
Pagi hari keesokan harinya Dimas mengenakan jaket yang lebih tebal dan menggendong tas besar menuju keluar tempat perlindungan resmi. Dimas berencana pulang sebentar dan pergi ke tempat perlindungan pribadi keluarga Dea untuk menukar reaktor fusi nuklir dan pemanas ruangan yang dia buat sebelumnya dengan beberapa persediaan. Sebenarnya Dimas tidak masalah dengan memberikan reaktor fusi nuklir dan pemanas ruangan ini namun dia telah lama mengenal Dea dan keluarganya yang tidak mau menerima pemberian orang lain secara cuma cuma.
Karena posisi Dimas di tempat perlindungan resmi sebagai ilmuwan yang mengembangkan reaktor fusi nuklir termasuk tinggi, Dimas harus dikawal oleh beberapa orang tentara saat akan pergi keluar. Dimas berjalan dengan cepat melewati para pengungsi biasa yang tersebar di koridor dan memasuki lift yang menuju ke atas. Pintu lift kembali terbuka menunjukan pemandangan permukaan Bumi yang terlihat suram tanpa matahari serta salju tebal yang menutupi tanah dan reruntuhan bangunan di depannya.
Dimas berjalan menuju tempat parkir dan melihat empat orang tentara menunggu di dekat sebuah mobil baja tidak jauh dari sana, Dimas mengenali orang orang ini dan menghampirinya. Keempat tentara itu juga menyadari keberadaan Dimas dan berbaris dengan rapi lalu memberi hormat ke arah Dimas yang membuat Dimas sedikit kaget.
"Profesor Dimas, kami akan menemani anda dalam perjalanan anda nantinya" Salah satu dari tentara berkata kepada Dimas.
"Baiklah, kalau begitu ayo ke tempat perlindungan pribadi keluargaku dulu" Dimas berkata kepada mereka.
Mereka kemudian memasuki mobil baja yang sudah disiapkan, mobil baja baja segera melaju ke arah tempat perlindungan keluarga Dimas setelah keluar dari wilayah tempat perlindungan resmi. Keempat tentara ini adalah tentara yang sebelumnya menangkap Dimas dan keluarganya karena kepemilikan senjata api, Karena itu Dimas tidak perlu menunjukan arah tempat perlindungannya berada para tentara ini tetap bisa mengantarnya ke tempat perlindungan pribadi keluarganya.
Suasana di dalam mobil terasa canggung karena tidak ada yang memulai pembicaraan, untuk para tentara memang menjadi kebiasaan mereka untuk tidak banyak berbicara sedangkan untuk Dimas dia lebih menyukai keadaan tenang seperti saat ini daripada keadaan ribut seperti saat para ilmuwan yang memperdebatkan teori yang tidak mereka pahami. Setelah berkendara selama beberapa waktu akhirnya mobil baja yang Dimas naiki sampai di depan tempat perlindungan pribadi keluarganya yang telah beberapa hari tidak dia lihat.
__ADS_1
Melihat pintu masuk menuju tempat perlindungan di bawah tanah, Dimas segera turun dari mobil baja dan membuka pintu masuk ke tempat perlindungan menggunakan pemindai biometrik. Pintu tempat perlindungan terbuka menyebabkan suhu di dalam tempat perlindungan yang hangat langsung menyebar ke bagian luar tempat perlindungan.
Dimas dan keempat tentara yang mengikutinya masuk ke tempat perlindungan mendapati dua tentara yang ditempatkan di tempat perlindungan keluarga Dimas telah siap sambil menodongkan senjata mereka ke arah Dimas dan tentara di belakangnya. Melihat orang yang masuk adalah Dimas dan tentara lainnya, dua orang tentara itu dengan cepat berhenti membidik dan memberi hormat kepada Dimas.
"Maafkan kami profesor Dimas, kami pikir pintu masuk tempat perlindungan dibuka oleh orang asing dan kami ingin menyergap saat mereka masuk" Salah satu dari kedua tentara itu berkata sambil menunduk yang langsung diikuti oleh tentara lainnya.
Dimas masih tidak terlalu terbiasa dengan panggilan profesor untuk dirinya tapi masih menikmati bagaimana orang memanggilnya profesor yang membuatnya lebih percaya diri saat meneliti hal baru.
"Tidak masalah, bagaimana keadaan ibu dan ayahku?" Dimas langsung mengabaikan masalah sebelumnya dan bertanya tentang orang tuanya.
Keluarga tiga orang itu melakukan reuni dan enam orang tentara yang berada di tempat kejadian mengambil inisiatif sendiri untuk pergi keluar agar tidak mengganggu reuni keluarga Dimas. Setelah sekitar 1 jam Dimas keluar dari tempat perlindungan menemui para tentara di dalam mobil baja, setelah menitipkan keselamatan kedua orang tuanya kepada dua tentara yang tinggal Dimas kemudian pergi dengan keempat tentara yang menjaganya menuju tempat tujuan dari kepergian mereka.
Tujuan sebenarnya Dimas keluar dari tempat perlindungan resmi adalah untuk mengantarkan reaktor fusi nuklir dan pemanas ruangan yang dia buat ke tempat perlindungan keluarga Dea. Karena jarak jadi tempat perlindungan keluarga Dimas dan tempat perlindungan keluarga Dea yang agak jauh rombongan Dimas memerlukan beberapa waktu untuk mencapai tempat perlindungan keluarga Dea.
__ADS_1
Setelah waktu yang lumayan lama mobil baja akhirnya berada di dekat tempat perlindungan pribadi keluarga Dea, namun sesuatu yang aneh terjadi di daerah sekitar mereka saat ini. Tentara yang mengemudikan mobil baja melihat samar samar beberapa bayangan hitam setinggi orang dewasa melintas dengan cepat di depan mobil baja mereka.
"Sepertinya ada banyak orang yang selamat di daerah sini, sepertinya kita harus melapor ke atasan dan merekrut orang orang ini ke tempat perlindungan resmi" Tentara lainnya yang duduk tepat di sebelah tentara yang mengemudi juga melihat bayangan hitam yang lewat di depan dan mengira itu adalah orang yang selamat.
Tentara yang mengemudi mengangguk setuju terhadap saran rekannya, dia kembali fokus mengemudi sampai tiba tiba mendengar tabrakan keras dari samping dan merasakan mobil baja sedikit terguncang. Semua orang di dalam mobil baja, Dimas kebetulan tepat disebelah sisi mobil yang dihantam dan secara reflek melihat ke arah jendela mobil.
"Zerg?!" Dimas berkata saat dia melihat apa yang menabrak mobil baja mereka.
Zerg dengan penampilan seperti semut seukuran orang dewasa terlihat masih menggeliat di samping mobil baja, Dimas melihat lebih jauh dan melihat beberapa bayangan di kejauhan mulai mendekat yang dapat dipastikan adalah zerg lainnya. Dimas tidak tau berapa banyak zerg yang berkeliaran disini karena lingkungan yang gelap tanpa ada matahari.
"Makhluk apa itu? Hewan yang bermutasi?" Para tentara juga melihat zerg yang menabrak mobil baja mereka penasaran dan bertanya tanya makhluk apa itu. Tentara yang mengemudi bahkan ingin keluar dan menghampiri apa yang menabrak mobil baja mereka itu tapi Dimas dengan cepat menghentikannya karena para zerg mulai mendekat ke mobil baja mereka.
"Tancap gas secepat mungkin, tabrak jika ada yang menghalangi dan juga persiapkan senjata kalian" Dimas berkata dengan serius.
__ADS_1
Para tentara juga memperhatikan keadaan di sekitar yang menjadi agak mencekam dan setelah mendengar perkataan Dimas mereka langsung melepaskan pengaman senjata mereka sambil mengamati lingkungan di luar mobil baja. Semua orang di dalam mobil banyak bayangan di kejauhan mendekat sedikit demi sedikit menjadi jelas, bayangan itu adalah semut yang berdiri tegak seukuran orang dewasa membuat semua orang di dalam mobil merasakan perasaan merinding.
"Injak gasnya!" Dimas berteriak kepada tentara yang mengemudi yang membuat tentara tersebut secara langsung menginjak gas sekuat tenaga sehingga mobil baja langsung melaju dengan kecepatan penuh menabrak beberapa zerg sehingga beberapa zerg terpental jauh.