
Pintu kediaman keluarga Dea diketuk oleh Dea sendiri, dia sudah tidak bertemu okeluarganya selama beberapa bulan karena tugasnya adalah membantu pekerjaan Dimas dan tidak ada waktu senggang yang dia miliki untuk bertemu orang tuanya. Tidak lama kemudian suara membuka kunci terdengar dan pintu terbuka, yang membukakan pintu adalah adik Dea yaitu Niko, dia tampak kaget dengan kemunculan Dimas dan Dea yang ada di depannya sekarang.
"Ibu, kakak pulang!" Niko berteriak dan berlari ke dalam.
Dea dan Dimas hanya bisa tertawa kecil dengan kelakuan Niko, mereka kemudian mengikuti masuk ke dalam kediaman keluarga Dea dan menutup pintu. Kediaman yang disediakan oleh tempat perlindungan adalah merupakan ruangan multifungsi yang merupakan gabungan dari ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, dan juga dapur yang dijadikan satu, hanya toilet dan kamar mandi yang dibuat terpisah di bagian sudut.
Kedua orang tua Dea mendengar teriakan Niko, mereka menoleh ke arah pintu dan mendapati putri mereka telah kembali setelah beberapa bulan tidak ada kabar. Ibu Dea yang sedang mencuci langsung mengeringkan tangannya menggunakan kain dan menghampiri Dea dengan ekspresi gembira, ayah Dea juga berdiri dan menghampiri Dea seperti istrinya. Dengan cepat Dea dan kedua orang tuanya berpelukan dan entah Dea atau ibu Dea yang memulai keduanya mulai menangis tanpa sebab, Dimas sengaja berdiri sedikit menjauh dari ketiga orang yang sedang berpelukan itu dan mengamati sambil tersenyum kecil.
"Sepertinya aku juga harus pulang, ku harap ibu tidak akan memenjarakanku dan tidak memperbolehkanku pergi lagi nantinya" Gumam Dimas sambil memikirkan orang tuanya.
"Kak Dimas, apa kau punya sesuatu yang menyenangkan untuk dimainkan?" Sebuah suara membuat Dimas kembali sadar, dia menoleh ke arah suara itu dan mendapati Niko sedang berdiri di sampingnya.
Dimas mengerutkan keningnya kepada Niko dan setelah beberapa saat Dimas kemudian berkata "Kenapa kau tidak ikut reuni keluarga bersama yang lainnya? Apa kau tidak sayang dengan kakakmu?"
"Aku menyayangi kak Dea, tapi menurutku kak Dimas memiliki hal yang menarik jadi biarkan saja kak Dea bersama ayah dan ibu terlebih dahulu" Ucap Niko.
__ADS_1
Dimas hanya menghela nafas panjang dan mengacak acak rambut Niko yang mana tangan Dimas dengan cepat disingkirkan oleh Niko yang menatapnya dengan tatapan tidak puas.
"Jadi apa kak Dimas punya sesuatu yang menyenangkan untuk aku mainkan, kak Dimas sudah mengambil kak Dea dariku jadi kak Dimas harus memberikan sesuatu yang menyenangkan" Niko mengulurkan tangannya dan menatap Dimas dengan tidak puas.
Dimas menatap Niko sebentar dan melirik ke arah tiga orang yang masih berpelukan kemudian berkata kepada Niko "Apa kau yakin ingin menjual kakakmu untuk sesuatu yang menurutmu menarik?"
Niko mengangguk, hal ini membuat Dimas terdiam dan menghela nafas panjang untuk kesekian kalinya. Dimas kemudian memikirkan apa yang bisa diberikan kepada seorang adik yang menjual kakaknya ini, dia melihat apa yang dia miliki di laboratorium teknologi yang bisa dia berikan kepadanya. Setelah beberapa pertimbangan Dimas akhirnya memilih sebuah drone anti gravitasi yang merupakan drone yang seharusnya digunakan untuk pengintaian dan sebuah perangkat seperti bando yang memiliki sensor neuron untuk mengontrol drone tersebut.
Dimas secara diam diam mengekstrak kedua benda itu di dalam saku jaketnya yang tebal, Dimas terlebih dahulu mengeluarkan perangkat seperti bando dan memakaikannya ke kepala Niko secara vertikal sehingga bando itu melingkari bagian belakang kepala Niko dan salah satu ujung bando yang terlihat lebih panjang tepat di bawah mata sebelah kanan.
"Ini disebut neurophone, isinya sama seperti ponsel hanya saja bisa kau kendalikan dengan pikiran. Pertama tama kau bisa lakukan registrasi untuk mengaktifkan neurophone itu kemudian kau bisa mengikuti panduan dan tutorial penggunaan yang terlihat disana" Ucap Dimas.
Ketiga orang yang tadinya berpelukan untuk mengungkapkan kerinduan mereka sudah melepaskan pelukan mereka, saat ini semua orang duduk di lantai yang beralaskan karpet dan melakukan pembicaraan singkat. Ketiganya sesekali melirik ke arah Niko yang sedang bermain dengan mainan barunya dengan penasaran. Karena tidak tahan dengan rasa penasaran ibu Dea kemudian bertanya kepada Dimas.
"Dimas, mainan apa yang kau berikan kepada Niko? Kenapa aku melihat mainan itu terlihat seperti perangkat berteknologi tinggi?" Ucap ibu Dea.
__ADS_1
Dea kemudian ikut angkat berbicara dan bertanya kepada Dimas "Apa yang ibuku katakan benar, drone itu sepertinya menggunakan teknologi anti gravitasi dan bando yang dipakai Niko sepertinya adalah remot kontrol dari drone yang bisa mengendalikan drone menggunakan pikiran"
Dimas cukup kagum dengan penglihatan Dea, meskipun dia tidak terlalu paham mengenai penelitian berbagai perangkat berteknologi tinggi namun penilaiannya terhadap perangkat berteknologi tinggi tidak bisa diremehkan.
"Tante Julia benar, keduanya adalah model dari ponsel masa depan yang bernama neurophone dan juga model drone pengintai yang menggunakan anti gravitasi sebagai mesin pendorong, keduanya belum diproduksi secara massal dan ini merupakan produk dari laboratorium jadi bisa dibilang Niko adalah salah satu pengguna pertama dari kedua perangkat ini" Ucap Dimas
Dimas kemudian menjelaskan secara singkat kedua alat ini dan kemudian pembicaraan berputar di sekitar penelitian yang dilakukan oleh Dimas. Untuk Dimas sendiri dia tidak masalah menyebutkan apa saja yang sudah diteliti olehnya karena semua itu memang tidak dirahasiakan oleh negara.
"Apa yang akan kalian teliti nantinya? Aku dengar pemerintah sudah memasang pemancar sinyal untuk jaringan internet, apakah kalian ingin memulihkan internet dan fokus pada teknologi untuk kesejahteraan masyarakat setelahnya?" Ibu Dea bertanya kepada Dimas.
Dimas menggelengkan kepalanya "Jaringan internet sudah dibentuk kembali dari beberapa minggu yang lalu, hanya saja untuk saat ini internet yang ada hanya untuk keperluan negara dan untuk sementara masyarakat umum tidak bisa memakainya karena untuk membuat perangkat yang sesuai dibutuhkan sumber daya yang mana saat ini pemerintah sedang berusaha menghemat dan mencari sumber daya tersebut"
"Setidaknya tunggu 1 tahun atau 2 tahun lagi krisis sumber daya akan dapat ditangani dan kita akan memiliki sumber daya yang cukup untuk memulihkan tatanan sosial kita" Sambung Dimas.
"Lalu apa yang akan kau teliti setelah ini?" Tanya ayah Dea.
__ADS_1
"Teknologi gravitasi buatan dan anti gravitasi" Jawab Dimas tanpa menutupi apapun tentang penelitian selanjutnya.
Kedua teknologi ini saling terkait dan tidak dapat dipisahkan meskipun sifat mereka berlawanan jadi Dimas memutuskan untuk meneliti kedua hal ini secara bersama sama agar tidak membuang lebih banyak waktu.