Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Test Drive


__ADS_3

Sudah 2 minggu semenjak penelitian kendaraan maglev dilakukan, selama waktu penelitian ini Dimas telah menghabiskan rata rata 18 jam di laboratorium untuk membantu penelitian dari berbagai bidang teknologi yang diperlukan oleh kendaraan maglev. Saat ini Dimas berada di ruang penelitian mesin levitasi magnetik yang merupakan teknologi utama untuk membuat kendaraan maglev, dia duduk diatas sebuah kursi telur atau egg chair yang terlihat mengambang di atas tanah.


"Untuk keseimbangannya sudah sangat bagus, tapi seperti yang yang kita bicarakan sebelumnya bahwa total beban yang bisa diangkat oleh mesin maglev setidaknya bisa mengangkat beban ratusan ton dan juga harus bisa melakukan akselerasi instan" Dimas berdiri dari kursi telur itu dan memberikan pendapatnya kepada para ilmuwan yang telah meneliti mesin maglev di kursi tersebut.


Kursi telur ini telah dipasang dengan sebuah mesin maglev ukuran kecil yang membuatnya bisa melayang di udara, bisa dibilang bahwa ini adalah prototype dari mesin maglev yang sedang dikembangkan. Mesin maglev yang ada di kursi ini hanya berguna untuk membuat kursi melayang tanpa kemampuan akselerasi sama sekali, bahkan karena keterbatasan baterai membuat kursi tidak bisa menahan beban lebih dari 150 kilogram.


"Masalah akselerasi dari mesin maglev sudah hampir diatasi, mungkin jika eksekutif Dimas dapat membantu maka masalah akselerasi dari mesin maglev akan diselesaikan hari ini juga. Untuk masalah beban yang bisa diangkat oleh mesin maglev disebabkan oleh kekurangan energi sehingga kami hanya bisa membatasi output baterai agar bertahan lebih lama yang mana membuat beban yang bisa diangkat juga berkurang" Seorang ilmuwan pria paruh baya tersenyum canggung sambil mengatakan permasalah yang terjadi pada mesin maglev.


Dimas berpikir sejenak dan setelah memperkirakan waktu penelitian dia kemudian berkata "aku akan membantu penelitian mesin maglev ini, untuk masalah baterai kita akan memiliki baterai nuklir dalam beberapa hari jadi tidak perlu mengkhawatirkan mesin maglev kehabisan daya"


Teknologi baterai nuklir dan juga teknologi mesin maglev adalah teknologi yang paling penting dalam pembuatan kendaraan maglev, untuk teknologi lainnya seperti mengemudi otomatis dan juga desain badan mobil beberapa insinyur dapat menyelesaikan semua itu dengan lebih mudah. 


Dengan bantuan Dimas, penelitian mesin maglev berjalan dengan sangat lancar. Dalam waktu 1 hari Dimas bersama dengan para peneliti ini terus meneliti mesin maglev dan akhirnya membuat mesin maglev yang tepat untuk sebuah kendaraan maglev. Penelitian baterai juga akhirnya selesai 2 hari kemudian dan setelah pengujian yang dilakukan oleh para ilmuwan ditemukan bahwa sebuah baterai nuklir mampu menghidupi 1 mesin maglev untuk waktu 1 minggu.

__ADS_1


Kedua teknologi paling penting dalam penelitian kendaraan maglev telah diselesaikan, yang tersisa adalah beberapa teknologi yang lebih mudah untuk diselesaikan. Sesuai dengan yang diperkirakan oleh Dimas, seminggu setelah kedua teknologi baterai nuklir dan teknologi mesin maglev berhasil diselesaikan semua teknologi lainnya satu persatu diselesaikan dan saat ini kendaraan maglev yang nyata sedang dirakit oleh para teknisi.


Perlu beberapa jam untuk belasan teknisi merakit sebuah kendaraan maglev ini, secara keseluruhan kendaraan maglev menyerupai sebuah mobil sehingga mereka semua menyebut kendaraan maglev ini sebagai mobil maglev. Dalam hal desain, mobil maglev terlihat sama seperti sebuah mobil sport pada umumnya namun pada tempat yang seharusnya menjadi milik ban telah digantikan oleh sebuah bantalan maglev.


"Mobil maglev ini terlihat sangat mewah" Seorang berkata dengan kagum.


"Tentu saja, sebagai kendaraan maglev pertama di dunia pastinya penampilannya akan dipajang di banyak tempat di masa depan, maka dari itu penampilan dari mobil ini harus terlihat sebaik mungkin" Insinyur yang mendesain badan mobil ini berkata dengan bangga.


Insinyur itu tertawa dan berkata "Bahkan jika mereka melihat desain mobil ini saat ini dapat dipastikan mereka tidak akan tergerak sedikitpun untuk membuatku bekerja kepada mereka, saat ini yang terpenting bagi semua orang adalah bertahan hidup selama mungkin"


"Ayo kita coba terlebih dahulu mobil maglev ini, jika ada masalah maka kita bisa memperbaikinya lebih cepat kemudian mulai produksi massal" Suara Dimas segera menghentikan semua orang dari perbincangan mereka.


Dengan perintah dari Dimas, mobil maglev kemudian dipindahkan keluar laboratorium bawah tanah dan diparkir di atas tanah bersalju. Dimas memiliki pengontrol cerdas di tangannya berdiri beberapa meter dari posisi mobil maglev , pengontrol cerdas ini akan digunakan oleh Dimas untuk mengontrol mobil dari jarak jauh seperti sebuah mobil remot kontrol. 

__ADS_1


Dimas menekan tombol mulai untuk menghidupkan mobil yang langsung direspon oleh mobil maglev dengan mesinnya yang tiba tiba hidup. Baterai nuklir segera menyalurkan energi menuju mesin maglev untuk mengubah energi listrik menjadi gaya elektromagnetik yang disalurkan pada keempat bantalan maglev di setiap sisi untuk menghasilkan medan magnet. Saat medan magnet yang kuat terbentuk, medan magnet tersebut mengangkat mobil maglev setinggi 20 sentimeter.


"Terbang!" 


Semua orang bersemangat saat melihat mobil maglev di depan mereka terbang, mereka semua melupakan perasaan dingin karena suhu yang sangat rendah dan perasaan tercekik karena menghirup terlalu sedikit oksigen, mereka semua fokus pada test drive yang akan dilakukan. Dimas menekan tombol untuk maju pada pengontrol cerdas dan beberapa perubahan segera terjadi pada bantalan maglev yang juga membuat medan magnet yang dihasilkan mengalami sedikit perubahan. Perubahan medan magnet ini mendorong mobil maglev bergerak maju, di mata semua orang bagian bantalan hanya berubah sedikit dan mobil maglev berakselerasi secara instan. Melihat mobil maglev secara bertahap menjauh dari mereka semua, Dimas kemudian membelokan mobil dan membiarkannya terus berputar di sekitar laboratorium bawah tanah.


Mobil maglev berputar beberapa kali mengelilingi laboratorium bawah tanah, setelah Dimas mengontrol mobil selama beberapa putaran Dimas kemudian mengaktifkan mode mengemudi otomatis dan membiarkan mobil dikendalikan oleh kecerdasan buatan di bawah instruksinya. Dimas membuat kecerdasan buatan di mobil maglev terus mempercepat sampai kecepatan maksimalnya, dari pengontrol cerdas di tangannya Dimas melihat bahwa kecepatan mobil telah melebihi 300 m/s dan terus bertambah.


"Semuanya pakai penutup telinga, sebentar lagi mobil maglev akan memasuki kecepatan supersonik dan akan terjadi sonic boom"


Kecepatan suara atau supersonik terjadi pada kecepatan sekitar 340 m/s dan saat ada sesuatu yang melebihi kecepatan supersonik ini maka suatu kejadian yang disebut sonic boom akan terjadi. Kecepatan terus meningkat, pada saat kecepatan akan mencapai 340 m/s sebuah gelombang kejut yang dihasilkan oleh mobil maglev yang melebihi kecepatan suara seperti sebuah ledakan terdengar meskipun semua orang memakai penutup telinga, gelombang kejut inilah yang disebut sonic boom.


Untungnya ukuran mobil maglev tidak besar sehingga pengaruh dari sonic boom tidak terlalu serius. Semua orang hanya merasakan kepala mereka berdengung namun mereka semua tidak mempermasalahkan itu, semua orang bahkan lebih bahagia daripada sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2