Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Gunakan Robot Untuk Membangun Kota


__ADS_3

Hanya perlu waktu kurang dari 2 jam untuk seribu robot pekerja berhasil dirakit dan diaktifkan, hal ini tentu saja diluar dari apa yang diperkirakan oleh semua orang mengenai perakitan robot pekerja ini. Semua orang sangat kagum dengan bagaimana robot pekerja menjadi dua kali lipat jumlahnya setiap 15 menit dengan cara merakit robot pekerja lainnya.


Beberapa orang memiliki kepanikan di dalam diri mereka, mereka berpikir tentang apa yang akan terjadi jika para robot ini membelot dari manusia dan berusaha memusnahkan manusia maka manusia pastinya akan sangat kesulitan melawan mereka meskipun itu hanyalah robot pekerja.


Tentu saja hal ini tidak akan terjadi, dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan juga robot yang ada di laboratorium maka pemberontakan robot dan kecerdasan buatan tidak akan terjadi. Dimas telah membuat robot dan kecerdasan buatan tidak akan memberontak melawan manusia dengan menanamkan program pada robot dan kecerdasan buatan yang mengharuskan mereka setia kepada manusia dan jika dianggap memberontak maka program tersebut akan secara otomatis menjadi program penghancuran diri.


Saat ini Dimas dan yang lainnya sudah berada di dalam tempat perlindungan, semua robot pekerja berbaris dengan rapi di tanah lapang yang berada di daerah pinggiran tempat perlindungan yang berada di bawah tanah. Pekerja yang masih menggali untuk memperluas tanah lapang di pinggiran tempat perlindungan mau tidak mau menghentikan pekerjaan mereka dan melihat robot pekerja ini dengan penuh rasa penasaran.


"Robot pekerja dapat bekerja melakukan pekerjaan berat sampai dengan 12 jam saat terisi penuh, waktu pengisian daya adalah 1 jam  yang akan dilakukan secara nirkabel dan setelahnya robot pekerja akan dapat digunakan seperti semula. Untuk mengatur robot robot ini mengerjakan sesuatu kalian bisa menggunakan perangkat khusus dan memasukan cetak biru dari apa yang ingin dibuat atau kalian bisa mengarahkan para robot pekerja ini menggunakan perintah visual…" Dimas terus memberikan pengenalan singkat mengenai robot pekerja ini kepada para petinggi di tempat perlindungan dan juga para mandor yang mengawasi penggalian para pekerja.


Setelah Dimas selesai menjelaskan semua hal mengenai robot pekerja inj Dimas kemudian memberikan beberapa perangkat untuk mengontrol pekerjaan para robot pekerja ini kepada orang orang tersebut dan membiarkan mereka membiasakan diri dengan perangkat tersebut.

__ADS_1


"Omong omong menteri Marisa sebelumnya memiliki desain lengkap dari kota bawah tanah yang ingin dibangun, kalian bisa menggunakan desain itu secara langsung kemudian mengarahkan para robot pekerja untuk memilih bahan baku yang sesuai untuk membangun semua bangunan yang ada" Ucap Dimas yang teringat dengan desain kota bawah tanah yang sebelumnya dia buat dengan penuh susah payah.


Untungnya menteri Marisa selalu membawa ponsel kuantum yang diberikan oleh Dimas untuk semua eksekutif Garuda, di dalam ponsel itu masih ada salinan dari desain kota bawah tanah yang dibuat oleh Dimas dan para arsitek sebelumnya. File berisi dokumen itu segera dikirim ke perangkat khusus yang digunakan untuk mengontrol pekerjaan para robot pekerja, dengan cepat semua robot pekerja membagi tugas menjadi dua yaitu bagian menggali dan bagian yang mengeluarkan tanah yang sudah digali.


Diameter tempat perlindungan masih terlalu kecil jadi para robot pekerja harus terlebih dahulu mengikuti para pekerja manusia untuk memperluas diameter tempat perlindungan. Nantinya setelah diameter tempat perlindungan mencukupi robot pekerja akan mengirimkan pengingat dan meminta bahan baku yang diperlukan untuk membangun semua bangunan yang akan dibuat.


Saat ini kepentingan Dimas di tempat perlindungan ibukota sudah tidak ada lagi, masalah pengisian nirkabel untuk para robot pekerja ini sedang dikerjakan oleh para ilmuwan yang sebelumnya ikut ke tempat perlindungan ini. Karena tidak ada kegiatan lain akhirnya Dimas memilih untuk berkeliling terlebih dahulu kemudian menyapa keluarga Dea yang juga tinggal di tempat perlindungan ini.


Apa yang kau lihat?" Dimas berkata seolah tidak terjadi apa apa sebelumnya.


Dea sendiri tidak mempermasalahkan Dimas mengagetkannya, dia kembali melihat ke arah robot pekerja yang bekerja menggali tanah dan mengangkut tanah itu keluar "aku hanya berpikir cukup beruntung karena masih dapat melihat hal hal berteknologi tinggi seperti robot robot ini, sayangnya ini adalah robot pekerja dan bukannya robot tempur, jika tidak mungkin kita akan memiliki iron legion yang kuat" 

__ADS_1


Dimas hanya menggelengkan kepalanya dan menepuk kepala Dea, dia kemudian merangkul Dea dan berjalan ke meninggalkan area konstruksi "kita belum membutuhkannya saat ini, setidaknya setelah kita memulihkan atmosfer Bumi dan zerg menjadi lebih aktif kita akan membuat pasukan mekanik dalam jumlah besar bahkan jika perlu kira akan membuat mecha raksasa dan kau bisa mengemudikannya seperti yang kau inginkan dulu"


Dea tidak menolak perlakukan Dimas bahkan dirinya merasa sedikit senang diperlakukan seperti ini oleh Dimas, mereka berjalan keluar dari area konstruksi di daerah pinggiran tempat perlindungan, tidak seperti saat pertama kali Dimas datang ke tempat perlindungan ini sekarang telah ada beberapa orang yang harus tinggal di koridor. Meskipun kondisi orang orang ini masih normal dan nampak sehat tapi menurut Dimas masih tidak terlalu baik untuk para pengungsi ini tinggal di koridor.


"Semua tempat perlindungan di kalimantan sekarang seperti ini, karena evakuasi orang orang dari wilayah lain menuju kalimantan membuat seluruh tempat perlindungan di kalimantan sekarang penuh. Untuk mengatasi itu beberapa ruang bawah tanah dari beberapa bangunan seperti mall, rumah sakit, dan lainnya telah diubah menjadi tempat perlindungan sementara oleh pemerintah untuk menampung para pengungsi lainnya" Dea melihat Dimas yang melihat kesana kemari ke arah pengungsi Mengambil inisiatif untuk menjelaskan.


Dimas mengangguk menanggapi apa yang dikatakan oleh Dea, meskipun Dimas tau bahwa para pengungsi ini pasti akan memenuhi seluruh tempat perlindungan yang ada di pulau kalimantan, namun dia tidak menyangka kalau hal itu akan terjadi sangat cepat. 


"Pembangunan kota bawah tanah masih terus berlanjut, dengan adanya robot pekerja maka pekerjaan akan lebih lancar dan berjalan lebih cepat. Mungkin tidak akan lama sebelum proses penggalian selesai kemudian pembangunan perumahan dilakukan dan para pengungsi akan dapat ditampung dengan baik nantinya" Ucap Dimas.


Keduanya berjalan melewati jalan yang tersisa di koridor, mereka berjalan secara berhati hati dan menghindari untuk menginjak kaki atau tangan para pengungsi yang ada di sekitarnya. Keduanya dengan cepat melewati koridor dan sampai di area kediaman yang disediakan untuk para orang penting di pemerintahan dan juga keluarga mereka. Dimas menggunakan kediaman yang seharusnya menjadi miliknya untuk dipakai oleh keluarga Dea jadi mereka tidak perlu lagi tinggal bersama pengungsi lainnya.

__ADS_1


__ADS_2