
Program tempur yang diedit dari program robot tempur sudah selesai dikerjakan oleh Dimas, dia langsung saja menginstal program tersebut untuk menjadi program tambahan dari robot pekerja. Hanya perlu waktu kurang dari 1 menit untuk menginstal program ini dan dengan terpasangnya program tempur sebagai program tambahan seluruh robot pekerja secara otomatis diperbarui.
Di bagian tenggara dan juga barat daya benteng pertahanan saat ini pembangunan benteng masih terus dilanjutkan oleh para robot pekerja meskipun di bagian luar benteng tempat mereka berada saat ini sedang terjadi pertempuran, saat Dimas telah selesai menginstal program tempur sebelumnya para robot pekerja ini secara otomatis mengalami pembaharuan program dan memasuki keadaan boot ulang. Saat para robot pekerja ini kembali aktif sudah ada program tempur tambahan di dalam program mereka, Dimas sudah memberikan para robot ini misi berburu zerg dan menjadikannya prioritas untuk saat ini.
Para robot pekerja yang berjumlah ratusan ribu unit segera meninggalkan pekerjaan mereka dan berlari menuju bagian luar benteng, bagian tangan yang bisa berubah menjadi berbagai peralatan untuk berbagai pekerjaan saat ini hanya ada dalam satu bentuk yaitu bentuk gergaji mesin untuk dijadikan senjata utama untuk pertempuran melawan zerg.
Sementara para robot pekerja ini sedang berlari menuju medan perang di bagian tenggara dan barat daya benteng pertahanan, di medan perang sendiri para pasukan dari kedua belah pihak sudah berkurang setengahnya setelah mengalami pertempuran yang lumayan panjang. Meskipun para zerg tidak dapat menghancurkan armor mekanis yang terbuat dari logam mirilium namun dari serangan yang dilakukan para zerg masih membuat organ dalam para pasukan mengalami cedera parah sampai sampai tewas di tempat. Beberapa zerg akan berusaha menarik mayat pasukan dari pihak manusia yang telah tewas untuk dibawa ke sarang zerg yang ada di laut jawa, sarang zerg tersebut ingin mencoba menelan armor mekanis yang terbuat dari logam mirilium agar nantinya dapat mengembangkan unit zerg dengan kekuatan yang sama dengan logam mirilium tersebut.
Untungnya pasukan manusia tidak membiarkan hal itu terjadi, meskipun mereka tidak tau apa tujuan dari para zerg ini menyeret mayat rekan seperjuangan mereka namun mereka semua dengan sekuat tenaga menghalangi setiap zerg untuk membawa mayat dari pasukan pihak manusia dan segera mengumpulkan semua pasukan yang sudah tidak bisa bergerak baik itu yang hanya pingsan ataupun yang sudah tewas ke bagian belakang pasukan
__ADS_1
"Berapa lama bala bantuan akan mencapai tempat ini? Sudah 5 menit seharusnya bala bantuan sudah sampai ke tempat ini jika mereka menggunakan kendaraan maglev" Jenderal Andika terhubung dengan tempat perlindungan ibukota melalui jaringan kuantum segera membuat keluhan kepada menteri Marisa yang seharusnya sudah menyediakan bala bantuan.
"Bala bantuan sedang bergerak ke tempat kalian, mungkin berbeda dari yang kalian bayangkan tapi seharusnya bala bantuan ini akan cukup untuk mengalahkan zerg" Yang menjawab keluhan dari jenderal Andika adalah Dimas, hal ini cukup membuat jenderal Andika terkejut karena seharusnya menteri Marisa yang mengatur bala bantuan.
Bukan hanya jenderal Andika yang terkejut, direktur Mahendra juga terkejut karena dia juga terhubung dengan tempat perlindungan ibukota dan mendengar suara Dimas, namun sebelum dia ataupun jenderal Andika dapat bereaksi suara menteri Marisa terdengar melalui komunikasi tersebut "Dimas sudah mengedit program tempur dari robot tempur yang belum dibuat untuk disesuaikan dengan robot pekerja, saat ini robot pekerja yang masing masing berjumlah ratusan ribu di kedua bagian tenggara dan barat daya akan menjadi pasukan bala bantuan kalian"
"Itu merupakan bala bantuan yang dikirim oleh profesor Dimas, kalian yang masih hidup dan dapat bergerak cepat seret rekan yang sudah tidak dapat bergerak untuk mendekat ke bagian belakang" Ucap jenderal Andika.
Jenderal Andika yang dari tadi ingin berbicara akhirnya berbicara setelah dirinya menenangkan diri dari rasa terkejut yang disebabkan oleh berita yang disampaikan oleh menteri Marisa mengenai Dimas yang mengedit program tempur agar bisa sesuai dengan robot pekerja dan dapat digunakan sebagai bala bantuan oleh pasukan mereka. Para pasukan yang mendengar perkataan dari jenderal Andika menjadi bersemangat dengan kedatangan bala bantuan ini, mereka segera menyeret rekan mereka yang sudah tidak bergerak entah itu sudah tewas atau belum kebagian belakang sambil menembaki para zerg.
__ADS_1
Hal yang sama juga terjadi di bagian tenggara benteng pertahanan, setelah direktur Mahendra mengatakan hal yang serupa dengan jenderal Andika semua pasukan segera bersemangat dan membawa rekan mereka yang tidak bisa bergerak ke bagian belakang. Pasukan yang masih dapat bergerak membuat barikade baru dari perisai elektromagnetik untuk mengulur waktu sampai bala bantuan mencapai tempat mereka.
Tidak perlu waktu lama, dengan kecepatan gerak robot pekerja yang cepat mereka segera mencapai medan perang dan langsung menuju ke arah zerg tanpa memperhatikan pasukan manusia yang ada. Para robot ini menerobos keluar dari barikade perisai elektromagnetik dan langsung menerjang zerg yang paling dekat dengan mereka menggunakan tangan yang sudah mengambil bentuk gergaji mesin, meskipun bahan yang digunakan untuk pembuatan robot bukanlah mirilium namun dengan tingkat kekerasan dan kecepatan gerak dari putaran gergaji mesin yang dimiliki oleh mereka sudah cukup untuk membuat luka di tubuh para zerg.
Tentu saja para zerg tidak tinggal diam, dengan daya tahan tubuh mereka yang kuat dan kemampuan regenerasi yang sangat cepat para zerg dapat menangani serangan yang dilakukan oleh para robot pekerja dan melakukan serangan balasan dengan mencakar, menggigit, dan juga mengayunkan ekor mereka ke arah robot robot ini. Tubuh robot pekerja ini tidak sekuat armor mekanis yang digunakan oleh para tentara karena menggunakan logam yang berbeda, oleh karena itu serangan serangan yang dilakukan oleh para zerg akan meninggalkan jejak seperti penyok atau bahkan menghancurkan tubuh robot.
Dimas menggunakan sebuah drone yang sama dengan yang dia berikan kepada Niko adiknya Dea untuk memantau medan perang, melihat robot pekerja bertempur dan mengalami kerusakan di berbagai tempat membuat dirinya merasa kesal. Dimas mengendalikan drone untuk berkeliling di sekitar dan semakin banyak dia melihat semakin kesal dia jadinya.
Karena kesal Dimas secara langsung menutup fungsi pengintaian dari drone dan memerintahkannya untuk kembali ke tempat Dimas secara otomatis, perhatiannya tertuju pada monitor yang menunjukan jumlah unit robot pekerja yang terus menurun kemudian dia bergumam "Seharusnya aku juga membuat robot tempur bersama dengan robot pekerja ini, dengan begitu aku tidak perlu membuang banyak waktu untuk mengedit program tempur dan pastinya efisiensinya akan lebih baik dari ini"
__ADS_1