
Ruang pertemuan di tempat perlindungan ibukota Nusantara terdapat beberapa orang dari berbagai posisi sedang duduk untuk melakukan pertemuan penting. Yang memimpin pertemuan kali ini adalah presiden Joko Widodo yang seharusnya sudah berakhir masa jabatannya namun karena tabrakan meteor membuatnya harus menanggung beban sebagai presiden Indonesia pada masa darurat ini.
"Semua orang disini adalah orang orang terbaik dari berbagai bidang baik itu dalam penelitian, pemerintahan, dan juga dalam bidang militer. Pada pertemuan kali ini berkumpul bersama untuk membahas bencana besar yang mungkin akan terjadi pada manusia dengan hadirnya makhluk yang disebut sebagai zerg" Presiden Jokowi berkata untuk memulai pertemuan.
Semua orang mendengarkan dengan seksama tanpa ada yang membuat suara jadi presiden Jokowi melanjutkan "sebelumnya beberapa rekan ilmuwan biologi telah melakukan penelitian terhadap zerg selama kurang lebih 2 minggu dan telah memaparkan hasil penelitian mereka kepada kita 3 hari yang lalu. Sesuai dengan apa yang kita setujui pada waktu itu adalah kita akan mempelajari hasil penelitian tersebut dan membuat rencana untuk menghadapi zerg yang kemungkinan telah menyebar ke seluruh dunia dalam pertemuan ini, jadi jika ada yang ingin mengajukan sebuah rencana kalian bisa menyampaikan dan kita akan merundingkannya bersama"
Saat presiden Jokowi mempersilahkan semua orang untuk mengajukan rencana beberapa diantara mereka terlihat saling memandang sampai akhirnya profesor Surya berdiri untuk mengajukan rencana.
"Untuk rencana yang akan kita rundingkan bersama nantinya biarkan saya memulai dengan mengajukan rencana yang telah kami para ilmuwan yang ikut serta dalam penelitian zerg untuk mengajukan rencana kami" Ucap profesor Surya sambil melihat ke sekeliling.
"Zerg entah itu adalah makhluk purba yang kembali muncul atau adalah alien dari luar Bumi pasti akan selalu memiliki kelemahan. Selama kita terus meneliti dan mengembangkan senjata biologis yang sesuai kita pasti dapat mengalahkan zerg dan sepenuhnya membebaskan manusia dari ancaman zerg, kita bisa memulai dengan meneliti senjata biologis seperti penghambat gen untuk menekan perkembangan dan evolusi zerg. Kita juga bisa mengembangkan metode pengendalian biologis kepada zerg untuk membuat mereka tidak bisa berhenti berkembang biak dan juga berevolusi"
__ADS_1
Setelah profesor Surya selesai berbicara tentang rencananya hampir semua orang di ruang pertemuan bertepuk tangan untuk menyampaikan apresiasi terhadap rencana tersebut.
"Rencana yang diajukan oleh profesor Surya sangat bagus, selama kita dapat membuat senjata biologis dan menyebarkannya melalui udara maka dapat dipastikan kita akan dapat memusnahkan zerg dengan resiko yang paling kecil" Presiden Jokowi berkata dan memberikan tepuk tangan untuk mengapresiasi rencana profesor Surya.
"Saya pikir rencana ini tidak akan cukup untuk menghadapi zerg sekarang" Seseorang dengan seragam militer berdiri dan mengungkapkan pemikirannya terhadap rencana profesor Surya. Orang itu adalah jenderal besar yang menjadi pemimpin tertinggi di militer angkatan darat negara Indonesia yaitu jenderal besar Andika.
Suara dari jenderal besar Andika terdengar sangat keras yang merupakan kebiasaannya di militer untuk berbicara keras saat ingin menyampaikan pendapat, suara keras ini membuat orang orang di ruang pertemuan akhirnya mengalihkan perhatian kepada jenderal besar Andika yang masih berdiri tegak di tempatnya.
Yang lainnya setuju dengan pendapat dari jenderal Andika dan menganggukan kepala mereka untuk mengungkapkan persetujuan mereka. Presiden Jokowi juga mengangguk untuk mengungkapkan persetujuan dan berkata "Kedua rencana telah diusulkan oleh profesor Surya dan juga jenderal Andika dan mendapat dukungan yang sangat tinggi dari semua orang, apakah ada yang ingin mengajukan rencana lainnya?"
Kali ini seorang wanita yang merupakan menteri sosial berdiri untuk mengajukan rencana lainnya, wanita itu adalah Marisa Melani yang saat ini berdiri dengan penuh perasaan serius menatap semua orang.
__ADS_1
"Jika bencana zerg ini benar benar terjadi maka pasti akan menimbulkan keresahan sosial, belum lagi lingkungan Bumi yang telah memasuki zaman es yang sudah merusak tatanan sosial di negara bahkan di dunia. Untuk itu saya ingin mengusulkan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kepada seluruh tempat perlindungan resmi dari memperluas ukuran tempat perlindungan, mempersiapkan fasilitas dan senjata untuk menahan zerg serta memberikan pendidikan wajib militer kepada seluruh masyarakat yang memenuhi syarat"
"Tindakan ini pastinya akan membuat semua persediaan cadangan yang disimpan oleh negara untuk bertahun tahun yang akan datang habis lebih cepat dari yang seharusnya, jadi menurut saya kita bisa membangun beberapa pabrik untuk menghasilkan berbagai kebutuhan negara serta membangun ladang dan peternakan di bawah tanah agar kedepannya persediaan makanan yang kita hasilkan mampu mengimbangi persediaan makanan yang kita keluarkan untuk masyarakat yang membutuhkan lebih banyak tenaga saat mengikuti wajib militer" Menteri Marisa menyampaikan usulan rencananya yang segers mengundang tepuk tangan di ruang pertemuan.
"Usulan yang diberikan oleh Ibu Marisa pasti akan dilakukan, meskipun persediaan negara hanya cukup untuk waktu kurang dari 10 tahun namun jika usulan dari Ibu Marisa sesuai dengan kenyataan maka diperkirakan negara kita bisa pulih lebih cepat meskipun hanya bisa tinggal di bawah tanah"
Setelah ketiga usulan rencana yang diberikan oleh pemimpin di bidang penelitian, militer serta pemerintahan tersebut beberapa rencana lain juga diusulkan oleh orang orang yang ada di ruang pertemuan. Semua rencana ini kurang lebih sama dengan ketiga rencana yang paling pertama diajukan dan hanya berbeda dalam kata kata yang disampaikan.
Dimas juga berada di ruang pertemuan tersebut, namun karena dia tidak memiliki pengaruh dan merupakan yang termuda diantara semua orang di ruang pertemuan Dimas hanya diberikan tempat duduk di bagian belakang ruang pertemuan dan telah diabaikan sepanjang pertemuan ini. Dimas tidak mempermasalahkan hal ini, lagipula dia tidak memiliki jabatan dan juga pengaruh disini, bahkan gelar profesor yang diberikan juga bukan profesor sungguhan dan hanya digunakan karena dia meneliti reaktor fusi nuklir dan juga zerg.
"Apakah tidak ada yang ingin mengajukan rencana lainnya? Jika begitu kita akan mulai membuat rencana menggunakan usulan usulan sebelumnya" Presiden Jokowi hendak melanjutkan pertemuan ke bagian selanjutnya dimana mereka akan membuat rencana lengkap untuk menangani zerg dari semua usulan ini namun Dimas yang duduk di kursi bagian belakang tiba tiba berdiri dan mengangkat tangannya untuk menginterupsi.
__ADS_1