Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Bersiap Pergi


__ADS_3

Dimas menatap profesor Wijaya sambil ternyemum canggung, dia tentu saja mengetahui apa yang dikatakan profesor Wijaya dan akan setuju untuk ikut pergi ke tempat perlindungan resmi ibukota. Dari apa yang dikatakan oleh profesor Wijaya sepertinya profesor Wijaya berpikir dia akan menolak dan dengan cepat membujuk Dimas untuk menyetujui untuk pergi ke tempat perlindungan resmi di ibukota.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan tentang perkembangan reaktor fusi nuklir, dengan makalah penelitian yang kau berikan sebelumnya kecepatan penelitian pasti akan ditingkatkan dan diperkirakan kami dapat membuat reaktor fusi nuklir secara mandiri dalam 1 bulan" Profesor Wijaya terus berkata untuk meyakinkan Dimas.


Dimas tidak tau harus berkata apa terhadap kesalahpahaman yang terjadi kepada profesor Wijaya. Karena ingin terus menerus mendengar bujukan dari profesor Wijaya Dimas akhirnya mengangguk untuk mengungkapkan persetujuan, lagipula dia memang ingin menyetujui untuk pergi ke tempat perlindungan di ibukota bahkan tanpa bujukan profesor Wijaya.


"Baiklah, aku akan pergi ke tempat perlindungan di ibukota untuk membantu penelitian zerg disana" Ucap Dimas menoleh kepada kolonel Bayu.


Profesor Wijaya terlihat senang dan segera melepaskan tangannya dari bahu Dimas, dia menatap Dimas dengan bangga seperti seorang ayah yang bangga terhadap putranya. Dimas mengabaikan tatapan itu dan mengarahkan pandangannya kepada kolonel Bayu.


"Kapan kita akan berangkat?" Tanya Dimas kepada kolonel Bayu.


"Kebetulan hari ini mobil khusus untuk membawa zerg akan tiba hari ini, jika sesuai dengan yang diperkirakan maka mereka akan sampai dalam waktu kurang dari 3 jam dan kembali ke tempat perlindungan di ibukota setelah memindahkan zerg ke dalam mobil" Kolonel Bayu berkata kepada Dimas sambil melihat jam tangan di pergelangan tangannya untuk memperkirakan waktu kedatangan.


Dimas juga ikut melihat jam tangannya namun dengan cara berbeda, dia mengetuk dua kali layar jam sehingga membuat jam mengeluarkan proyeksi holografik dari tampilan awal ponsel. Dimas melihat bahwa sekarang adalah jam 1 siang dan segera menekan tombol untuk mematikan proyeksi holografik tersebut tanpa memperhatikan wajah kedua orang di depannya.

__ADS_1


"Jadi mereka akan sampai sore nanti, kalau begitu lebih baik aku bersiap siap terlebih dahulu" Gumam Dimas.


"Kalau begitu aku akan kembali ke kediamanku terlebih dahulu untuk mempersiapkan pakaian yang akan dibawa nantinya, aku akan pergi tepat waktu saat zerg dibawa nantinya" Ucap Dimas kepada keduanya.


Setelah mengucapkan hal itu Dimas kemudian pergi ke kediamannya dan membereskan pakaian untuk dibawa ke tempat perlindungan resmi di ibukota, dalam waktu kurang dari 30 menit Dimas selesai memasukan pakaiannya ke dalam koper. Karena masih ada banyak waktu sebelum mobil khusus yang dikirim untuk memindahkan zerg sampai, Dimas memutuskan untuk tidur karena sebelumnya dia terlalu sibuk menguji reaktor fusi nuklir hingga lupa tidur.


Saat waktu kurang 15 menit dari jam 4 sore Dimas akhirnya terbangun oleh alarm yang dia buat di jam tangan khususnya, Dimas segera bangun dan mencuci wajahnya di kamar mandi kemudian pergi sambil menyeret kopernya keluar tempat perlindungan resmi. Saat Dimas baru keluar dari kediamannya dia melihat keluarga Dea kebetulan juga keluar dari kediaman mereka dengan beberapa koper dan tas.


Dimas menghampiri mereka dan bertanya apa yang mereka lakukan, ternyata keluarga mereka juga akan dibawa ke tempat perlindungan resmi di ibukota untuk melakukan beberapa pemeriksaan karena sebelumnya mereka telah melalui beberapa hari berada di tempat yang dekat dengan zerg. Karena kesamaan tujuan akhirnya Dimas dan keluarga Dea pergi bersama keluar dari tempat perlindungan resmi.


"Profesor Dimas, anda datang tepat waktu, kami baru saja akan memulai pemindahan dan ingin menjemput anda agar dapat memberi masukan dalam proses pemindahan zerg" Kolonel Bayu melihat Dimas datang segera menyapa Dimas yang dibalas dengan senyuman dan anggukan oleh Dimas.


"Ini kolonel Arya, nantinya dia akan menggantikan posisiku di tempat perlindungan ini selama kita semua pergi ke tempat perlindungan resmi di ibukota untuk melakukan pemeriksaan" Lanjut kolonel Bayu memperkenalkan orang yang menjadi lawan bicaranya sebelumnya.


Dari apa yang diketahui Dimas tentang kepergian ke tempat perlindungan resmi di ibukota, seluruh orang yang pernah melakukan kontak dekat dengan zerg akan dibawa untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dimas cukup puas dengan sikap negara dalam menangani zerg yang masih tidak mereka ketahui, dia tidak berniat langsung menyebutkan bahwa zerg ini adalah alien karena hal itu akan membuat orang orang mencurigai dirinya.

__ADS_1


Dimas, kolonel Bayu dan keluarga Dea berbicara singkat mengenai beberapa hal tentang zerg bersama dengan kolonel Arya, Dimas dapat melihat dari gerakan tubuhnya kolonel Arya terlihat menjaga jarak agar tidak terlalu dekat dengan mereka. Mungkin karena adanya kemungkinan mereka terjangkit sesuatu dari zerg membuat kolonel Arya dan yang lainnya harus menjaga jarak untuk menghindari resiko penularan sebanyak mungkin jadi Dimas tidak mempermasalahkan hal itu.


Saat mereka semua masih berbicara seputar zerg beberapa orang tentara saat ini telah membawa keluar zerg yang ditangkap hidup hidup menggunakan sebuah sangkar besi yang cukup besar untuk menampung seekor beruang. Zerg di dalam sangkar sepertinya telah dibius sehingga tidak menyadari dirinya sedang dipindahkan oleh para manusia di sekitarnya.


Ada dua zerg yang tinggal di dalam sangkar besi, keduanya memiliki tubuh yang sedikit lebih besar dari yang Dimas ingat saat mereka berhadapan dengan zerg sebelumnya. Selain tubuhnya yang menjadi lebih besar kaki depan dari zerg juga sedikit berubah dimana saat ini kaki depannya terlihat seperti sebuah sabit yang sangat tajam dan ada sebuah sayap kecil tumbuh di bagian belakang zerg.


"Pertumbuhan zerg ini sangat cepat" Gumam Dimas.


Zerg dengan cepat diangkut ke sebuah mobil khusus, bersama dengan beberapa mayat zerg dan juga beberapa telur zerg yang membuat Dimas kaget karena setaunya telur zerg harus berada di sarang zerg.


Dimas kemudian menanyakan dimana telur zerg itu ditemukan kepada kolonel Bayu. Kolonel Bayu sendiri dengan senang hati menjelaskan bahwa semenjak penyelamatan Dimas dan yang lainnya pemerintah kemudian mengirim pasukan untuk membersihkan zerg akhirnya menemukan sarang zerg yang berada di tempat yang diperkirakan adalah sebuah tempat perlindungan pribadi dimana pemiliknya bahkan tidak menyisakan tulang untuk dikuburkan.


Dengan begini Dimas akhirnya tau kalau perhitungan yang dilakukan oleh lunar di laboratorium tidak meleset, hanya saja ada faktor eksternal yang membuat sarang zerg dapat berkembang lebih cepat. Dapat dipastikan bahwa orang di tempat perlindungan itu mengambil serpihan meteor yang jatuh di dekatnya seperti Dimas sebelumnya, namun tidak seberuntung Dimas yang mendapat laboratorium teknologi saat mengambil serpihan meteor orang itu mengambil serpihan meteor biasa yang merupakan benih sarang zerg.


Bersembunyi di tempat perlindungan akan lebih hangat daripada di luar, posisi tempat perlindungan yang di bawah tanah juga memudahkan sarang zerg untuk mencapai kedalaman yang sesuai untuk menyerap panas bumi dan akhirnya mempercepat pertumbuhannya sebanyak beberapa kali.

__ADS_1


__ADS_2