Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Lolos Dari Kejaran Zerg


__ADS_3

Sebuah mobil baja melaju kencang di padang salju menabrak beberapa sosok seperti semut sebesar orang dewasa yang menghalangi bagian depan mobil. Di dalam mobil baja Dimas dan keempat tentara yang diperintahkan menjaga Dimas saat ini dalam keadaan panik karena melihat makhluk yang aneh dan dalam jumlah banyak ingin mengepung mobil baja mereka.


"Belok kanan!" Meskipun dalam keadaan panik Dimas masih mengarahkan tentara yang mengemudi untuk pergi ke arah tempat perlindungan Dea yang tepat berada di bawah rumah keluarga Dea. Tentara yang mengemudi mengikuti instruksi dari Dimas dan membelokan mobil ke kanan tanpa mengerem sedikitpun, untungnya mobil baja berat sehingga mobil tidak terguling saat melakukan belokan dengan kecepatan tinggi.


Mereka semua memperhatikan bahwa semakin jauh mereka pergi jumlah zerg meningkat, Dimas kemudian melihat ke belakang dimana para zerg terus mengejar mobil mereka. Bukan hanya di belakang, dari samping dan juga dari depan jumlah zerg semakin banyak dan jarak antara mobil dengan para zerg ini semakin dekat.


"Profesor Dimas, jumlah monster ini semakin banyak bahkan hampir mengepung kita, bagaimana jika kita putar balik dan kembali ke tempat perlindungan resmi terlebih dahulu mengenai monster ini" Salah satu tentara berkata kepada Dimas.


Dimas tentu saja memikirkan hal ini namun dia menggelengkan kepalanya untuk menunjukan penolakan


"Monster ini disebut zerg, semenjak zerg pertama menabrak badan mobil baja yang kita kendarai saat itu juga zerg telah menandai mobil baja ini dan akan dengan mudah menemukan posisi mobil baja ini dalam rentang ratusan bahkan ribuan kilometer. Lebih baik pergi ke salah satu tempat perlindungan temanku, semoga saja tempat perlindungan mereka tidak ditembus oleh zerg ini atau kita hanya bisa menjadi camilan dari zerg ini" Dimas menjelaskan secara singkat yang untungnya dipahami oleh para tentara ini.


Dengan banyaknya zerg ini, jika mereka membawa mobil kembali ke tempat perlindungan resmi maka bisa dipastikan tempat perlindungan resmi akan segera hancur bahkan semua pengungsi di dalam tempat perlindungan resmi bisa dikatakan telah tewas bersama dengan hancurnya tempat perlindungan resmi.


Sementara para tentara khawatir dengan kehancuran tempat perlindungan resmi jika para zerg menyerang, Dimas lebih khawatir dengan kondisi keluarga Dea yang menjadi tujuan mereka. Selama tempat perlindungan mereka masih baik baik saja maka Dimas dan para tentara memiliki kemungkinan selamat yang lebih tinggi dibandingkan bersembunyi di dalam mobil baja ini.

__ADS_1


"Berapa jauh tempat perlindungan teman anda?" Tanya tentara yang mengemudikan mobil baja.


Dimas memperhatikan bangunan bangunan di pinggir jalan dan memperkirakan seberapa jauh mereka dari tempat perlindungan keluarga Dea. Dimas melihat beberapa bangunan yang dikenalnya dan berkata "sudah dekat, di depan ada perempatan jalan belok kiri kemudian rumah ketiga di sebelah kiri jalan adalah tempatnya".


Mengikuti arahan dari Dimas, sebuah perempatan muncul di depan dan mobil berbelok ke arah kiri. Bagian kanan mobil terbentur pagar beton karena drift yang tidak sempurna dilakukan oleh pengemudi tapi tidak ada yang mempermasalahkan hal itu saat ini, tepat di depan rumah ketiga di sebelah kiri jalan mobil baja berhenti dan semua orang di dalam mobil baja keluar untuk mencari pintu masuk menuju tempat perlindungan keluarga Dea.


"Kita berpencar, dua orang akan mencari di halaman belakang dan dua orang lagi ikut aku mencari di dalam rumah" Dimas berdiri di depan pintu berkata kepada keempat tentara di belakangnya.


Dengan cepat dua tentara mengikuti Dimas mengikuti Dimas untuk mencari pintu masuk ke tempat perlindungan keluarga Dea sementara dua tentara lainnya pergi ke halaman belakang untuk mengecek apakah pintu masuk tempat perlindungan ada di halaman belakang.


Suara tembakan terdengar dari luar lebih tepatnya dari halaman belakang, dapat dipastikan bahwa itu adalah kedua tentara menemui zerg dan harus menembak untuk membunuh zerg itu.


Setelah mendengar bahwa pintu masuk tempat perlindungan telah ditemukan Dimas tidak langsung menuju ke tempat itu tapi menuju salah satu jendela yang mengarah ke halaman belakang. Dimas melihat dari jendela itu bahwa kedua tentara menembaki zerg yang memanjat pagar yang mengelilingi rumah keluarga Dea dan memerlukan beberapa kali tembakan untuk membunuh zerg itu.


"Hey kalian berdua, pintu masuknya ada di dalam sini, ayo cepat masuk!" Dimas berteriak kepada kedua tentara itu.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh Dimas kedua tentara itu dengan cepat masuk melalui pintu belakang dan mereka bersama Dimas berlari ke arah tentara yang sebelumnya menemukan pintu masuk tempat perlindungan keluarga Dea. Pintu masuk tempat perlindungan seperti pintu masuk ruang rahasia yang disembunyikan di bawah meja kerja, dengan pintu kayu dengan tangga menuju ke bawah tanah yang telah dikonfirmasi menjadi jalan menuju pintu masuk ke tempat perlindungan.


Pintu belakang didobrak oleh zerg dengan mudahnya, Dimas para tentara dengan cepat turun ke bawah dengan tangga yang menuju ke bawah tanah. Di tengah jalan Dimas mengeluarkan reaktor fusi nuklir dari tasnya dan kembali naik ke atas, Dimas kemudian melihat keempat tentara satu persatu.


"Siapa dari kalian yang paling ahli dalam menembak?" Dimas bertanya


Keempat tentara itu saling memandang dan kemudian seorang diantara mereka mengangkat tangannya dan berkata "Saya memiliki keterampilan menembak yang lebih baik diantara kami berempat".


"Jika aku melempar benda ini keluar, berapa yakin kau untuk menembak benda ini saat melayang di udara?" Dimas kembali bertanya sambil menunjukan reaktor fusi nuklir di tangannya.


Tentara itu terlihat berpikir sejenak dan berkata "Selama jaraknya tidak terlalu jauh maka saya dapat mengenainya"


Dengan begitu Dimas segera membawa tentara itu ke atas dan membuka pintu kayu yang disembunyikan di bawah meja dan memberikan reaktor fusi nuklir di tangannya kepada tentara itu.


"Lempar benda ini ke arah sana kemudian tembak sebelum ketinggian benda ini turun, setelah berhasil menembak benda ini segera tutup pintu masuk dan turun ke bawah secepat mungkin" Dimas berkata kepada tentara itu.

__ADS_1


Tentara itu mengangguk dan mengganti senjatanya dengan sebuah pistol, melalui perhitungan singkat dia melempar reaktor yang diberikan Dimas ke tempat yang dimaksud Dimas yaitu langit langi di bagian tengah rumah keluarga Dea. Pengaman pistol dibuka kemudian pistol membidik reaktor fusi nuklir yang dilemparkan ke udara, peluru ditembakan dari pistol mengenai tepat pada bagian utama reaktor fusi nuklir menyebabkan reaktor fusi nuklir meledak seketika.


Tentara itu langsung menutup pintu kayu yang menjadi jalan menuju ke bawah dan dengan cepat pergi ke bawah sesuai dengan apa yang dikatakan Dimas. Reaktor fusi nuklir menyebabkan ledakan besar yang langsung menghancurkan rumah hingga rata dengan tanah membuat pintu kayu yang menjadi jalan menuju pintu masuk tempat perlindungan keluarga Dea tertimbun oleh reruntuhan rumah.


__ADS_2