Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Melawan Zerg


__ADS_3

Kota yang terbengkalai karena telah ditinggalkan semenjak tabrakan meteor sebelumnya sekarang ditutupi oleh salju yang tebal di seluruh tempat, beberapa makhluk terlihat bergerak di sekitar kota namun karena lingkungan yang gelap membuat makhluk ini sulit untuk dilihat. Makhluk makhluk ini mengarah ke sebuah bangunan dan mengelilingi tempat itu tanpa ada celah sedikitpun.


Dimas sudah siap untuk pertempuran, meskipun dirinya sendirian tapi dia masih memiliki kepercayaan diri untuk lolos dari tempat ini dengan selamat. Zerg yang mengelilinginya belum memulai serangan, hanya saja sesekali para zerg akan berteriak untuk mencoba mengintimidasinya. 


Dimas cukup terkejut karena ternyata para zerg ini tidak seganas zerg yang ditemuinya saat ke tempat perlindungan pribadi keluarga Dea sebelumnya, kemungkinan para zerg ini terlebih dahulu menilai Dimas seperti para predator menilai mangsanya, jika dia menunjukan sedikit saja kelemahan maka para zerg ini pasti akan mulai melancarkan serangan terhadapnya.


"Aktifkan mode bantu pertempuran" Dimas berkata kepada A.


"Mode bantu pertempuran diaktifkan" Suara A datang setelah Dimas selesai berkata.


Karena para zerg tidak memulai serangan maka Dimas dengan senang hati menyerang mereka terlebih dahulu, lagipula pertempuran sudah tidak bisa dihindari jadi daripada membiarkan para zerg ini menemukan kelemahannya lebih baik Dimas menyerang terlebih dahulu.

__ADS_1


Mode bantu pertempuran seperti namanya adalah untuk membantu Dimas dalam pertempuran, dengan mode ini Dimas dapat bertempur dengan lebih terstruktur, kecerdasan buatan akan membantu menganalisis situasi pertempuran serta membuat strategi yang sesuai untuk Dimas.


"Karena kalian tidak ingin memulai serangan terlebih dahulu maka aku akan memulainya" Dimas berkata kepada para zerg, dia tidak peduli apakah para zerg ini mengerti atau tidak dan langsung menembakan peluru elektromagnetik ke arah para zerg.


Peluru elektromagnetik seperti bola petir mengenai zerg terdekat dan menyebabkan zerg tersebut tersetrum, zerg yang terkena peluru elektromagnetik itu mengalami kejang kejang selama beberapa detik sebelum akhirnya berhenti bergerak, udara dipenuhi dengan bau terbakar namun tidak ada yang memperhatikan hal itu karena dengan kematian beberapa zerg sebelumnya itu sudah menjadi pertanda pertempuran mereka sudah dimulai.


Zerg lainnya mulai berteriak untuk mengekspresikan kemarahan mereka, mereka kemudian bergerak ke arah Dimas berusaha untuk mencabik cabik Dimas namun Dimas telah bergerak terlebih dahulu untuk menghindari serangan para zerg ini. Dimas melihat ke sekitar untuk mencari sesuatu yang dapat digunakan untuk membantunya dalam pertempuran, saat matanya memindai tangga ke lantai atas serangkaian rencana muncul di penglihatan Dimas. Setelah melihat rencana itu Dimas tanpa ragu pergi ke lantai atas diikuti oleh para zerg yang mengejar dari belakang.


Beberapa drone seukuran ibu jari kemudian keluar dari bagian pundak armor mekanis, drone drone ini segera menyebar ke area sekitar dan menjadi mata tambahan bagi Dimas, karena kamera pada drone adalah kamera night vision jadi drone dapat mendapatkan gambar yang jelas tentang daerah di sekitar gedung.


Apa yang tertangkap oleh kamera drone diperlihatkan secara langsung kepada Dimas yang saat ini berada di lantai dua, setelah melihat situasi bangunan tempat dirinya berada Dimas yang sedang menembaki para zerg yang mengejarnya melalui tangga menuju ke lantai dua akhirnya memahami seluk beluk bangunan ini.

__ADS_1


Bangunan ini terdiri dari enam lantai dan dilihat dari beberapa benda yang ada di bangunan ini serta beberapa papan nama yang ada sepertinya bangunan ini dulunya adalah gedung perkantoran, namun Dimas tidak mempermasalahkan hal itu, dia dengan cepat pergi ke lantai tiga menggunakan tangga dan para zerg yang sudah tidak ditembaki akhirnya dapat memasuki lantai dua kemudian setelah mendapati Dimas naik ke lantai tiga mereka kembali naik untuk mengejar Dimas.


Di lantai tiga Dimas tidak seperti di lantai dua dimana dia akan menembaki para zerg saat zerg menaiki tangga di lantai tiga ini Dimas mengeluarkan perangkat perisai elektromagnetik dari laboratorium teknologi dan membiarkan perisai elektromagnetik memblokir tangga yang menghubungkan lantai dua dan lantai tiga. Zerg tidak mengetahui perisai elektromagnetik, zerg yang paling depan melemparkan dirinya ke perisai elektromagnetik hanya untuk mendapati dirinya tersetrum, zerg yang berada di belakang terus mendorong ke depan dan karena tubuh mereka berdesak desakan membuat efek setruman yang yang dihasilkan tersebar pada banyak zerg sekaligus, energi pada perisai elektromagnetik terus menurun karena mempertahankan efek setruman ini dan diperkirakan perisai energi hanya mampu bertahan selama 1 menit.


Dimas tau bahwa perisai elektromagnetik tidak akan bisa terlalu lama menahan para zerg, bahkan jika terlalu lama ditahan para zerg akan mencari jalan lain atau bahkan membuat jalan sendiri, contohnya adalah zerg yang berada di luar bangunan saat ini, mereka sudah mulai memanjat bangunan dan bisa langsung ke lantai tiga hanya dalam beberapa detik memanjat.


Dimas tidak ingin membuang banyak waktu, melihat barang yang ada di gudang laboratorium teknologi Dimas kemudian mengeluarkan sebuah bola logam seukuran bola kasti yang merupakan prototype dari perangkat gravitasi buatan yang bisa menciptakan gravitasi buatan di luar angkasa. Dimas dengan cepat mengatur perangkat gravitasi buatan kemudian menempelkannya ke lantai yang tepat di bagian tengah bangunan, saat Dimas selesai mengatur perangkat gravitasi buatan tersebut baru 30 detik berlalu dan saat ini para zerg yang memanjat dari luar bangunan sudah mencapai lantai tiga dan mereka segera masuk ke dalam gedung melalui jendela yang sudah tidak memiliki kaca.


Melihat para zerg mulai mendekat Dimas kembali menembaki mereka menggunakan senjata elektromagnetik, sesekali akan ada zerg yang berhasil lolos dari tembakan dan berhasil mendekati Dimas namun Dimas dengan cepat mengeluarkan lightsaber dan menebas zerg tersebut menggunakan plasma panas yang dipancarkan oleh lightsaber.


Setelah 1 menit perisai elektromagnetik kehabisan energinya, zerg dari lantai dua mulai berdatangan dan memenuhi lantai tiga dengan cepat, Dimas yang melihat bahwa lantai tiga sudah dipenuhi oleh zerg kemudian dengan sedikit kesulitan berpindah ke lantai empat. Zerg selalu mengikuti kemanapun Dimas pergi, mereka menyusul Dimas ke lantai empat, Dimas kembali menembaki para zerg dan menebas beberapa yang mendekat kemudian saat lantai itu penuh sesak dengan zerg dia terus naik ke lantai di atasnya, hal ini dilakukan oleh Dimas sampai Dimas akhirnya berada di rooftop bangunan tersebut. Saat Dimas melihat gambar yang diambil oleh drone yang sebelumnya dia lepaskan Dimas merasakan sedikit ketakutan karena dari gambar itu dia bisa melihat seluruh bangunan dipenuhi oleh zerg baik itu di bagian luar atau di bagian dalamnya, namun ini adalah apa yang diinginkan oleh Dimas jadi dia dengan cepat menekan perasaan takutnya dan memfokuskan diri untuk melawan zerg yang sudah mencapai rooftop.

__ADS_1


__ADS_2