Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Pohon Alien, Fusi nuklir


__ADS_3

Dalam tempat perlindungan yang gelap Dimas dapat mendengar suara ibunya yang berteriak dari ruang tengah, Dimas meraba raba di kasurnya untuk mencari ponselnya dan setelah mendapatkan ponsel itu dia segera menghidupkan senter dari ponselnya dan berjalan menghampiri ibunya yang berteriak memanggil dirinya dan ayahnya. Ibu Dimas takut gelap jadi dia sangat tidak tahan dengan situasi saat ini, Dimas dengan cepat sampai di ruang tengah tempat ibunya berada dan menenangkan ibunya disana. Ayah dimas datang beberapa saat kemudian sambil membawa lampu darurat yang lebih terang daripada senter dari ponsel Dimas.


"Sepertinya generator kelebihan beban, AC buatanmu ternyata lebih boros listrik dari yang kuduga" Ayah Dimas berkata setelah mereka selesai menenangkan ibu Dimas yang ketakutan sebelumnya.


"Aku tidak tau, generator kita cukup untuk menghidupkan seluruh peralatan listrik di rumah kita sebelumnya tapi sepertinya ekspektasi terhadap generator terlalu tinggi" Dimas tersenyum masam dan menggaruk kepalanya dengan canggung.


Sebelumnya Dimas tidak memikirkan masalah peralatannya yang dibuatnya lebih boros daripada peralatan biasa dan memasangnya tanpa pikir panjang. Agar kejadian ini tidak lagi terjadi, Dimas membuat catatan di benaknya untuk selalu menghitung berapa banyak listrik yang diperlukan setiap peralatan yang akan dibuatnya dan memperhatikan berapa batas banyak listrik yang dihasilkan oleh generator.


Setelah beberapa saat berbincang dengan ayahnya Dimas disuruh ke ruangan dimana generator berada untuk menghidupkan generator. Tidak butuh waktu lama untuk generator kembali berfungsi dan menghasilkan listrik untuk seluruh tempat perlindungan. Meskipun generator mati hanya sekitar 15 menit tapi karena suhu global yang telah mencapai 170° membuat suhu tempat perlindungan keluarga Dimas naik sedikit saat generator tersebut mati tapi setelah generator kembali hidup suhu kembali ditekan sampai kembali ke suhu sebelumnya.


Panas tertinggi akan terjadi siang hari ini, setelahnya panas akan turun perlahan dan Bumi akan mendingin secara perlahan hingga menjadi dunia es dalam beberapa minggu atau bulan. Keluarga Dimas telah lebih siap untuk menghadapi dampak musim dingin yang akan berlangsung lama ini dan tidak takut kelaparan karena persediaan mereka cukup untuk beberapa tahun lagi.

__ADS_1


Dimas kembali ke ruang tengah saat ini, karena listrik sudah kembali menyala jadi seluruh ruang tengah terang benderang, ibu Dimas sudah tidak lagi takut dan sedang mendengarkan radio bersama ayah Dimas. Untuk Dimas sendiri dia hanya duduk di tempat yang kosong dan ikut mendengarkan berita dari radio.


Apa yang disampaikan pembawa acara di radio itu hanyalah hal yang sama dengan yang disampaikan terakhir kali, isi berita hanya tentang suhu global yang akan mencapai titik tertinggi hari ini dan juga ajakan untuk pergi ke tempat perlindungan resmi. Dimas yang bosan mendengarnya akhirnya memindahkan sebagian kesadarannya ke laboratorium untuk memulai rencana penelitian baru.


Apa yang ingin diteliti oleh Dimas kali ini adalah generator, atau lebih tepatnya pembangkit listrik pribadi untuk tempat perlindungan mereka. Kejadian hari ini membuat Dimas sadar bahwa listrik yang dihasilkan oleh generator tidak akan cukup juga dia ingin berkembang dengan bantuan laboratorium teknologi di benaknya. Dimas sudah merencanakan beberapa hal untuk masa depan dimulai dari mengatur segala hal di tempat perlindungan mereka sampai rencana untuk memulihkan Bumi dari dampak meteor secepat mungkin.


Dimas membuka bank teknologi dan menggeser beberapa kali daftar teknologi di dalamnya. Dimas menandai beberapa teknologi yang menurutnya berhubungan dan setelah itu mengkonfirmasinya, pengetahuan yang padat segera memenuhi otak Dimas sehingga Dimas harus terlebih dahulu mengatur pengetahuan pengetahuan ini.


Sementara Dimas masih terus meneliti di laboratorium teknologi di benaknya saat ini dunia luar suhu global telah mencapai puncaknya, yang paling parah adalah wilayah khatulistiwa seperti tempat Dimas berada saat ini, suhu permukaan bumi di wilayah khatulistiwa bahkan mencapai 220° yang sangat panas. Di samudra pasifik tempat meteor jatuh telah terjadi beberapa hal, meteor yang sepenuhnya tenggelam di bawah samudra pasifik memiliki sedikit perubahan dimana yang sebelumnya meteor berwarna hitam sekarang terlihat memiliki urat urat hijau di seluruh tempat, urat hijau ini berdetak seolah olah mereka bukanlah bagian dari meteor tapi bagian dari makhluk hidup. 


Sebagian urat hijau terlihat mengapung di atas air dan menyerap panas yang disebabkan oleh kenaikan suhu global, sementara sebagian lainnya mengebor ke dalam tanah untuk menyerap panas Bumi yang ada di dalam tanah. Pecahan meteor lainnya yang tersebar di seluruh dunia setelah terjadi tabrakan meteor juga mengalami hal yang sama, urat hijau muncul menembus tanah di sekitarnya sebagai akar dan beberapa urat lainnya terlihat mengembangkan bagian mirip daun untuk memaksimalkan penyerapan panas. 

__ADS_1


Baik bagian utama meteor maupun serpihannya yang berada di seluruh belahan dunia bertindak seperti pohon dan melakukan fotosintesis, namun mereka tidak memerlukan sinar matahari untuk melakukan fotosintesis melainkan energi panas. Semua bagian meteor itu terus melakukan fotosintesis menggunakan energi panas selama beberapa hari kemudian sampai akhirnya suhu global turun sehingga lebih dingin dari suhu normal. Semua serpihan meteor saat ini terlihat seperti pohon biasa dengan urat hijau yang terus berdenyut di sekitarnya. Pohon pohon ini tidak bisa lagi menyerap energi panas dari suhu global dan mulai memperdalam akar mereka sampai puluhan meter di dalam tanah untuk mendapat energi dari panas Bumi. Di bagian bawah pohon, urat urat hijau telah melubangi tanah dan membuat lubang besar dengan dinding yang juga terbuat dari urat hijau ini. Urat hijau menyala di dalam gelap dan memperlihatkan benda seperti telur seukuran bola basket memenuhi lubang yang dibuat oleh urat urat pohon.


Tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang terjadi dengan meteor yang jatuh serta serpihan yang menyebar di seluruh Bumi, semua orang sibuk untuk mempertahankan kehidupan dirinya dan orang orang terdekat mereka.


Dimas juga tidak mengetahui apa yang terjadi dengan meteor yang jatuh, meskipun dia mengambil serpihan meteor tapi serpihan itu adalah tempat laboratorium berada sebelum diinstal pada dirinya dan setelah laboratorium terinstal pada Dimas serpihan meteor itu juga menghilang.


Mengenai Dimas saat ini, dia baru saja selesai membuat desain yang sesuai untuk reaktor fusi nuklir dan sedang mengatur mesin cetak 3D untuk mencetak reaktor fusi nuklir sesuai desain yang ada. Dimas tidak memasukan apapun untuk bahan baku reaktor fusi nuklir ini, bahan baku ditambahkan hanya untuk mempercepat proses realisasinya nanti dan jika tidak ada maka tidak apa apa.


Reaktor fusi nuklir sebesar telapak tangan orang dewasa muncul di atas meja mesin cetak 3D, Dimas menimbang nimbang reaktor fusi nuklir itu di tangannya dan merasakan berat yang dimiliki reaktor tersebut dengan santainya.


Dimas kemudian memasukan reaktor tersebut dalam antrian realisasi kemudian menarik sebagian kesadarannya yang telah berhari hari meneliti fusi nuklir. Waktu untuk merealisasikan reaktor fusi nuklir portabel ini adalah 7 jam jadi Dimas memutuskan untuk tidur karena kebetulan saat ini sudah malam hari.

__ADS_1


__ADS_2