Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Ikut Dalam Evakuasi


__ADS_3

"Kau ingin ikut dalam evakuasi penduduk dari pulau lain? Untuk apa?" Jenderal Andika memandang Dimas dengan heran.


"Ada beberapa sarang zerg yang berada di pulau pulau lainnya, aku ingin mengambil beberapa sampel penelitian dari sarang sarang tersebut sekaligus mencoba kinerja pemancar sinyal yang akan segera diproduksi massal di seluruh area pulau kalimantan“ ucap Dimas menjawab pertanyaan jenderal Andika.


Semenjak Dimas pergi ke tempat perlindungan resmi dan mulai bekerja sama dengan pemerintah dirinya tidak bisa bergerak dengan bebas, sebelumnya ada beberapa sarang zerg yang tersebar di pulau kalimantan namun dia tidak bisa mengambilnya untuk diteliti di laboratorium teknologi karena semua sarang zerg ini segera dihancurkan atau diambil oleh pemerintah.


Untuk situasi di pulau lain diperkirakan mereka bahkan tidak mengetahui tentang zerg dan pembentukan proyek Garuda. Seluruh komunikasi terputus karena jarak yang terlalu jauh, maka dari itu Dimas berpikir untuk sekalian mencoba pemancar sinyal yang akan diproduksi massal untuk menghubungkan jaringan ke seluruh pulau. Dimas tidak memiliki niatan untuk mengirim roket untuk menerbangkan satelit dengan komunikasi kuantum untuk saat ini karena debu dan abu vulkanik akan mempengaruhi sinyal serta resiko kegagalan dalam mengirim roket sangat tinggi karena bisa saja abu vulkanik masuk ke mesin roket dan merusaknya sebelum mencapai ketinggian yang ditetapkan.


"Kalau kau hanya ingin sampel penelitian kau bisa membiarkan kami membawakan hal itu, bahkan jika pohon yang menjadi sarang zerg tidak terlalu besar maka kami bisa membawa sarang zerg tersebut secara langsung. Bukankah kau masih memiliki beberapa penelitian lagi? Bagaimana kau bisa meninggalkan tim penelitianmu begitu saja?" Jenderal Andika mencoba membujuk Dimas untuk membatalkan niatnya. Dalam beberapa bulan ini mereka melihat bahwa Dimas memiliki kejeniusan yang sangat luar biasa, banyak data penting yang berhubungan dengan berbagai jenis teknologi muncul dari Dimas dan pasti akan ada lebih banyak lagi di masa depan, jadi lebih baik membiarkan jenius sepertinya tetap di tempat untuk meneliti berbagai hal daripada bepergian kesana kemari yang bisa saja membahayakannya.

__ADS_1


"Tidak, aku perlu melihat secara langsung sarang zerg itu dan melakukan sedikit pengamatan untuk mengumpulkan lebih banyak pengetahuan tentang zerg, bukan maksudku untuk sombong tapi menurutku untuk saat ini tidak ada manusia yang lebih mengerti zerg lebih dari aku" Dimas berkata dengan serius dan tidak mendengar bujukan dari jenderal Andika.


Dimas perlu untuk memindahkan sarang zerg ke laboratorium teknologi, jika dia tidak menyentuhnya secara langsung maka dia tidak akan bisa memindahkannya. Karena itulah Dimas harus ikut dan mengambil beberapa sarang zerg untuk dibawa ke laboratorium teknologi terlebih dahulu sebelum membiarkan sisanya dihancurkan atau diserahkan kepada profesor Surya untuk penelitian.


"Bukankah kau masih memiliki penelitian robot pekerja setelah ini? Kau tau bahwa penelitian ini akan sangat penting karena selain bisa membantu dalam pembuatan kota bawah tanah, para robot juga akan digunakan untuk pembangunan benteng pertahanan yang kau rencanakan" Jenderal Andika kembali membujuk Dimas untuk mengurungkan rencananya untuk ikut dalam evakuasi ke pulau lain ini.


Sayangnya Dimas sudah memilih untuk mengikuti evakuasi ini bagaimanapun caranya, dia memerlukan lebih banyak sarang zerg di laboratorium teknologi untuk melakukan lebih banyak penelitian yang belum bisa dilakukan dengan teknologi Bumi saat ini.


Jenderal Andika sekali lagi ingin mencoba membujuk Dimas namun sebelum dirinya berbicara Dimas kembali berkata kepadanya "Dengan kendaraan maglev hanya diperlukan kurang dari 1 jam dari pulau kalimantan ke pulau jawa, untuk melakukan penyelamatan dari tempat perlindungan resmi diperkirakan hanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk sepenuhnya memindahkan mereka semua ke tempat perlindungan resmi di pulau kalimantan, aku bisa kembali kapan saja jika ada sesuatu yang memerlukan diriku di laboratorium"

__ADS_1


Mendengar perkataan Dimas ini membuat jenderal Andika yang sebelumnya ingin kembali membujuk Dimas untuk mengurungkan niatnya untuk mengikuti evakuasi warga di pulau lain terdiam. Apa yang dikatakan oleh Dimas benar, dengan kendaraan maglev maka perjalanan pulang pergi hanya akan memakan waktu singkat sehingga kekhawatirannya tentang Dimas tidak dapat kembali saat dibutuhkan bisa diselesaikan.


"Baiklah, waktu keberangkatan adalah minggu depan, kita akan berangkat dari tempat perlindungan militer yang kau kunjungi sebelumnya" Jenderal Andika berpikir sejenak dan menghela nafas sebelum akhirnya menyetujui Dimas ikut dalam proses evakuasi ini dengan alasan pengamatan zerg.


Dimas lega karena akhirnya dirinya diperbolehkan ikut oleh jenderal Andika untuk pergi ke pulau lain sehingga dapat mengambil beberapa sarang zerg lagi. Meskipun dirinya memiliki jabatan yang sama dengan jenderal Andika namun tugas evakuasi adalah tugas dari jenderal Andika sehingga siapapun yang ikut harus dengan persetujuan jenderal Andika sendiri bahkan jika itu adalah Dimas atau eksekutif Garuda lainnya.


Mereka berdua berbincang bincang sejenak sebelum akhirnya direktur Mahendra bersama sepuluh orang tentara yang sudah pulih dari apa yang mereka rasakan di dunia virtual keluar dari ruang penelitian dan bersiap untuk kembali ke tempat perlindungan masing masing. Persediaan untuk produksi massal perangkat VR sudah disetujui dan akan dikirim dalam beberapa hari, para ilmuwan sudah membuat jalur produksi yang sepenuhnya otomatis untuk perangkat VR ini jadi mereka tidak perlu repot repot merekrut dan melatih pekerja untuk membuat perangkat VR.


Setelah mengirim kedua eksekutif Garuda dan kesepuluh tentara keluar, Dimas bersama dengan Dea pergi ke ruang penelitian pemancar sinyal dan memanggil para ilmuwan yang ikut dalam penelitian pemancar sinyal tersebut untuk memberitahukan bahwa pemancar sinyal akan diproduksi secara massal, sedangkan untuk bahan baku untuk produksi massal sudah Dimas siapkan di laboratorium teknologi dan bisa dipindahkan ke dalam gudang kapan saja.

__ADS_1


Para ilmuwan senang dengan produksi massal dari pemancar sinyal yang mereka teliti sebelumnya, semua orang segera bersemangat dan mulai merancang jalur produksi semi otomatis untuk pemancar sinyal ini. Pemancar sinyal ini hanya akan digunakan untuk sementara waktu, setelah rencana tahap pertama Dimas selesai dan pulau kalimantan berhasil diangkat ke orbit Bumi maka Dimas berencana untuk membuat satelit kuantum setelah menghilangkan abu vulkanik dari atmosfer Bumi.


Setelah selesai memberitahu para ilmuwan tersebut Dimas diikuti oleh Dea berjalan ke bagian belakang laboratorium bawah tanah tempat semua persediaan yang dimiliki oleh laboratorium diletakan. Agar tidak dicurigai oleh Dea, Dimas menyuruh Dea untuk menunggu di luar sementara dirinya menghitung persediaan yang ada di beberapa gudang,  Dimas pergi ke salah satu gudang dan merealisasikan tumpukan logam berupa besi dari laboratorium teknologi ke dunia nyata, setelahnya Dimas pergi ke beberapa gudang lain dan mengeluarkan semua hal yang diperlukan untuk bahan baku pemancar sinyal.


__ADS_2