Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Rencana Gila (2)


__ADS_3

"Rencana ini terdengar seperti sebuah fantasi, jangan bicarakan tentang membangun benteng mengelilingi pulau kalimantan, bahkan jika rencana itu adalah membuat sebuah robot yang mampu bekerja sendiri adalah hal yang sangat sulit dilakukan bahkan oleh negara negara maju" Seorang petinggi militer memotong perkataan Dimas.


"Sulit bukan berarti tidak bisa dibuat, saya yakin dengan penelitian intensif semua teknologi yang diperlukan untuk rencana saya dapat direalisasikan secepatnya" Dimas tidak marah karena orang ini memotong pembicaraannya, bahkan Dimas membalasnya dengan hormat.


"Itu benar, selama kita dapat menerobos teknologi yang memungkinkan kita membuat robot pekerja maka sumber daya di pulau kalimantan pasti akan cukup untuk membangun benteng pertahanan ini. Selain itu jika masih kekurangan sumber daya kita bisa mengumpulkan sumber daya dari pulau lainnya bersamaan dengan membawa orang orang dari pulau lain. Ini akan melibatkan para peneliti untuk terus meneliti teknologi baru, mengatur tentara untuk menyelamatkan lebih banyak orang dan sumber daya, serta membuat pemerintahan negara kita akan terfokus pada pengembangan satu wilayah saja" Jenderal Andika berkata setelah memikirkan sejenak perkataan Dimas.


"Namun rencana ini akan menghabiskan banyak sumber daya dan persediaan negara kita, jika rencana ini gagal maka negara tidak akan bisa bertahan dari kehancuran" Menteri Marisa menggelengkan kepalanya untuk mengungkapkan ketidaksetujuannya.


Hampir semua orang merasa rencana Dimas terlalu berlebihan, bahkan jika membangun benteng pertahanan masih memiliki kemungkinan berhasil yang kecil namun untuk mengangkat pulau kalimantan menjadi pulau terbang yang melayang di luar angkasa dapat dipastikan adalah sebuah hal yang tidak mungkin terjadi dalam ratusan tahun yang akan datang.


"Semuanya, sepertinya Dimas masih belum menyelesaikan rencana yang diusulkannya, dia hanya menyelesaikan salah satu tahap dari rencananya  dan pasti ada tahap lainnya" Presiden Jokowi menegur orang orang ini, bagaimanapun Dimas telah terbukti seorang jenius dalam bidang nuklir dan biologi bahkan dari teknologi proyeksi holografik yang digunakan oleh Dimas saat ini terlihat sangat maju daripada yang dimiliki oleh negara negara maju, kemungkinan dirinya untuk merealisasikan rencana ini jauh lebih tinggi dari yang lainnya.

__ADS_1


Semua orang diam setelah mendengar teguran dari presiden sedangkan Dimas melanjutkan usulan rencananya sambil memanipulasi proyeksi holografik "Setelah rencana tahap pelarian dimana kita membuat pulau kalimantan mengorbit Bumi berhasil tercapai maka tahap selanjutnya kita akan secara bertahap meningkatkan peradaban manusia kita dan melakukan serangan kepada zerg setelah memiliki kekuatan yang cukup" 


"Kita akan mulai dengan memusnahkan zerg yang ada di daratan terlebih dahulu dengan mengirim kapal luar angkasa dan juga mecha raksasa untuk memusnahkan zerg di daratan. Kemudian kita akan mengembalikan lingkungan Seperti sedia kala sebelum akhirnya melawan zerg yang ada di lautan. Berbagai hal seperti kapal luar angkasa, mecha, alat pengendali cuaca dalam jumlah besar, dan beberapa teknologi seperti peralatan komunikasi kuantum pasti akan diperlukan saat ini namun itu pasti akan lebih mudah dari rencana tahap pelarian sebelumnya"


Dimas terus melanjutkan usulan rencananya tanpa melihat ke arah orang orang di ruang pertemuan yang merasa rencana Dimas terdengar seperti sebuah novel fiksi ilmiah yang mana tidak akan bisa dilakukan oleh peradaban manusia mereka setidaknya selama ratusan tahun.


"Tahap ketiga kemudian akan dimulai dengan dimusnahkannya zerg dari Bumi, kita akan memfokuskan perkembangan peradaban manusia selanjutnya pada luar angkasa. Jika terbukti zerg adalah alien maka saat mereka melakukan invasi ke peradaban lain mereka tidak akan membuat lingkungan dari planet yang diinvasi malah memperlambat perkembangan mereka, kemungkinan meteor yang membawa zerg sebelumnya sengaja dilemparkan ke Bumi oleh peradaban lain untuk membiakan zerg"


"Ketiga tahapan rencana saya ini akan melibatkan rekayasa yang tak terhitung jumlahnya, terutama dalam penelitian dan mengembangan teknologi. Saya pikir rencana saya hanya bisa dicapai dengan kerjasama seluruh kekuatan negara, demikian usulan rencana saya"


Setelah Dimas selesai berbicara dia melihat ke arah orang orang yang terdiam di ruang pertemuan. Semua orang masih tidak dapat mencerna rencana yang diusulkan oleh Dimas, rencana ini hanya bisa dibuat oleh dua jenis orang yang mana yang pertama adalah orang jenius dan yang lainnya adalah orang gila. Bencana zerg diperkirakan akan terjadi dalam beberapa tahun dan mereka harus menyelesaikan setidaknya tahap pertama dari rencana sebelum bencana zerg. Untuk menerbangkan seluruh pulau dengan luas 743.330 km² pikiran semua orang di ruang pertemuan adalah tidak mungkin berhasil.

__ADS_1


Melihat ekspresi dari orang orang ini Dimas tau bahwa sulit bagi mereka untuk menerima rencana ini. Meskipun mereka semua adalah para ahli terbaik di berbagai bidang di seluruh negara namun mereka semua tidak memiliki laboratorium teknologi seperti dirinya jadi mereka pasti tidak akan bisa mengikuti jalan pikiran Dimas.


"Jika saya mendapat sumber daya manusia yang cukup maka saya dapat membuktikan bahwa rencana saya dapat berhasil. Sebelumnya saya sudah membuat sebuah reaktor fusi nuklir dan saat ini saya memiliki beberapa cetak biru beberapa teknologi seperti armor mekanis dan juga kendaraan levitasi magnetik, selama mengikuti cetak biru ini maka saya dapat menjamin tidak akan ada masalah pada hal tersebut" Dimas tau bahwa rencananya akan sulit untuk diterima jadi dia telah menyiapkan beberapa hal agar orang orang ini menyadari kelayakan rencananya.


"Rencana yang diajukan oleh nak Dimas terdengar sangat sulit untuk dilakukan, yang lainnya pasti juga berpikir demikian. Jika bencana zerg akan seperti yang nak Dimas katakan maka kita akan sangat kesulitan untuk mengatasi zerg nantinya. Untuk itu sepertinya sebuah benteng di sekeliling pulau bisa digunakan, sedangkan untuk rencana selanjutnya kita bisa menggunakannya sebagai alternatif" Presiden Jokowi mengatakan hal ini sebenarnya untuk melakukan penolakan secara halus sehingga tidak akan menurunkan semangat Dimas.


"Itu benar, kita memerlukan lebih dari satu rencana untuk menghadapi zerg, meskipun saat ini rencana yang kau usulkan hanya menjadi rencana alternatif tapi jika kau mampu membuktikan diri dan membuat teknologi yang sesuai untuk rencana itu maka tidak menutup kemungkinan untuk mengubahnya menjadi rencana utama nantinya" Direktur Mahendra mengangguk untuk menyatakan persetujuannya.


Orang orang lainnya juga mulai mengangguk untuk mengungkapkan persetujuan mereka terhadap rencana Dimas yang dijadikan sebagai rencana alternatif dan memberinya kesempatan untuk membuktikan kelayakan rencananya dengan mengembangkan teknologi terkait. 


Dengan usulan rencana Dimas sebagai penutup akhirnya pertemuan memasuki tahap untuk membuat rencana lengkap dari rencana rencana yang telah diusulkan oleh semua orang sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2