Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Menyesuaikan Program Tempur Robot


__ADS_3

Kedua bagian barat daya dan juga bagian tenggara terjadi pertempuran sengit antara manusia dan zerg, kedua belah pihak saling serang dan berusaha untuk saling mengalahkan pihak lainnya dengan sekuat tenaga mereka. Pihak manusia menggunakan senjata energi yang kuat untuk membunuh zerg, meskipun sebagian besar senjata energi tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk membunuh zerg ini dalam sekali serang namun tetap saja serangan dari senjata energi tetap akan mencederai dan mengurangi kekuatan zerg tersebut.


Pihak zerg sendiri mereka menggunakan dari cakar dan ayunan ekornya untuk menyerang pasukan manusia yang ada di depan mereka, kekuatan logam paduan mirilium pada armor mekanis membuat serangan dari para zerg tidak armor mekanis tersebut namun masih berhasil melukai bahkan membunuh beberapa pasukan menggunakan efek inersia setelah terkena serangan yang membuat organ dalam pasukan tersebut mengalami cedera. 


Kedua belah pihak memiliki kekuatan setingkat jadi hampir tidak ada yang diuntungkan dalam pertempuran mereka, jika pertempuran tidak dihentikan diperkirakan pihak yang menang juga akan mengalami kerugian besar dan akan sangat menghambat perkembangan kedua belah pihak. 


Namun hal tersebut tidak berlaku di bagian selatan benteng pertahanan yang sudah memiliki senjata pertahanan berupa meriam elektromagnetik yang terpasang di tempat tersebut, profesor Pras mengaktifkan senjata pertahanan dan membiarkannya berada dalam mode otomatis agar tidak perlu menghabiskan lebih banyak usaha untuk mengendalikan senjata pertahanan tersebut karena senjata pertahanan akan dikendalikan secara otomatis oleh kecerdasan buatan. Senjata pertahanan dengan ganas menembakan peluru energi berukuran besar ke arah zerg yang bergerombol di bawah, peluru energi itu meledak dengan kekuatan yang sangat besar, salju dan es di sekitar mencair dan beberapa jaringan listrik menyetrum zerg yang masih belum mati di sekitarnya.


Pihak zerg yang masih berada di bagian selatan benteng tidak bisa melakukan perlawanan, mereka bahkan tidak bisa meninggalkan goresan kecil pada benteng di depan mereka dan menghadapi serangan dari bagian atas benteng tersebut mereka hanya bisa menjauh dari bagian selatan benteng untuk mengurangi kerugian mereka. 

__ADS_1


"Sudah terlambat untuk lari sekarang, gunakan serangan beruntun untuk memusnahkan mereka semua!" Profesor Pras yang melihat melalui monitor bahwa para zerg berniat kabur terlihat mencemooh tindakan tersebut dan segera memerintahkan kecerdasan buatan untuk melakukan serangan beruntun untuk membunuh para zerg.


Dengan kendali kecerdasan buatan banyak target langsung dikunci secara bersamaan, senjata pertahanan yang terhubung secara nirkabel ke salah satu reaktor fusi nuklir terdekat mulai menyedot energi dari reaktor fusi nuklir tersebut dan menembakkan banyak peluru energi dengan diameter hampir 20 sentimeter yang ditembakan secara berurutan ke masing masing zerg yang menjadi target serangan senjata pertahanan. Peluru energi sebesar 20 sentimeter untuk membunuh zerg yang baru mencapai level 4 dan juga level 5 bisa dibilang sebagai pemborosan, dengan peluru energi sebesar 20 sentimeter ini senjata pertahanan diperkirakan dapat membunuh zerg level 7 dan level 8 dengan mudah dan jika itu adalah zerg level 9 serangan senjata pertahanan masih akan berdampak banyak meskipun tidak akan membunuh zerg tersebut dengan mudah.


Meskipun dianggap sebagai pemborosan namun hal ini bisa dianggap sebagai pengujian dari senjata pertahanan, jadi meskipun mereka menghabiskan lebih banyak energi dari yang seharusnya profesor Pras dan yang lainnya masih sangat puas dengan hasil ini. Profesor Pras menatap monitor yang menampilkan keadaan di bagian selatan benteng pertahanan dengan ekspresi kagum di wajahnya, zerg sebesar 10 meter yang sebelumnya mencoba melarikan diri telah menjadi rata dengan tanah hanya dengan satu tembakan oleh senjata yang dia kembangkan bersama dengan Dimas dan juga ilmuwan lainnya.


Berbicara tentang Dimas, saat ini dirinya baru saja sampai di tempat perlindungan ibukota dan pergi ke ruang kendali utama dari seluruh robot pekerja. Sebuah program baru harus dibuat untuk meningkatkan robot pekerja agar bisa memberikan bantuan dalam melawan zerg yang saat ini menyerang, meskipun sebenarnya Dimas dapat meningkatkan program robot pekerja dari jarak jauh tanpa harus ke ruang kendali utama robot pekerja yang ada di tempat perlindungan ibukota melalui akses khusus yang telah dia siapkan namun dia merasa itu tidak perlu.


Dimas yang baru saja masuk ke ruang kendali utama robot pekerja langsung mengambil alih komputer utama di ruangan tersebut dan mengeluarkan sebuah USB dari laboratorium teknologi dengan kedok mengambilnya dari sakunya. USB ini berisi program untuk robot tempur, tapi hal ini tidak bisa langsung digunakan pada robot pekerja karena fungsi kedua robot berbeda, Dimas harus terlebih dahulu menyalin program robot tempur yang ada di USB ke dalam komputer kemudian dengan bantuan A dia mulai mengedit program tersebut supaya cocok dengan robot pekerja.

__ADS_1


Sebenarnya Dimas bisa membuat program baru dari awal namun hal tersebut akan memakan waktu yang lebih lama, maka dari itu Dimas memutuskan untuk mengedit program robot tempur agar dapat digunakan di robot pekerja yang pastinya akan lebih cepat untuk diselesaikan. Saat Dimas sedang berkonsentrasi untuk mengedit program robot tempur tiba tiba bahu Dimas ditepuk yang langsung membuat Dimas kaget dan menoleh ke orang yang menepuk bahunya.


"Konsentrasimu terlalu menakutkan, bahkan saat kupanggil dari samping kau masih tidak menyadarinya, jika aku adalah musuh maka dapat dipastikan kau saat ini sudah terbujur kaku menjadi mayat" Dimas baru saja menoleh segera menemukan menteri Marisa yang berkata sambil tersenyum di sebelahnya.


"Menteri Marisa, maaf karena tidak sempat menyapamu saat sampai ke tempat perlindungan ibukota ini, kau pasti sudah mengetahui berita dari benteng di bagian selatan dan aku perlu menambahkan program tempur kepada robot pekerja untuk membantu dalam pertempuran di sana" Dimas yang mendapati itu adalah menteri Marisa segera mengembalikan perhatiannya ke komputer utama dan meneruskan pengeditan program robot tempur.


Menteri Marisa tidak mempermasalahkan hal itu, saat ini Dimas sedang menjalankan tugas mendesak yang berhubungan dengan keamanan negara, jadi menteri Marisa tidak ingin mengganggu dan menatap monitor komputer yang digunakan Dimas. Apa yang muncul di monitor tersebut hanya membuat menteri Marisa merasa sakit kepala karena kemunculan berbagai simbol yang tidak dia mengerti.


Saat ini menteri Marisa menggunakan neurophone tiba tiba mendapatkan notifikasi yang berisi sebuah berita dari bagian depan yang sedang bertempur melawan zerg, jadi dia berkata kepada Dimas untuk memberitahu berita tersebut "Aku mendapat kabar terbaru mengenai situasi pertempuran, kekuatan pasukan kita yang bertahan dan zerg yang menyerangan sepertinya hampir seimbang, mereka meminta tambahan pasukan dan peralatan tempur agar dapat memenangkan pertempuran" 

__ADS_1


"Bala bantuan akan segera sampai di tempat pertempuran, minta mereka untuk bertahan selama 10 menit lagi dan aku akan membawakan bala bantuan kepada mereka" Dimas menekan tombol enter setelah mengatakan hal tersebut, program robot tempur sudah berhasil disesuaikan untuk robot pekerja dan dengan jumlah robot pekerja yang sangat banyak maka akan sangat mudah untuk mengatasi para zerg ini meskipun tanpa menggunakan senjata energi dan peralatan lain yang digunakan oleh para pasukan.


__ADS_2