
Tiga buah helikopter terbang ke ketinggian dari tempat perlindungan resmi, tujuan dari helikopter itu adalah tempat perlindungan keluarga Dea yang menjadi posisi Dimas saat ini. Setelah beberapa pertimbangan, kolonel Bayu memutuskan untuk memimpin penyelamatan terhadap Dimas dan membawa beberapa orang tentara menggunakan helikopter ketiga.
"Kemana kita akan melakukan misi kali ini? Biasanya kita hanya menggunakan mobil baja tapi sekarang kita menggunakan helikopter secara langsung" Yang berbicara adalah seorang tentara yang baru bergabung tahun ini dan masih memiliki sedikit pengalaman dalam pertempuran langsung.
"Aku tidak tau akan kemana kita nantinya, tapi dari yang aku dengar kita akan menyelamatkan seorang ilmuwan jenius yang katanya bisa membuat reaktor fusi nuklir" Jawab tentara lain yang juga seangkatan dengan dirinya.
"Fusi nuklir? Kenapa tidak bilang kalau ilmuwan yang akan kita selamatkan membuat mesin waktu" Tentara itu memutar matanya tidak percaya kepada apa yang dikatakan rekannya.
Rekan tentara itu juga hanya mengangkat bahunya karena dia juga juga tidak percaya dengan informasi mengenai peneliti itu. Keduanya tetap diam sambil mendengar percakapan dari tentara lainnya yang juga menaiki helikopter yang sama dengan mereka, sebuah percakapan dari tentara di depan mereka menarik perhatian mereka dan juga tentara lainnya.
"Katanya ilmuwan yang akan kita selamatkan adalah orang gila dengan sedikit kelebihan pada otaknya, dia mengatakan bahwa tempat mereka saat ini sedang dikepung oleh monster dan menolak pergi dari sana jika tidak dijemput menggunakan helikopter" Kata salah satu tentara.
Suasana di dalam helikopter menjadi diam menyisakan bunyi angin menderu dan baling baling helikopter yang terus berputar. Pada detik berikutnya suara tawa dari semua tentara yang mendengar perkataan tentara sebelumnya terdengar menyaingi deru angin dan baling baling.
Kolonel Bayu duduk di sebelah pilot helikopter tidak mendengar apa yang dibicarakan oleh para tentara di belakangnya, namun suara tawa yang mampu menyaingi suara baling baling helikopter masih menarik perhatiannya sehingga dia menoleh untuk melihat mereka semua. Suara tawa menghilang seketika seolah olah seseorang telah membisukan suara tawa itu, kolonel menatap mereka semua dengan tatapan serius dan terlihat garang sehingga mereka semua tidak berbicara lagi.
__ADS_1
"Berhenti bercanda, sebentar lagi kita sampai di tempat tujuan jadi bersiaplah!" Kolonel Bayu berkata kepada mereka.
Setelah beberapa menit mengudara akhirnya tiga buah helikopter dari tempat perlindungan resmi sampai di tempat paling luar dari wilayah yang diinvasi zerg. Helikopter tidak terbang terlalu tinggi sehingga mereka melihat dengan jelas apa yang ada di bawah dimana ada sesuatu berwarna hitam pekat seukuran orang dewasa berkeliaran di bawah sana. Jejak yang dihasilkan oleh mobil baja yang dikendarai oleh Dimas dan keempat tentara yang mengikutinya terlihat dengan jelas bersama beberapa sosok hitam yang tergeletak dekat jejak yang ditinggalkan mobil baja.
Kolonel Bayu melihat pemandangan menggunakan teropong night vision sehingga melihat bahwa sosok hitam itu ternyata adalah semut seukuran orang dewasa dan mereka mulai bergerak untuk mengejar rombongan helikopter setelah mendengar suara bising yang dihasilkan. Para tentara yang baru saja ditegur oleh kolonel Bayu menjadi sedikit bosan dengan suasana di dalam helikopter sehingga mereka melihat lihat pemandangan di bawah untuk meredakan kebosanan mereka. Meskipun tidak ada cahaya yang membuat orang orang sulit melihat dalam jarak yang jauh tapi sebagai seorang tentara mereka semua tentu saja memiliki penglihatan yang bagus bahkan dalam lingkungan yang gelap.
Salah satu tentara melihat ke bawah menemukan lingkungan yang seharusnya berwarna putih karena bersalju malah berwarna hitam pekat dan terlihat bergerak mengikuti helikopter mereka. Tentara itu terus memperhatikan lingkungan di bawah sehingga membuat tentara lainnya juga ikut melihat ke bawah dan melihat pemandangan bersalju di bawah telah digantikan oleh warna hitam pekat yang terlihat bergerak mengikuti mereka.
Salah satu tentara menggunakan scope night vision mengarahkan senapannya ke bawah untuk melihat apa sebenarnya yang ada di bawah. Penampilan dari semut sebesar orang dewasa segera membuat tentara itu merasakan perasaan dingin di sekujur tubuhnya, seluruh tempat di bawah mereka adalah semut ini yang mana jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan.
Tentara lain saling memandang dan menggunakan scope di senapan atau teropong night vision untuk melihat hal yang dilihat tentara sebelumnya membuat mereka bersikap hampir sama dengan yang dilakukan tentara sebelumnya untuk menenangkan diri mereka. Sebagai tentara, mentalitas dari masing masing orang adalah yang terbaik dan mereka semua dengan cepat menerima kenyataan kalau mereka harus menghadapi monster dalam misi kali ini.
Tiga buah helikopter dengan cepat tiba di lokasi rumah keluarga Dea, melihat rumah yang keadaan rata dengan tanah dan sebuah mobil baja terparkir tepat di depan reruntuhan rumah itu. Kolonel Bayu mengambil HT dan berbicara sambil melihat ke arah reruntuhan rumah dan juga zerg yang terus mendekat ke arah mereka.
Di dalam tempat perlindungan keluarga Dea saat ini Dimas dan lainnya sedang duduk melingkari meja di tengah yang menjadi tempat diproyeksikannya peta Bumi dengan ratusan titik merah yang menjadi tempat jatuhnya meteor dan serpihan serpihan kecil yang tersebar di seluruh Bumi. HT yang dipegang salah satu tentara kemudian mengeluarkan bunyi gemerisik dan setelahnya terdengar suara tegas dari HT tersebut.
__ADS_1
"Kami telah sampai di lokasi yang disebutkan, sepertinya semut dengan ukuran orang dewasa atau yang kalian sebut zerg itu tertarik dengan helikopter yang kami naiki sehingga mereka mengejar kami. Kalian punya waktu sekitar 2 menit untuk keluar dari tempat perlindungan sebelum kerumunan zerg dalam jumlah besar datang kesini" Ucap orang dari HT yaitu kolonel Bayu.
Dengan apa yang dikatakan oleh kolonel Bayu di HT tersebut, Dimas dan yang lainnya termasuk keluarga Dea kembali membuka pintu masuk tempat perlindungan. Suara baling baling helikopter terdengar samar saat pintu tempat perlindungan terbuka, mereka segera bergegas ke atas untuk keluar dari ruang bawah tanah namun ternyata pintu ruang bawah tanah tidak dapat dibuka.
"Pintu masuk ruang bawah tanah ini sepertinya terhalang oleh reruntuhan rumah setelah sebelumnya diledakan" Ucap tentara yang berada paling depan.
Keluarga Dea sudah mengetahui kalau rumah mereka telah dihancurkan oleh Dimas dengan reaktor fusi nuklir portabel untuk menyelamatkan Diri dan menghindari kejaran zerg, jadi mereka hanya bisa menghela nafas dan menerima hal itu.
"Minggir!" Dimas berkata kepada tentara di depannya kemudian mengeluarkan senjata elektromagnetik dari laboratorium teknologinya yang disamarkan dengan berpura pura mengambil senjata itu dari balik jaketnya.
Dimas mengatur agar sisa energi yang tersisa digunakan sekaligus untuk membuat peluru dari elektromagnetik yang lebih kuat, Dimas membidik dan menembak pintu masuk dengan senjata elektromagnetik yang membuat pintu kayu serta reruntuhan yang menutupi pintu kayu itu terpental menjauh. Senjata elektromagnetik kehabisan energinya secara langsung jadi Dimas mengembalikan senjata elektromagnetik itu ke laboratorium tanpa sepengetahuan siapapun.
"Ayo cepat, zerg itu tidak akan segera datang" Dimas berteriak kepada semua orang.
Mereka semua ingin menanyakan senjata apa yang Dimas gunakan namun mereka masih lebih mementingkab keselamatan diri mereka sehingga mereka segera bergegas keluar dan melambaikan tangan ke arah helikopter yang berputar putar di atas mereka.
__ADS_1