
Proyek Garuda secara resmi didirikan, dengan total enam orang eksekutif Garuda yang menjadi bagian paling puncak dari proyek ini. Semua kebutuhan awal dari keenam eksekutif Garuda akan segera dipenuhi bahkan kebutuhan awal Dimas untuk tim penelitiannya sendiri diberi tambahan sebuah fasilitas penelitian yang lengkap dari berbagai macam bidang.
Dibandingkan dengan eksekutif Garuda lainnya, kebutuhan Dimas adalah yang paling sederhana dan negara hanya memberikan sebuah laboratorium bawah tanah rahasia di daerah kalimantan selatan. Saat ini sudah hari kedua semenjak proyek Garuda resmi didirikan, Dimas sudah tiba di laboratorium bawah tanah yang disiapkan untuk dirinya setelah menempuh perjalanan panjang menggunakan sebuah helikopter. Sebagian ilmuwan yang diinginkan oleh Dimas telah berada di laboratorium bawah tanah dan sebagian sisanya sedang dalam perjalanan dari tempat perlindungan lain.
Saat ini Dimas berada di laboratorium nuklir bersama dengan orang orang yang sudah dikenalnya yaitu kelompok ilmuwan profesor Wijaya yang telah menghabiskan beberapa hari untuk meneliti reaktor fusi nuklir di tempat perlindungan resmi yang ada di kota asal mereka. Meskipun pada akhirnya Dimas sendiri yang harus menyelesaikan reaktor fusi nuklir tersebut namun kelompok ilmuwan ini telah mempelajari semua yang dibutuhkan untuk membuat reaktor fusi nuklir yang sama dengan yang dia buat di tempat perlindungan resmi di kota asal mereka.
"Dimas, atau sekarang harus aku panggil eksekutif Dimas? Kau benar benar sebuah keajaiban bagi umat manusia kita" Profesor Wijaya berkata kepada Dimas sambil tertawa.
"Jangan seperti itu, jika pak Wijaya memanggilku eksekutif Dimas atau sejenisnya maka aku tidak akan suka itu, ayo bertindak seperti biasanya saja" Dimas tersenyum kecil saat dirinya menjawab perkataan profesor Wijaya.
Kelompok ilmuwan nuklir ini telah dipindahkan di bawah kepemimpinan Dimas dan nantinya akan meneliti banyak hal yang diperlukan untuk kelancaran proyek Garuda ini. Tentu saja selain kelompok ilmuwan nuklir ini Dimas masih memiliki banyak kelompok ilmuwan lainnya yang terdiri dari berbagai bidang teknologi yang ada namun Dimas masih belum mengenal siapapun selain kelompok profesor Wijaya ini.
Mereka sekarang berada di ruang energi di laboratorium bawah tanah, saat ini sebuah mesin raksasa dari reaktor fusi nuklir sedang dirakit secara bertahap di ruang energi. Sebelumnya Dimas sudah membagikan teknologi yang sesuai kepada negara tentang reaktor fusi nuklir dan saat ini reaktor fusi nuklir mulai dibangun secara masal di seluruh tempat perlindungan resmi di pulau kalimantan untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga panas Bumi.
__ADS_1
"Dengan reaktor fusi nuklir ini laboratorium ini akan dapat bekerja penuh tanpa perlu kehabisan energi setidaknya untuk beberapa tahun" Dimas mengamati perakitan dan berkata kepada mereka semua.
"Itu benar, dengan reaktor fusi nuklir ini kita telah mendapatkan energi yang hampir tak terbatas dan juga ramah lingkungan" Profesor Wijaya mengangguk setuju
Profesor Wijaya kemudian melirik Dimas dan berkata "Kau disini pasti memiliki sesuatu yang penting harus dilakukan, katakan saja secara langsung"
"Pak Wijaya memang benar, aku disini untuk memulai penelitian yang memerlukan pak Wijaya dan yang lainnya untuk berpartisipasi" Dimas tersenyum dan menyerahkan sebuah flashdisk dari saku celananya kepada profesor Wijaya.
Dalam pembangunan benteng perlindungan yang akan dibangun mengelilingi pulau dengan luas lebih dari lebih dari 700.000 km² maka efisiensi logistik harus ditingkatkan secara maksimal, karena efek dari penurunan suhu global membuat efisiensi logistik terganggu. Kendaraan logistik yang seharusnya bisa mencapai tujuan dalam 1 hari saat ini memerlukan beberapa hari sampai seminggu untuk mencapai tujuan. Dengan menggunakan teknologi levitasi magnetik yang bisa membuat kendaraan logistik bergerak dengan melayang beberapa sentimeter di atas tanah maka kendaraan logistik tidak perlu takut amblas di tengah salju atau tergelincir di jalan yang licin.
Dengan menggunakan kendaraan maglev dalam jumlah besar maka pasokan logistik antar tempat perlindungan akan meningkat pesat dan selain itu akan mempercepat proses pengangkutan bahan bahan untuk membangun benteng perlindungan. Selain mempercepat proses logistik kendaraan maglev yang ditenagai oleh baterai nuklir juga akan menghemat pasokan minyak yang saat ini semakin langka.
"Maksudnya kendaraan maglev yang bisa terbang bebas di udara itu? Apa kau benar benar memiliki teknologi lengkap untuk membuatnya?" Profesor Wijaya bertanya dengan penuh semangat.
__ADS_1
"Levitasi magnetik memang bisa membuat benda terbang di udara, tapi hanya beberapa sentimeter di atas tanah. Untuk dapat terbang bebas di udara maka diperlukan teknologi anti gravitasi yang lebih maju dari teknologi levitasi magnetik" Jawab Dimas.
Teknologi anti gravitasi juga ditandai oleh Lunar, namun Dimas belum memiliki tingkat pengetahuan yang cukup untuk mempelajari teknologi tersebut sehingga Dimas hanya harus puas dengan teknologi levitasi magnetik yang lebih rendah untuk saat ini.
"Itu hampir sama, kalau begitu aku akan memanggil beberapa ahli kenalanku yang kebetulan juga ditugaskan disini, tunggu dalam beberapa hari setelah laboratorium selesai direnovasi dan aku akan memanggilmu untuk memimpin penelitian" Profesor Wijaya masih puas dengan teknologi yang dibawa Dimas dan segera memikirkan siapa saja yang perlu diajak dalam penelitian ini.
Sementara Dimas telah memulai rencananya dengan mengembangkan kendaraan maglev para eksekutif Garuda lainnya juga sibuk dengan tugas mereka masing masing. Saat ini jenderal Andika berada di dekat sarang zerg dengan panduan peta yang telah ditandai oleh Dimas, jenderal Andika melihat sebuah pohon yang lumayan besar di depannya namun tidak ada zerg di sekitarnya menyimpulkan bahwa sarang zerg ini belum bisa menghasilkan zerg.
"Tebang pohon ini, pastikan untuk tetap berhati hati dan segera melapor jika ada hal aneh yang terjadi" Jenderal Andika memberi perintah kepada salah satu tentara yang telah memiliki gergaji mesin di tangannya.
Tentara itu kemudian maju dan menebang pohon aneh tersebut, memerlukan banyak waktu untuk sepenuhnya memotong pohon itu tapi untungnya tidak ada zerg yang ditemukan. Setelah selesai menebang pohon itu mereka kemudian menggali bagian akarnya dan sepenuhnya mencabut pohon yang merupakan sarang zerg dari tanah. Sarang zerg ini akan diserahkan kepada tim profesor Surya untuk dilakukan penelitian lebih mendalam tentang zerg.
Saat ini adalah waktu paling tepat untuk mereka membersihkan sarang zerg, jika mereka bertindak lebih lambat maka zerg akan mulai diproduksi secara besar besaran dari masing masing sarang dan mereka akan menghabiskan lebih banyak tenaga dan sumber daya untuk menghadapi zerg.
__ADS_1