
Ayah Dimas telah menyelesaikan transaksi minyaknya dengan beberapa persediaan yang diperlukan, saat dirinya kembali ke rv yang diparkir tidak jauh dari pasar ayah Dimas melihat selembar kertas dengan tulisan "Aku mencari beberapa barang, tidak perlu khawatir" terletak tepat di kursi kemudi rv. Ayah Dimas mengerutkan kening, dia awalnya menyarankan Dimas ikut keluar dengannya agar setelah melakukan transaksi dengan minyak mereka kemudian pergi mencari barang yang dibutuhkan Dimas bersama sama.
"Sepertinya Dimas salah paham dengan perkataanku dan mencari barang yang dia butuhkan saat aku sedang menjual minyak dengan beberapa persediaan" Ayah Dimas bergumam sendiri.
Saat ini percuma untuk mencari Dimas karena Dimas pasti pergi menjelajah ke daerah sekitar untuk mencari barang yang dibutuhkannya, jadi Ayah Dimas hanya bisa berharap tidak terjadi apa apa pada anaknya. Ayah Dimas menunggu untuk waktu yang lumayan lama sampai akhirnya pintu mobil rv dibuka oleh Dimas yang saat ini memiliki tas tambahan di tubuhnya.
"Dari mana saja kau? Aku pikir kau sudah jadi balok es diluar sana" Ayah Dimas berkata sambil menatap Dimas dengan tatapan sinis.
Dimas sedikit cemberut dengan candaan ayahnya yang terkadang terlalu gelap, dia kemudian menurunkan tas yang telah dia bawa dari tempat perlindungan mereka dan juga tas tambahan yang Yogi dapatkan. Tas tambahan berisi beberapa barang yang Dimas ambil dari beberapa gedung dan perumahan setelah Dimas kembali ke wilayah tempat perlindungan resmi.
"Aku mencari barang yang aku butuhkan, bukankah ayah sudah membaca catatan yang ku tinggalkan?" Jawab Dimas.
Mendengar jawaban ini Ayah Dimas hanya bisa menghela nafasnya, ayah Dimas cukup tenang sekarang karena tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap anaknya. Karena Dimas sudah kembali dan tidak ada lagi yang bisa dilakukan maka mereka berdua akhirnya pergi meninggalkan tempat perlindungan resmi dan pulang ke tempat perlindungan pribadi mereka.
__ADS_1
"Lain kali jika kau ingin mencari barang seperti ini ayo cari dengan ayah, kalau kau masih mencari barang barang itu sendiri apa bedanya dengan ayah yang membawamu atau kau pergi sendiri? Meskipun kau bisa menangani banyak hal tapi kau biasanya ceroboh, jadi ayah menyarankan agar kau pergi dengan ayah untuk mencari barang yang kau inginkan" Saat mobil rv melewati pos jaga ayah Dimas tiba tiba berbicara kepada Dimas.
"Aku mencari di tempat yang aman, lagipula jaket tebal yang aku pakai masih ampuh untuk menghalau dingin" Ucap Dimas membela diri.
"Kalau begitu setidaknya bawa alat perlindungan diri, tidak semua manusia yang masih hidup sampai saat ini baik, dalam lingkungan pasca bencana ini jika kau tidak sengaja bertemu orang jahat saat mencari sesuatu mereka bisa saja merampok atau bahkan melakukan kanibalisme" Ayah Dimas kembali berbicara.
Dimas memikirkan apa yang dikatakan ayahnya memang benar, yang paling menakutkan disaat seperti ini adalah manusia itu sendiri. Meskipun lingkungan alam akan terus memburuk tapi sebagian besar orang telah bersiap dan membangun tempat perlindungan yang bisa melindungi mereka. Berbeda dengan manusia, keterbatasan sumber daya akan mendorong beberapa orang menjadi putus asa dengan keadaan dan membuang kemanusiaan pada dirinya, saat itu mereka akan bisa saling membunuh bahkan untuk mendapatkan sedikit makanan.
"Setidaknya dengan adanya ayah maka keselamatanmu akan lebih terjamin" Ucap ayah Dimas sambil menunjukan sebuah pistol dari balik jaketnya.
Mengenai barang barang yang dibawa Dimas di tas tambahan, itu adalah barang bekas yang diambil oleh Dimas secara tergesa gesa saat dirinya kembali ke tempat perlindungan resmi sebelumnya. Seperti yang dikatakan ayah Dimas bahwa Dimas adalah orang yang ceroboh, dia baru memikirkan tentang barang barang ini setelah dirinya sudah dekat dengan area pasar di tempat perlindungan resmi. Untungnya Dimas memikirkannya pada akhirnya dan mengambil beberapa barang di sepanjang jalan.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama mobil rv akhirnya tiba di tempat perlindungan pribadi mereka berada, mobil rv tidak langsung diparkir di tempat parkir bawah tanah seperti semula tetapi terlebih dahulu diparkir tepat di depan pintu masuk tempat perlindungan. Dimas dan ayahnya turun dari rv kemudian membuka pintu masuk tempat perlindungan dan memasukan semua persediaan yang ditukarkan dengan minyak mereka sebelumnya.
__ADS_1
Di dalam bekas rumah keluarga Dimas saat ini beberapa pasang mata melihat mereka dengan sembunyi sembunyi baik itu dari celah jendela ataupun celah pintu yang ada di rumah. Orang orang yang bersembunyi ini memiliki benda seperti pisau, kapak, tongkat besi, dan beberapa hal lain yang sejenis. Mereka adalah kelompok orang yang bertahan hidup dengan cara menjarah orang lain dan merebut tempat perlindungan orang lain. Saat Dimas sedang memeriksa mobil rv yang ada di tempat parkir bawah tanah rumah waktu itu salah seorang dari kelompok mereka kebetulan sedang mencari persediaan di rumah keluarga Dimas kemudian setelah itu orang itu melaporkan ke pemimpin kelompok mereka, dia kemudian ditugaskan untuk mengawasi tempat perlindungan keluarga Dimas dan melaporkan jika ada pergerakan nantinya. Awalnya tidak ada pergerakan pangkalan pribadi keluarga Dimas, sampai kemudian beberapa jam yang lalu Dimas dan ayahnya berangkat ke tempat perlindungan resmi orang yang ditugaskan untuk mengawasi kemudian kembali melapor dan mempersiapkan penyergapan.
"Bos, mereka sudah membuka pintu masuk ke tempat perlindunganya, haruskan kita serang sekarang?" Salah seorang dari mereka berkata kepada orang yang tampak paling bengis diantara yang lainnya.
Orang yang dipanggil bos oleh yang lainnya mengangguk, si bos berdiri dan mengintip Dimas dan ayahnya yang sedang mengangkut persediaan ke tempat perlindungan kemudian mengambil busur silang yang tertelak di atas meja.
"Serang sekarang!" Bos memerintah seluruh anak buahnya.
Ada total 8 orang dalam kelompok mereka dan mereka semua dengan cepat mendekat ke pintu masuk tempat perlindungan. Sementara itu di pihak Dimas mereka tidak mengetahui bahwa mereka telah menjadi sasaran kelompok penjarah dan masih memindahkan barang seperti biasa
Setelah beberapa saat Dimas segera menyadari bahwa dibalik mobil rv mereka beberapa orang bersenjata menuju ke arah mereka seperti kawanan serigala yang melihat seekor domba gemuk. Dimas segera menjadi waspada dan meraih senjata elektromagnetik di kantong jaket namun tidak mengeluarkannya.
"Ayah, sepertinya ada orang dengan niat yang tidak baik menemukan kita" Dimas menghampiri ayahnya dan berkata dengan pelan.
__ADS_1
Ayah Dimas setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Dimas menoleh ke arah yang dilihat anaknya dan melihat kelompok penjarah. Ayah Dimas juga meningkatkan kewaspadaannya dan langsung mengeluarkan pistol dari balik jaket dan membuka pengamannya.