Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Adakan Pertemuan Lain


__ADS_3

Dimas mengendarai motor maglev untuk menuju ke sarang zerg selanjutnya yang berada di daerah Jawa ini. Untuk sarang zerg sebelumnya Dimas sudah memindahkannya ke laboratorium teknologi, sedangkan untuk zerg yang berada di bawah kepemimpinan sarang zerg tersebut mereka seperti anak ayam yang kehilangan induknya dimana mereka panik setelah sarang mereka hilang dan mereka semua hanya berkerumun di sekitar tempat sarang zerg sebelumnya berada.


Agar para zerg yang telah tenang nantinya tidak menyerang dan membuat kekacauan terhadap manusia Dimas sudah melaporkan koordinatnya kepada jenderal Andika dan meminta pihak militer untuk mengatasi para zerg ini. Hal ini juga bisa digunakan untuk pelatihan para tentara agar lebih terlatih dalam menghadapi zerg di masa depan.


Dimas kemudian menghabiskan beberapa hari di luar dan mengambil semua sarang zerg yang ada di pulau jawa ke laboratorium teknologinya, Dimas juga mengirimkan koordinat setiap tempat sarang zerg ke jenderal Andika agar zerg yang ada di tempat tersebut dapat segera diberantas oleh militer dan tidak akan mengganggu manusia. 


Selama beberapa hari ini Dimas akan menghabiskan beberapa menit untuk berkendara menggunakan motor maglev, kemudian melakukan pengintaian dan memasukan setiap sarang zerg yang ditemuinya dengan waktu sesingkat yang dia bisa. Sebagian besar waktu Dimas dihabiskan pada laboratorium teknologi baik itu untuk memperbaiki armor mekanis yang mengalami beberapa kerusakan setelah memasuki wilayah zerg atau melakukan simulasi dengan bantuan Lunar untuk memverifikasi kebenaran mengenai peperangan dua peradaban besar yang ada di Galaksi Bima Sakti yang akan terjadi dalam 72 tahun lagi.


Agar dirinya aman Dimas memindahkan tubuhnya ke laboratorium virtual, dengan begini bahkan jika ada zerg yang mengejar Dimas maka mereka tidak akan bisa melakukan serangan karena mereka bahkan tidak menemukan tubuh Dimas yang sudah berpindah ke dimensi lain.


Dimas saat ini sedang berkendara untuk kembali ke tempat perlindungan di Surabaya, semua sarang zerg yang berada di pulau jawa sudah berhasil dipindahkan oleh Dimas jadi dia tidak berencana untuk terus berkeliaran di luar. Saat Dimas semakin dekat dengan tempat perlindungan Surabaya radar menangkap pergerakan banyak kendaraan maglev yang sepertinya merupakan kendaraan maglev yang baru saja mengevakuasi penduduk dari tempat perlindungan lain. Dimas berinisiatif untuk menyapa para pasukan evakuasi ini, dia segera memperlambat kecepatan motor maglev sampai menyamai kecepatan rombongan ini.

__ADS_1


Dimas melihat kendaraan maglev berbentuk bus bergerak dalam satu baris rapi mengikuti sebuah kendaraan maglev dengan persenjataan lengkap di bagian depan, di dalam bus yang bertepatan berada di sebelahnya Dimas melihat orang orang di dalam bus itu memperhatikan dirinya, jadi dia hanya melambaikan tangan sejenak dan bergegas ke bagian depan barisan untuk menyapa mereka.


Setelah menyapa para pemimpin pasukan yang memimpin evakuasi Dimas kemudian kembali mempercepat motor maglevnya menuju ke tempat perlindungan Surabaya. Dimas menunjukan kartu identitasnya seperti sebelumnya sebelum akhirnya tentara yang sedang berjaga menaikan pagar palang dan membiarkan Dimas masuk.


Dimas mengemudikan motor maglev kembali ke kendaraan maglevnya, setelah pintu belakang kendaraan maglev ditutup Dimas segera memindahkan motor maglev dan armor mekanisnya ke dalam laboratorium teknologi. Dimas menuju ke tempat perlindungan, saat ini tempat perlindungan tidak seperti sebelumnya dimana para pengungsi sampai harus berdiam di koridor tempat perlindungan, sebagian pengungsi yang sudah lebih baik sudah dibawa ke pulau kalimantan dan yang tersisa di tempat perlindungan ini saat ini adalah para pengungsi dari tempat perlindungan lain yang telah diangkut dalam beberapa hari terakhir.


"Jenderal Andika, ada situasi darurat, kita harus kembali dan mengadakan rapat bersama seluruh eksekutif Garuda dan para petinggi negara lainnya" Dimas langsung berkata saat dirinya baru saja memasuki ruangan gubernur yang saat ini diserahkan kepada jenderal Andika.


Jenderal Andika mengerutkan keningnya karena Dimas yang tiba tiba datang setelah sebelumnya menghilang selama beberapa hari dan hanya memberikan koordinat sarang zerg yang mana sarangnya sudah tidak ada lagi.


"Ini menyangkut seluruh peradaban manusia bahkan Galaksi Bima Sakti, aku menemukan sesuatu yang lebih serius daripada zerg di Bumi sekarang" Dimas berkata dengan serius.

__ADS_1


Melihat ekspresi serius di wajah Dimas membuat jenderal Andika menyadari bahwa Dimas tidak sedang bermain main, dia segera menghubungi seseorang untuk datang dan memintanya menggantikan sementara dirinya untuk memimpin tempat perlindungan ini. Begitu orang yang dihubungi oleh jenderal Andika sampai ke ruangan tersebut jenderal Andika segera menyerahkan tugas tugas terkait kepada orang tersebut dan meninggalkan ruangan tersebut.


"Omong omong dimana kedua anak yang aku minta untuk diatur di kediamanku sebelumnya?" Keduanya baru saja keluar dari ruangan jenderal Andika kemudian Dimas langsung bertanya mengenai Lia dan adiknya yang sebelumnya telah diminta oleh Dimas untuk diatur di kediamannya.


"Beberapa hari yang lalu sekretarismu datang ke tempat ini, setelah mendapati kau tidak ada dia kemudian kembali ke kalimantan bersama dengan kedua anak itu" Jawab jenderal Andika.


Dimas hanya mengangguk, dirinya  memang berniat membawa kedua kakak beradik itu ke pulau kalimantan, tapi karena sekarang keduanya sudah dibawa oleh Dea jadi Dimas tidak perlu pergi terlebih dahulu ke kediaman kedua anak itu untuk menjemput mereka dan bisa langsung pergi bersama jenderal Andika.


Dimas dan jenderal Andika keluar dari tempat perlindungan, bersama dengan beberapa orang tentara mereka kemudian mulai bergegas ke arah pulau kalimantan melalui lautan es yang menghubungkan pulau kalimantan dan juga pulau jawa. Kendaraan maglev bergerak dengan kecepatan penuh dan diperkirakan mereka akan sampai dalam waktu kurang dari 1 jam. Selama perjalanan Dimas menjelaskan secara singkat mengenai apa yang dikatakan oleh sarang zerg mengenai perang kedua peradaban besar di Galaksi Bima Sakti yang akan terjadi 72 tahun lagi.


Selain itu Dimas juga mengirimkan pesan kepada semua eksekutif Garuda dan meminta ketiga eksekutif yang berada di kalimantan saat ini untuk membantu mengumpulkan para petinggi negara serta mengundang beberapa ahli astronomi untuk mengadakan rapat. Agar tidak ditanyai lebih lanjut Dimas hanya mengirimkan beberapa informasi yang telah didapatkan oleh Dimas dari hasil simulasi yang dilakukan bersama Lunar, mengenai keakuratan informasi itu dengan kecerdasan buatan setingkat Lunar dan superkomputer kuantum yang sangat maju dari peradaban tingkat 5 maka Dimas sangat yakin bahwa resiko kesalahan bisa diabaikan.

__ADS_1


Dalam jajaran eksekutif Garuda, selain dari Dimas yang telah mempelajari pengetahuan astronomi dari bank teknologi yang ada di laboratorium tidak ada yang memahami informasi yang dikirim Dimas, namun karena Dimas membuat informasi itu dalam bahasa yang sangat sederhana jadi mereka memahaminya dengan cepat. Mereka juga memanggil beberapa orang yang memiliki banyak pemahaman dalam bidang astronomi untuk membantu memverifikasi beberapa hal yang memerlukan penilaian para ahli.


Hasilnya dalam 1 jam kemudian Dimas bersama jenderal Andika telah sampai ke tempat perlindungan ibukota, dan setelah mereka pergi ke ruang pertemuan ruangan itu sudah dipenuhi dengan orang orang yang diminta oleh Dimas sebelumnya.


__ADS_2