Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Robot Pekerja


__ADS_3

Dibutuhkan lebih dari 4 jam untuk Dimas dan ilmuwan lainnya merakit semua suku cadang menjadi sebuah robot pekerja utuh dengan tinggi lebih dari 2 meter dan memiliki banyak peralatan yang tersembunyi di seluruh tubuhnya. Sebuah kabel menghubungkan robot pekerja dengan sebuah komputer di ruang penelitian, beberapa pengujian akhir perlu dilakukan sebelum robot pekerja diaktifkan.


"Tidak ada masalah pada perakitan, data yang ditampilkan di komputer menunjukan bahwa semua bagian robot dipasang dengan benar" Ilmuwan yang mengecek robot menggunakan komputer berkata kepada yang lainnya.


Semua orang lega, mereka menghabiskan banyak waktu dan juga menguras banyak sel otak mereka hanya untuk merakit satu robot pekerja ini, jika ternyata ada masalah dalam perakitan maka mereka harus membongkar dan merakit ulang bagian yang bermasalah. Hal itu tentunya akan memakan banyak waktu dan usaha, oleh karena itu para ilmuwan ini lega setelah mendapati tidak ada masalah dalam perakitan mereka.


"Kalau begitu ayo masukan seluruh program yang diperlukan ke dalam robot pekerja" Ucap Dimas.


Ilmuwan itu segera mengangguk, dia kemudian mengunggah semua program yang telah disiapkan ke dalam robot pekerja. Program dengan cepat diunggah, hanya beberapa menit kemudian semua program sudah berhasil diunggah dan dengan instruksi dari Dimas robot pekerja tersebut diaktifkan.


Robot berdiri tegak dengan tinggi 2 meter membuat semua orang harus sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat wajah robot pekerja tersebut, kedua mata menyala berwarna biru bergerak memindai semua yang ada di seluruh ruangan termasuk Dimas yang ada di depannya. Dimas mengangkat kepalanya ke arah robot pekerja ini, setelah melihat lihat sebentar Dimas cukup puas dengan penampilan robot pekerja ini.


"Panggil saja dirimu No. 1, sebutkan apa yang bisa kau lakukan" Ucap Dimas kepada robot pekerja di depannya.

__ADS_1


"Robot pekerja No 1 diaktifkan, dapat mengerjakan semua pekerjaan fisik seperti pembangunan, menambang, pembongkaran, dan lainnya" Suara mekanis terdengar dari robot pekerja.


Setelah mendengar pengenalan singkat dari robot pekerja No. 1 Dimas mengangguk puas, Dimas kemudian melihat tumpukan suku cadang yang sudah diatur di sudut ruang penelitian. Suku cadang ini adalah suku cadang untuk sepuluh robot pekerja, mereka tidak menyiapkan lebih banyak suku cadang karena semua suku cadang ini sudah memenuhi ruangan dan dari kecepatan perakitan mereka semua suku cadang ini akan cukup untuk mereka menghabiskan waktu selama beberapa hari merakit sepuluh robot pekerja ini.


"Segera rakit robot pekerja lain menggunakan semua suku cadang itu" Ucap Dimas sambil menunjuk ke arah suku cadang di pojok ruang penelitian.


Dimas tidak ingin membuang banyak waktu hanya untuk meneliti jalur produksi yang sepenuhnya otomatis untuk sesuatu yang tidak perlu, di dalam program robot pekerja sudah disediakan banyak manual pekerjaan yang memungkinkan robot pekerja melakukan berbagai pekerjaan termasuk merakit robot pekerja lainnya.


"Robot pekerja No. 1 menerima tugas" Ucap robot pekerja dengan suara mekanis.


Hanya dalam 15 menit robot pekerja lainnya sudah selesai dirakit oleh robot pekerja No. 1, semua orang sangat kagum dengan efisiensi yang dimiliki oleh robot pekerja, sebelumnya mereka dengan lebih dari 20 orang memerlukan lebih dari 4 jam untuk merakit satu robot pekerja, sekarang robot pekerja yang sebelumnya mereka rakit telah merakit robot pekerja lainnya hanya dalam waktu 15 menit dan itu hanya dilakukan seorang diri.


"Kecepatan merakitnya sudah sangat bagus, hubungi pabrik yang menyediakan suku cadang ini untuk mulai memproduksi setiap bagian suku cadang dan kirim semuanya ke seluruh tempat perlindungan di kalimantan" Dimas berkata kepada Dea yang berdiri di kerumunan ilmuwan.

__ADS_1


Dimas melihat robot pekerja No. 1 mengubah salah satu jarinya menjadi bentuk USB dan mencolokannya di bagian belakang kepala robot pekerja yang baru saja selesai dirakit. Robot pekerja No. 1 menyalin programnya kepada robot pekerja yang dia rakit sebelumnya, hanya perlu beberapa detik robot pekerja No. 1 akhirnya mencabut jarinya yang berbentuk sebuah USB dan mengubahnya menjadi penampilan semula. Saat robot pekerja No. 1 mencabut jarinya dari kepala robot pekerja yang dia rakit mata dari robot pekerja itu menyala biru dan dka segera berdiri tegak seperti robot pekerja No. 1 menghadap ke arah para ilmuwan di dalam ruang penelitian.


"Robot pekerja No. 2 diaktifkan" Suara mekanis yang sama seperti robot No. 1 segera terdengar.


Dimas hanya mengangguk, dia kemudian kembali menunjuk tumpukan suku cadang di samping kedua robot pekerja itu dan berkata "Rakit semua suku cadang itu menjadi robot pekerja lainnya sampai kalian berjumlah sepuluh, robot pekerja yang diaktifkan nantinya juga akan melakukan perintah ini dan bekerja sama untuk bekerja lebih cepat dalam perakitan rekan kalian" 


Dengan perintah dari Dimas kedua robot pekerja itu mulai merakit robot lainnya, kali ini masing masing robot akan merakit satu dan dalam 15 menit kemudian dua robot baru telah dirakit dan menjadi robot pekerja No. 3 dan robot pekerja No. 4. Kali ini keempat robot pekerja tidak menunggu perintah dari Dimas mereka langsung mengambil suku cadang yang tersisa dan merakit empat robot pekerja lainnya.


Semua orang sangat kagum dengan apa yang dilakukan oleh robot pekerja ini, akhirnya mereka paham kenapa Dimas tidak berencana untuk membuat jalur produksi otomatis, hal itu karena robot pekerja ini bisa merakit robot lainnya dan dengan semakin banyak mereka semakin banyak juga robot baru yang bisa dirakit.


"Bagaimana dengan pabrik suku cadang robot pekerja? Apakah suku cadang yang sesuai sudah di produksi?" Tanya Dimas kepada Dea yang baru saja akan mendekat ke arah Dimas.


"Produksi semua suku cadang yang dibutuhkan sudah dimulai oleh masing masing pabrik, para pemimpin pabrik berkata bahwa rata rata produksi harian mereka hanya akan cukup untuk membuat seribu robot pekerja perhari, persediaan logam yang dimiliki negara masih sangat sedikit dan sebagian besar digunakan untuk pembangunan kota bawah tanah jadi kita hanya bisa puas dengan jumlah ini" Jawab Dea.

__ADS_1


"Tidak masalah, untuk saat ini jumlah tersebut sudah cukup" Dimas mengangguk, lagipula dengan efisiensi yang dimiliki robot pekerja maka tidak akan lama untuk menyelesaikan sebagian besar proyek seperti pembangunan kota bawah tanah.


__ADS_2