Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Rencana Gila (1)


__ADS_3

"Saya ingin mengajukan rencana" Suara Dimas terdengar di ruang pertemuan.


Semua orang menoleh ke arah Dimas yang saat ini sedang mengangkat tangannya di barisan belakang ruang pertemuan. Sebagian orang telah mengetahui siapa Dimas, sebagai seorang yang telah terlebih dahulu meneliti zerg dan juga memiliki pengetahuan zerg yang lebih memadai daripada orang orang di ruang pertemuan ini Dimas tentu saja memenuhi syarat untuk mengusulkan sebuah rencana untuk menangani zerg. Untuk beberapa orang yang tidak mengenal Dimas bertanya tanya tentang siapa Dimas sebenarnya sehingga bisa ikut dalam pertemuan penting seperti ini. 


"Anak ini, siapa namamu?" Presiden Jokowi juga belum pernah melihat Dimas jadi dia bertanya terlebih dahulu.


"Saya Dimas Prasetya, saya terlebih dahulu menemukan zerg dan melakukan penelitian terhadap zerg sebelum pergi ke tempat perlindungan ini" Dimas segera memperkenalkan diri saat ditanya oleh presiden Jokowi.


"Jadi kau adalah Dimas, aku telah mendengar beberapa informasi tentangmu sebelumnya, karena kau punya rencana untuk diusulkan sebaiknya kita dengarkan terlebih dahulu" Presiden Jokowi cukup terkejut saat mengetahui bahwa pemuda di depannya adalah Dimas, dari yang dia tau Dimas telah menguasai teknologi fusi nuklir dan menjadi orang yang paling tau tentang zerg diantara mereka semua.


"Terima kasih karena tuan presiden memperbolehkan saya mengusulkan rencana saya" Dimas berkata sambil memandang presiden dan semua orang di ruang pertemuan.

__ADS_1


"Rencana yang sebelumnya diajukan oleh semua orang cukup baik, tapi saya pikir semua rencana ini terlalu meremehkan zerg yang sampai saat ini masih terus berkembang. Saya ingin menegaskan bahwa bencana zerg ini cukup untuk menghancurkan seluruh negara bahkan manusia bahkan dalam keadaan normal, apalagi saat ini Bumi sedang dalam zaman es yang akan menurunkan kekuatan negara jadi menurut saya rencana ini tidak cukup untuk berurusan dengan zerg" Dimas berkata dengan tegas kepada seluruh orang di ruang pertemuan.


Semua orang tercengang dengan perkataan Dimas, rencana yang mereka usulkan pastinya akan memerlukan persediaan dan sumber daya dalam jumlah besar namun Dimas berkata rencana mereka tidak cukup untuk menangani zerg. Jika mereka membuat tindakan yang lebih besar tanpa memikirkan langkah kedepannya bisa bisa mereka hanya akan membuang banyak persediaan dan sumber daya sedangkan rencana mereka kemungkinan tidak akan berhasil terwujud. Pada tahap ini bisa saja negara mereka akan segera berakhir dan menjadi sejarah di masa depan.


"Direktur Mahendra mengerutkan keningnya saat ini, dia menatap Dimas dan berkata "Jika menurutmu rencana sebelumnya tidak cukup lalu apa rencanamu?"


Dimas tersenyum dan berjalan ke bagian tengah ruang pertemuan, dengan beberapa pengaturan Dimas meletakan bagian kepala jam tangan khusus diletakan di lantai bagian tengah ruang pertemuan dan menyalakan proyeksi 3D dari Bumi.


"Jika zerg hanya ada di daratan maka manusia pasti akan bisa mengalahkan zerg ini selama mereka belum berevolusi sampai ke tingkat yang terlalu tinggi. Yang menjadi masalah adalah sarang zerg yang ada di bawah lautan, saat ini Bumi telah memasuki zaman es dan permukaan laut mulai membeku menutupi laut dalam. Zerg pasti ada di lautan di bawah es dan dapat dipastikan bahwa mereka akan dapat hidup di dalam air dengan bebas seperti halnya ikan, jika kita menyerang zerg yang ada di lautan saat ini maka itu mungkin akan menjadi catatan bunuh diri paling bodoh yang pernah ada nantinya" 


"Konflik antara manusia dan zerg pasti akan terjadi, manusia tidak bisa berkembang dan berevolusi secepat zerg jadi kemungkinan kita menang saat konflik antar ras pecah akan sangat kecil. Untuk itu tujuan utama dari rencana yang saya usulkan bukanlah cara untuk mengalahkan zerg tetapi menjaga manusia dari kepunahan. Rencana saya dimulai dengan membersihkan seluruh sarang zerg di seluruh pulau kalimantan dan membangun benteng pertahanan di sepanjang garis pantai pulau kalimantan. Benteng pertahanan ini akan memiliki tinggi 100 meter dengan tebal 10 meter harus dilengkapi dengan peluncur rudal, menara artileri, dan juga senjata laser untuk menghentikan zerg agar tidak mendekat"

__ADS_1


"Setiap tempat perlindungan resmi akan diperbesar dan diubah menjadi kota bawah tanah yang bisa menampung banyak orang. Setiap kota bawah tanah akan memiliki reaktor fusi nuklir untuk menghasilkan energi, sistem manajemen kota akan diatur oleh kecerdasan buatan, pertanian akan dilakukan oleh robot dan setiap kota bawah tanah akan memiliki pabrik, gudang senjata, kamp militer, sekolah, dan area perumahan. Saat kita berhasil membersihkan zerg dari pulau kalimantan maka kita akan mulai membersihkan zerg dari wilayah lainnya dan mengumpulkan sebanyak mungkin manusia di pulau kalimantan untuk memenuhi semua kota yang ada di dalamnya"


"Kemudian kita akan mengisolasi pulau kalimantan dari dunia luar dengan lapisan pelindung yang kuat yang mana di dalam lapisan pelindung ini akan memiliki ekosistem buatan sehingga seluruh pulau dapat pulih lebih cepat dari yang seharusnya. Setelah itu berikan perangkat anti gravitasi raksasa di bagian bawah pulau kalimantan dan biarkan pulau kalimantan pergi meninggalkan atmosfer Bumi untuk menjadi pulau pertama yang melayang di luar angkasa, karena jika kita tetap di Bumi maka zerg pasti akan mengincar kita"


"Saya menyebut ini sebagai tahap perlarian, tahap dimana kita harus meninggalkan Bumi yang menjadi kampung halaman kita untuk menyelamatkan diri, kita akan membuat pulau kalimantan mengorbit pada Bumi pada jarak yang sesuai" Ketika Dimas berbicara dia memanipulasi proyeksi holografik dari Bumi di depannya menjadi peta negara indonesia, membuat dinding besar mengelilingi pulau kalimantan dan memberikan lapisan seperti kubah sebelum memisahkannya dari Bumi. Seluruh tindakan Dimas mengekspresikan semua apa yang direncanakannya dari awal sampai akhir.


Semua orang di ruang pertemuan terdiam saat mendengar rencana Dimas, rencana ini bahkan jika Bumi masih dalam keadaan normal kemungkinan untuk berhasil merealisasikannya adalah nol besar.


"Benteng pertahanan yang mengelilingi seluruh pulau kalimantan? Bahkan jika seluruh sumber daya kita dikerahkan mungkin tidak akan cukup untuk membuat sepersepuluh dari benteng pertahanan ini, belum lagi beberapa hal yang kau ucapkan sepertinya terdengar seperti sebuah fantasi" Salah seorang berkata kepada Dimas.


"Itu benar, belum lagi ada wilayah negara Brunei dan Malaysia yang ada di pulau kalimantan, mereka pasti tidak akan membiarkan kita membangun benteng di wilayah kekuasaan mereka" Yang lain menambahkan.

__ADS_1


Dimas tersenyum menanggapi mereka dan berkata "persediaan yang ada saat ini memang tidak akan cukup, oleh karena itu kita bisa memulai dengan membuat robot pekerja yang bisa bekerja di tambang dalam keadaan seperti sekarang, sehingga semua sumber daya yang kurang dapat dipenuhi oleh para robot ini. Untuk wilayah negara lain yang ada di pulau kalimantan mereka tidak akan memiliki banyak tenaga untuk mengurusi apa yang kita lakukan. Bahkan jika mereka bertindak kita bisa mengirim beberapa robot tentara untuk menangani mereka"


__ADS_2