibeli oleh Dimas memiliki masa tanam yang lebih singkat, hasil panen yang lebih banyak dan juga tidak ada kunci genetik yang diberlakukan pada semua benih, jadi benih yang dibeli Dimas dapat menghasilkan benih baru dari keturunannya setelahnya dan masih dalam kualitas yang sama dengan yang asli.
Sebenarnya bisa saja Dimas meneliti varietas di laboratorium di benaknya tapi saat mereka akan menanam Benih saat itu laboratorium di benaknya sedang digunakannya untuk meneliti gen zerg. Dimas sudah memasukan beberapa benih ke dalam laboratorium dan penelitian bisa dimulai kapan saja, hanya saja saat ini Dimas sedang ingin mengistirahatkan pikirannya.
__ADS_1
Setelah Dimas selesai menyiram tanaman, dia segera mandi untuk menyegarkan dirinya kembali dan kembali ke kamarnya. Waktu 1 jam sudah berlalu saat ini dan Dimas segera membuka antrian realisasi, proses realisasi dari jam tangan khusus telah selesai jadi Dimas segera mengkonfirmasinya. Jam tangan yang terlihat seperti jam tangan digital biasa segera disusun oleh atom atom yang dikendalikan oleh laboratorium, Dimas mengambil jam itu saat sudah selesai dan meletakkannya di tangannya.
Dimas menekan layar jam dengan jarinya, pemindai segera memindai sidik jadi Dimas dan setelah selesai bunyi "Ding" terdengar dari jam. Dimas mengangkat jarinya dan mengetuk pelan layar jam sebanyak 2 kali, proyeksi holografik segera muncul di atas jam yang mana proyeksi yang ditampilkan adalah tampilan awal yang sama dengan ponselnya.
Aplikasi tambahan bernama "meteor map" yang berada berada di menu yang ditampilkan oleh proyeksi jam, kecuali aplikasi ini semua penampilan awalnya masih tetap sama dengan tampilan ponsel Dimas. Mengetuk aplikasi itu sekali, Dimas kemudian melepas kepala jam dan meletakkannya di atas meja. Bagian kepala jam diatur oleh Dimas agar dapat dilepas dari talinya, ini untuk memudahkan Dimas mengontrol proyeksi dengan dua tangan daripada hanya menggunakan satu tangan dan tangan lainnya menjadi penyangga.
Bagian kepala jam yang diletakan oleh Dimas di atas meja saat ini memproyeksikan bentuk 3D dari Bumi sama seperti google earth hanya saja penampilan Bumi disini adalah penampilan Bumi setelah ditabrak oleh meteor.
"Baik tuan" Jawab A, dia kemudian mulai melakukan apa yang diperintahkan Dimas untuk menunjukan posisi serpihan meteor terdekat.
Diproyeksi Bumi sebuah pin hijau dengan gambar rumah muncul di sana, itu adalah lokasi tempat perlindungan keluarga Dimas kemudian pin lain dengan gambar meteor muncul yang merupakan lokasi serpihan meteor terdekat. Pin dengan gambar meteor memiliki angka "32" yang berarti jaraknya jika dalam garis lurus dengan tempat perlindungan mereka adalah 32 kilometer, kira kira tempat jatuhnya masih di pinggiran kota tempat Dimas tinggal jadi dia ingin menghampiri tempat itu nantinya.
__ADS_1
Lokasi dari serpihan meteor terdekat telah ditemukan, meskipun tidak sepenuhnya akurat namun kesalahan lokasi tidak akan mencapai 50 meter. Kesalahan 50 meter mungkin terdengar banyak, namun tempat dimana jatuhnya serpihan meteor pasti akan membuat dampak yang mencolok, ditambah dengan sarang zerg mengeluarkan cahaya hijau redup yang sangat menarik perhatian saat matahari tidak bisa mencapai Bumi.
Masalah yang tersisa saat ini adalah bagaimana cara Dimas pergi ke tempat serpihan meteor itu berada, tidak mungkin bagi Dimas untuk mengatakan kepada orang tuanya dia akan pergi ke luar untuk mencari serpihan meteor. Jika ibunya mengetahui hal itu maka dapat dipastikan Dimas dapat menjadi penunggu di tempat perlindungan mereka. Oleh karena itu Dimas mulai mencari alasan yang tepat yang sekiranya orang tuanya terlebih ibunya agar menyetujuinya.
Dimas berpikir lama sebelum akhirnya terlintas sebuah ide dibenaknya, Dimas keluar dari kamar dan mendapati ibunya saat ini masih memasak sementara ayahnya memainkan PS untuk menghilangkan rasa bosan terkurung di tempat perlindungan.
"Ayah, ibu, aku ingin pergi ke luar!" Dimas berkata dengan tegas sambil memandang kedua orang tuanya.
Mendengar perkataan Dimas membuat kedua orang tuanya berbalik menghadap ke arahnya, ibunya mengerutkan kening sambil mengamati Dimas dari ujung kaki sampai ujung kepala. Ayahnya juga melakukan hal yang sama, pasangan suami istri itu terus memandangi Dimas.
"Aku ingin mengumpulkan beberapa barang yang mungkin bisa digunakan untuk meningkatkan tempat perlindungan kita, kau tau aku membuat banyak barang sejak kita tinggal di tempat perlindungan jadi persediaan barangku sudah sangat menipis dan perlu dicari lagi" Ucap Dimas lagi.
__ADS_1
Biasanya memang Dimas suka mengumpulkan barang bekas dan dijadikan hal hal yang tidak diketahui oleh keduanya, sebelumnya saat Bumi masih dalam keadaan normal Dimas hanya perlu menelpon pengumpul barang bekas dan membeli darinya, tapi setelah Bumi seperti ini Dimas hanya bisa mengumpulkan sendiri barang yang dia perlukan. Meskipun laboratorium bisa bekerja tanpa bahan tapi tidak ada salahnya memanfaatkan hal ini agar dia bisa ke tempat serpihan meteor.