Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Makanan Sintetis


__ADS_3

Profesor Surya memandang Dimas dengan serius sementara Dimas masih melihat penelitian peningkatan kesuburan yang dilakukan pada seekor sapi yang mana sapi inj nantinya akan dikawinkan dengan sapi lain untuk melihat apakah kemungkinan untuk bereproduksi telah meningkat.


"Sebenarnya aku memiliki formula untuk membuat makanan sintetis ini, aku juga pernah membuatnya untuk diriku sendiri dan efeknya lumayan, dengan makanan sintetis ini kau akan bisa kenyang selama seharian penuh tanpa memakan apapun lagi. Dalam beberapa bulan kedepan rencana untuk evakuasi penduduk yang ada di pulau lain akan segera dilakukan, para tentara tentu saja perlu mempersiapkan banyak makanan baik itu untuk mereka atau untuk para penduduk yang dievakuasi. Satu porsi makanan sintetis mungkin tidak sebesar sepotong roti tawar tapi sudah cukup untuk membuat seseorang kenyang selama sehari, jadi jika mereka mengganti persediaan makanan yang harus dibawa dengan makanan sintetis ini maka mereka dapat menyediakan makanan untuk lebih banyak orang dan para tentara dapat bertahan lebih lama dalam pencarian dan evakuasi" Dimas mengungkapkan pemikirannya kepada profesor Dimas dan menjelaskan alasan serta manfaat dari makanan sintetis ini.


Profesor Surya cukup kaget dengan apa yang dikatakan oleh Dimas namun karena sudah sering dibuat kaget oleh Dimas membuat profesor Surya lebih cepat beradaptasi dan kembali tenang dalam beberapa detik.


"Apa apa efek samping dari makanan sintetis ini? Seperti masalah pada pencernaan atau semacamnya?" Tanya profesor Surya.


Dengan manfaat yang begitu besar bagi manusia saat ini jika makanan ini memiliki kekurangan yang fatal profesor Surya tidak akan setuju dengan Dimas dan akan meminta Dimas untuk menghilangkan atau mengurangi efek samping tersebut. Selain itu jika biaya produksi tidak sesuai maka produksi massal akan ditunda sementara sampai ditemukan bahan lain yang bisa memberikan efek serupa namun lebih murah.


Dimas mengangguk mengakui adanya kekurangan dalam makanan sintetis ini "Makanan sintetis sebenarnya memiliki kekurangan dalam hal rasa, rasanya tawar dan memiliki tekstur seperti jelly. Sebenarnya masalah ini bisa diatasi dengan menambahkan beberapa perasa makanan namun aku tidak tau apakah semua orang akan dapat bertahan memakan sesuatu seperti jelly untuk waktu yang lama. Untuk biaya produksi sendiri aku rasa hal yang diperlukan masih sangat murah, benih yang telah kami kembangkan sebelumnya telah mulai ditanami dan dengan masa panen yang cepat setidaknya dalam sebulan benih benih ini akan menghasilkan bahan baku untuk pembuatan makanan sintetis" 


Dimas menjawab semua keraguan profesor Surya pada makanan sintetis dan membuat profesor Surya bersemangat.


"Berikan formula itu padaku, aku akan meminta seseorang untuk segera membuatnya dan melihat apakah makanan sintetis ini cocok untuk makanan darurat dan juga ransum militer kita kedepannya" Ucap profesor Surya.

__ADS_1


Dimas mengangguk dan kemudian mengirim formula makanan sintetis kepada profesor Surya melalui perangkat komunikasi kuantum yang sudah dihubungkan dengan jam tangan khususnya. Profesor Surya dengan secara langsung menerima formula yang dikirim oleh Dimas dan langsung membaca formula itu dengan teliti. Semakin profesor Surya membaca formula itu semakin tertarik dia dengan produk jadi yang dihasilkan oleh formula ini.


"Ayo kembali dulu, aku ingin mencetak formula ini dan segera membiarkan beberapa orang ilmuwan membuat makanan sintetis sesuai dengan formula ini" Profesor Surya berkata dengan sangat bersemangat.


"Baiklah" Dimas menyetujui perkataan profesor Surya.


Profesor Surya kemudian kembali ke ruangannya bersama dengan Dimas, dia menemukan printer dan mencetak formula ini kemudian memanggil seseorang untuk segera membuat makanan sintetis sesuai dengan formula tersebut. Tidak lama setelah profesor Surya melakukan panggilan dengan mengandalkan jaringan intranet di laboratorium, pintu ruangan profesor Surya diketuk. Profesor Surya mempersilahkannya masuk, Orang itu adalah seorang wanita sekitar 24 tahun atau 25 tahun dan terlihat sangat gugup saat ini.


"Nona Susan, saya memiliki sebuah formula disini yang memerlukan anda untuk membuatnya" Profesor Surya mengeluarkan formula yang baru saja dicetak dari printer dan menunjukan kepada ilmuwan muda bernama Susan ini.


Profesor Surya menggelengkan kepalanya "Tidak perlu meneliti, cukup buat sesuai dengan formula ini"


Ilmuwan bernama Susan itu mengangguk dan mengambil kertas berisi formula tersebut dan pamit meninggalkan ruangan tersebut untuk membuat makanan sintetis yang ada di formula tersebut. Dimas cukup terkejut dengan profesor Surya yang memilih seseorang yang masih muda dan terlihat belum terlalu berpengalaman untuk membuat makanan sintetis tersebut, karena meskipun formula makanan sintetis ini sangat sederhana namun nyatanya masih lumayan sulit untuk membuat produk yang memenuhi standar.


Profesor Surya melihat keraguan Dimas hanya tersenyum dan berkata "Jangan meremehkan nona Susan karena dia termasuk salah satu ilmuwan termuda disini, nyatanya keahliannya hampir sama dengan para ahli seusiaku, selain itu dibandingkan dia yang berusia 24 tahun kau lebih muda 7 tahun darinya dan telah menjadi salah satu tokoh penting dalam negara"

__ADS_1


Mendengar perkataan profesor Surya membuat Dimas tersenyum canggung karena apa yang dikatakan oleh profesor Surya adalah hal yang benar. Keduanya berbincang bincang tentang beberapa jam untuk menghabiskan waktu sambil menunggu nona Susan membawakan makanan sintetis untuk dicoba oleh profesor Surya.


Beberapa jam kemudian pintu ruangan kembali diketuk, profesor Surya yang saat ini membaca makalah penelitian biologi sambil mendengarkan penjelasan dari Dimas mengerutkan keningnya. Profesor Surya menghentikan pembelajarannya dan mempersilahkan orang itu masuk, ternyata orang itu adalah nona Susan yang membawa nampan kecil di tangannya.


Baik Dimas maupun profesor Surya mengetahui bahwa yang di dalam nampan pasti adalah makanan sintetis yang telah dibuat oleh nona Susan ini.


"Letakan disini" Ucap profesor Surya sambil membereskan beberapa makalah yang berserakan di atas meja sehingga memiliki ruangan untuk meletakkan nampan tersebut.


Nona Susan meletakkan nampan tersebut di tempat yang disediakan oleh profesor Surya dan membuka penutup yang melindungi isi dari nampan tersebut. Nampan berisi benda seperti jelly yang dipotong dengan ukuran lebih kecil dari ponsel dan ada belasan diantaranya di dalam nampan tersebut.


"Profesor Surya, apakah anda berniat mengubah karir saya dari seorang ilmuwan menjadi seorang koki? Awalnya saya tidak tau apa yang saya buat tapi setelah melihat hasil akhirnya itu hanya menjadi sebuah jelly" Nona Susan berkata dengan sedikit perasaan jengkel kepada profesor Surya.


Dimas tidak tua harus mengatakan apa kepada nona Susan ini, meskipun makanan sintetis adalah makanan yang bisa mengenyangkan seseorang tanpa tapi hasil akhir memang seperti jelly biasa.


"Sebaiknya kau coba dulu apakah ini jelly biasa atau sesuatu yang baru" Setelah lama memikirkan apa yang harus dikatakan, Dimas hanya bisa membiarkan nona Susan ini untuk memakannya terlebih dahulu.

__ADS_1


Salah satu makanan sintetis di nampan diambil terlebih dahulu oleh profesor Surya, dia menggigit makanan sintetis yang seperti jelly itu dengan gigitan besar yang secara langsung menghabiskan seperempatnya. Makanan sintetis itu terasa tawar namun saat profesor Surya memakannya setelah beberapa saat perasaan kenyang datang dari perutnya. Nona Susan juga mengambil satu potong makanan sintetis dan menggigitnya dengan gigitan kecil, perasaan kenyang datang dari perutnya seperti yang dirasakan oleh profesor Surya sebelumnya.


__ADS_2