Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Tempat Perlindungan Militer


__ADS_3

Sudah 1 bulan semenjak proyek Garuda dimulai, semua eksekutif Garuda melakukan tugas mereka masing masing dengan sangat baik meskipun tidak seefisien Dimas yang merupakan eksekutif termuda sekaligus orang termuda yang ikut dalam proyek Garuda ini. 


Saat ini kendaraan maglev sudah di desain menjadi berbagai jenis kendaraan dari motor maglev hingga truk maglev dan kendaraan maglev mulai menggantikan kendaraan kendaraan logistik dan juga kendaraan militer yang ada. Dimas saat ini baru saja keluar dari mobil militer yang juga merupakan kendaraan maglev, di bawah tanah tempat Dimas berdiri saat ini adalah tempat perlindungan khusus militer yang menjadi tempat dimana jenderal Andika melatih pasukan khusus untuk menangani zerg nantinya.


Dimas dibawa masuk dengan bantuan beberapa tentara menuju bagian dalam tempat perlindungan ini. Tempat perlindungan militer secara keseluruhan berbeda dengan tempat perlindungan biasa, tidak ada pengungsi yang berada di tempat perlindungan ini dan seluruh tempat dipenuhi dengan tentara dari angkatan darat, laut, dan udara. Tempat perlindungan militer ini terdiri dari tiga lantai yang mana semakin jauh kedalam tanah posisi lantai tersebut semakin tinggi izin yang diperlukan untuk memasukinya, lantai -3 adalah lantai terbawah di tempat perlindungan militer dan ini merupakan tempat para tentara yang dipilih untuk menjadi pasukan khusus untuk menangani zerg dilatih.


Setelah memasuki tempat perlindungan Dimas dibawa menuju sebuah lift, menekan tombol untuk menuju ke lantai -3 Dimas kemudian melakukan serangkaian verifikasi seperti pemindaian sidik jari, suara dan juga iris untuk memastikan identitasnya. Dimas menyelesaikan verifikasi identitas dengan cepat dan kemudian lift bergerak turun menuju lantai -3, saat pintu lift terbuka sudah ada jenderal Andika bersama dengan profesor Pras yang menyambut Dimas di depan pintu lift dengan senyuman.


"Profesor Dimas, senang akhirnya kau ada disini, kendaraan maglev hasil penemuanmu telah membantu banyak dalam berbagai hal baik itu dalam proyek garuda atau dalam meningkatkan proses logistik persediaan hidup untuk para pengungsi di setiap tempat perlindungan" Yang pertama menyapa adalah profesor Pras, dia berkata dengan antusias dan menjabat tangan Dimas seolah mereka berada di usia yang sama.


"Profesor Pras salah, kendaraan maglev bukan hanya hasil penemuanku tapi hasil penemuan semua orang dalam penelitian tersebut, aku hanya bertugas menyerahkan materi yang sesuai dan sedikit membantu dalam penelitian tersebut" Dimas menjawab dengan penuh senyuman dan menjabat tangan profesor Pras.


Jenderal Andika juga menyapa Dimas dan berjabat tangan seperti yang Dilakukan oleh profesor Pras sebelumnya. Ketiga eksekutif Garuda itu kemudian berjalan sambil mengenalkan kepada Dimas apa saja yang ada di lantai -3 ini.

__ADS_1


"Seperti yang disebutkan dalam pertemuan sebelumnya, saat ini pasukan khusus yang aku sebutkan sebelumnya sedang dilatih di tempat ini. Sebelumnya kami menemukan beberapa sarang zerg yang sudah menghasilkan zerg namun masih dalam jumlah kecil dan zerg tersebut hanyalah bayi zerg yang baru menetas, kami menangkap beberapa zerg yang akan dijadikan sebagai lawan para pasukan khusus dalam pertempuran simulasi yang rutin dilakukan setiap minggu dan hasilnya cukup memuaskan" Jenderal Andika menjelaskan, mereka sampai di tempat yang seluas lapangan sepak bola dan terdapat banyak banyak tentara dilatih dengan sangat ketat oleh instrukturnya.


Mereka bertiga terus berjalan dan akhirnya sampai di tempat pelatihan simulasi yang juga sebesar lapangan bola dimana disini adalah tempat calon pasukan khusus untuk melakukan pertempuran simulasi melawan zerg. Metode pelatihan ini sangat ekstrim karena yang mereka lawan adalah zerg sungguhan yang telah ditangkap dan dibesarkan oleh pihak militer, untungnya tidak ada calon pasukan khusus yang tewas dalam pelatihan simulasi karena setiap zerg akan ditanamkan bom di otaknya sehingga saat zerg akan membunuh calon pasukan khusus yang kalah melawannya pengawas di luar akan meledakan bom untuk membunuh zerg terlebih dahulu.


Di tempat pelatihan simulasi saat ini Dimas dan yang lainnya melihat kelompok calon pasukan khusus bergerak diam diam menuju zerg yang tampak seperti tupai sebesar sapi yang sedang tertidur di bawah pohon besar. 


"Mereka belum pernah melawan zerg?" Dimas mengerutkan kening saat melihat kelompok ini dan bertanya kepada jenderal Andika.


Jenderal Andika menggelengkan kepalanya dan berkata "Sebenarnya kelompok ini adalah yang paling berpengalaman daripada calon pasukan khusus lainnya, sejauh ini dalam setiap latihan simulasi mingguan mereka selalu berhasil mengalahkan zerg hanya dengan sedikit luka"


"Ada tiga, masing masing pertempuran simulasi terdapat satu zerg dan jika mereka berhasil memenangkan pertempuran simulasi ini maka akan ada total empat zerg yang mereka kalahkan" Jawab jenderal Andika dengan sedikit perasaan malu dengan angka ini.


"Ada terlalu sedikit zerg, pertempuran simulasi saat ini hanyalah sarana untuk memperkuat mentalitas mereka sehingga mereka tidak akan terlalu takut saat menghadapi zerg secara langsung dalam pertempuran nyata nantinya" Jenderal Andika menjelaskan.

__ADS_1


Dimas hanya bisa mengangguk, lagipula tidak ada yang bisa dilakukan jika jumlah zerg kurang dan mereka tidak ingin membiarkan terlalu banyak zerg di sekitar mereka karena merupakan bahaya yang sangat mematikan. Pertempuran simulasi berlangsung dengan sangat singkat, meskipun dalam pertempuran simulasi ini mereka hanya diperbolehkan menggunakan senjata dingin seperti pisau dan sejenisnya namun semua orang telah terbiasa melawan zerg sebelumnya jadi tidak akan terlalu sulit.


"Sepertinya metode pelatihan pasukan khusus kita harus ditingkatkan kedepannya, mungkin perlu beberapa bulan tapi menurutku kebutuhan akan pasukan khusus ini masih tidak diperlukan sampai setidaknya zerg menyerang manusia" Dimas berpikir sejenak dan berkata kepada jenderal Andika.


"Kau bisa membuat metode pelatihan yang lebih baik?" Jenderal Andika bertanya sambil menatap Dimas dengan tidak yakin.


Dimas menggelengkan kepalanya "Tidak, tapi aku mungkin bisa membuat beberapa peralatan yang dapat meningkatkan efisiensi pelatihan"


Dimas memikirkan teknologi vr yang mirip seperti yang ada dalam film Ready Player One yang pernah ditontonnya, yang mana itu adalah jenis rv yang pertama  digunakan tokoh utama pada awal film. Jenis vr ini akan lebih baik untuk pelatihan para tentara daripada menggunakan vr full dive yang membuat pemakainya hanya perlu berbaring untuk memasuki dunia virtual, yang dibutuhkan oleh seorang tentara selain melatih keterampilan mereka tentu saja adalah melatih tubuh mereka jadi lebih baik untuk membiarkan mereka memasuki dengan tubuh yang harus ikut bergerak.


"Kalau begitu aku akan menunggu kabar baik secepatnya" Jenderal Andika berkata dengan santai, melalui efisiensi Dimas dalam penelitian teknologi membuat jenderal Andika sedikit mempercayai perkataan Dimas.


Ketiganya terus berkeliling di seluruh tempat di lantai -3 ini, pemberhentian terakhir adalah laboratorium milik profesor Pras yang berukuran sangat besar dengan berbagai macam peralatan canggih di dalamnya. Saat ini dari tiga orang eksekutif Garuda hanya tersisa dua dari mereka, jenderal Andika memiliki kepentingan lain yang mengharuskan dia pergi terlebih dahulu sehingga saat ini hanya menyisakan Dimas bersama dengan profesor Pras.

__ADS_1


Dimas melihat ke sekeliling laboratorium, banyak ilmuwan sedang fokus meneliti sesuatu yang sepertinya adalah kerangka exoskeleton terbuka. Seorang tentara mengenakan kerangka exoskeleton tersebut dan dapat dengan mudah mengangkat sebuah barbel seberat ratusan kilogram hanya dengan satu tangan, namun itu tidak berlangsung lama karena beberapa detik kemudian barbel itu jatuh dengan sangat keras menghantam lantai diikuti oleh tentara yang masih memegang tongkat barbel dan mengenakan kerangka exoskeleton yang ikut jatuh dengan bunyi jatuh yang sangat keras.


__ADS_2