
Fasilitas penelitian berupa laboratorium bawah tanah yang dipercayakan untuk dipimpin oleh Dimas sekarang telah menyelesaikan renovasi setelah beberapa hari kerja. Saat ini Di salah satu ruang penelitian di laboratorium terdapat 20 orang yang telah direkrut oleh profesor Wijaya dalam penelitian kendaraan maglev ini, saat orang orang ini melihat Dimas yang bahkan belum dapat dikatakan dewasa akan memimpin penelitian ini membuat mereka merasa kagum.
Semua orang ini tau bahwa semua teknologi yang dibutuhkan untuk membuat kendaraan maglev datang dari pemuda di depan mereka, untuk dapat menghasilkan teknologi lengkap yang bahkan belum dikuasai oleh berbagai kekuatan dunia pada usia yang begitu muda maka dapat dipastikan orang itu adalah seorang jenius di antara para jenius lainnya.
"Tujuan penelitian kita kali ini adalah untuk mengembangkan sebuah kendaraan maglev yang akan digunakan untuk mempercepat proses logistik ke berbagai daerah, sebelumnya melalui profesor Wijaya saya sudah membagikan teknologi terkait kendaraan maglev ini dan tugas kalian sekarang adalah merealisasikan teknologi tersebut" Ucap Dimas.
Dimas kemudian secara singkat memperkenalkan kendaraan maglev yang akan dibuat dan spesifikasi apa saja yang diperlukan Dimas untuk kendaraan maglev ini, semua orang menyimak apa yang Dimas katakan bahkan beberapa dari mereka telah mencatat apa yang dikatakan oleh Dimas.
Setelah Dimas selesai berbicara, seorang pria paruh baya berkata kepada Dimas "Eksekutif Dimas, meskipun saya tidak tau tentang teknologi lainnya namun dalam bidang kecerdasan buatan teknologi mengemudi otomatis yang anda berikan sebelumnya tidak memiliki masalah sama sekali, jika semua teknologi seakurat teknologi mengemudi otomatis maka tidak akan memakan waktu lama untuk sepenuhnya membuat negara memproduksi massal kendaraan maglev menggantikan kendaraan biasa"
"Saya juga telah mempelajari teknologi levitasi magnetik menggunakan elektromagnetik yang diberikan oleh eksekutif Dimas, teknologi ini merupakan teknologi yang sangat matang dan bisa segera direalisasikan" Yang lainnya menambahkan.
__ADS_1
Beberapa tanggapan serupa kemudian dilontarkan berulang ulang kali oleh para ilmuwan ini, Dimas hanya menanggapinya dengan senyuman dan kemudian dengan bantuan profesor Wijaya dia mulai membagi tugas yang sesuai kepada setiap orang ini. Ilmuwan yang berjumlah 20 orang dibagi menjadi beberapa kelompok yang sesuai dengan bidang mereka, Dimas membiarkan mereka merekrut ilmuwan lainnya untuk membantu dalam penelitian.
Dari total 20 ilmuwan yang sebelumnya berkumpul saat ini hanya terdapat 6 orang ilmuwan yang merupakan ilmuwan di bidang nuklir dan energi yang telah direkrut untuk penelitian baterai nuklir. Sisa 14 ilmuwan lainnya diatur di ruang penelitian lainnya sehingga tidak akan saling mengganggu antar penelitian nantinya.
Saat ini Dimas masih bersama dengan para ilmuwan yang bertugas meneliti baterai nuklir di ruang penelitian tersebut. Profesor Wijaya bersama dengan rekan ilmuwan lainnya mulai mempersiapkan penelitian bersama dengan Dimas sebagai pemimpin penelitian kali ini.
"Aku yakin semua orang sudah tau seberapa penting baterai nuklir ini, selain digunakan pada kendaraan maglev baterai nuklir ini juga sangat diperlukan dalam hal hal yang akan dikembangkan berikutnya seperti robot, armor mekanis, bahkan senjata energi" Ucap Dimas.
Pada hari pertama dimulainya penelitian kendaraan maglev Dimas sibuk sampai jam 3 pagi, masing masing kelompok punya pemikiran yang berbeda dalam penelitian mereka. Beberapa ilmuwan terlalu keras kepala dan menggunakan beberapa teori lama yang berlawanan dengan teori yang diberikan Dimas sebelumnya sehingga Dimas harus menggunakan posisinya sebagai eksekutif Garuda untuk meminta mereka semua mengikuti teori yang telah dia berikan.
Saat ini Dimas sedang berbaring di tempat tidurnya, meskipun tubuhnya sangat lelah namun dia tidak bisa tidur karena sedang memikirkan teknologi apa yang harus dipelajari selanjutnya dan teknologi yang mana yang harus diungkapkan ke negara setelah menyelesaikan kendaraan maglev ini.
__ADS_1
Sebagian teknologi yang sudah dipelajari oleh Dimas adalah teknologi yang berhubungan dengan perlindungan diri seperti senjata elektromagnetik, armor mekanis, serta robot dan juga beberapa teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup seperti air controller dan reaktor fusi nuklir. Dimas berpikir bahwa saat ini kandungan oksigen di Bumi mulai menipis, selain itu cadangan makanan juga semakin menipis seiring berjalannya waktu.
Dimas melihat di bank teknologi yang ada di laboratorium teknologi bahwa ada teknologi pengeditan gen tumbuhan yang bisa dipelajari olehnya. Meskipun teknologi ini tidak termasuk dalam teknologi yang ditandai oleh Lunar sebagai teknologi yang berguna untuk menghadapi zerg namun menurut Dimas teknologi ini akan berguna untuk menghadapi masalah kekurangan oksigen dan makanan di pihak manusia.
Langsung saja Dimas mempelajari teknologi pengeditan gen tumbuhan dan mulai mempraktekan pengetahuan yang muncul di otaknya di laboratorium teknologinya. Dimas berencana untuk menggunakan pohon dari sarang zerg sebagai template awal dari tumbuhan yang ingin dibuatnya, menggunakan pengeditan gen Dimas bisa menghilangkan berbagai gen yang berbahaya bagi manusia dan menyisakan sebagian gen yang tidak berbahaya untuk dipadukan dengan gen dari tumbuhan Bumi. Dengan menanam beberapa tumbuhan yang mempertahankan beberapa gen dari pohon sarang zerg yang dapat membuat pohon melakukan fotosintesis hanya dengan energi panas Bumi maka oksigen secara perlahan akan diisi kembali dan jika tumbuhan tersebut memiliki hasil panen maka cadangan makanan juga akan bertambah.
Dalam beberapa hari berikutnya kesadaran Dimas tidak pernah lepas dari kesibukan, saat siang hari dia akan pergi ke berbagai ruang penelitian untuk membantu dan memastikan penelitian berada pada jalan yang benar, dan pada malam hari dia terus melanjutkan penelitiannya dalam pengeditan gen tumbuhan di laboratorium teknologi.
Penelitian kendaraan maglev berjalan dengan lancar meskipun kemajuannya tidak terlalu cepat, namun dalam pengeditan gen tanaman Dimas telah berkali kali mengubah berbagai metode penelitian namun selalu gagal. Akhirnya setelah beberapa kegagalan lagi Dimas bertanya kepada Lunar tentang teknologi pengeditan gen tumbuhan ini, dan jawaban Lunar membuat Dimas sangat terpukul.
[Zerg adalah makhluk hidup dari peradaban tingkat 4 yang sangat ahli dalam bioteknologi, untuk dapat mengedit gen dari zerg diharuskan untuk menggunakan metode pengeditan gen yang setingkat dengan yang dimiliki peradaban tingkat 4 atau lebih tinggi]
__ADS_1
Teknologi pengeditan gen yang dimiliki oleh Dimas sekarang hanya setingkat dengan teknologi pengeditan gen milik peradaban tingkat 1, jadi untuk mengedit gen zerg menggunakan teknologi ini adalah hal yang mustahil. Akhirnya Dimas hanya bisa menggunakan tumbuhan Bumi biasa sebagai template dan mengembangkan beberapa gen yang mirip dengan yang dimiliki oleh sarang zerg untuk menyerap panas Bumi untuk digabungkan ke tumbuhan tumbuhan yang dipilihnya. Setelah beberapa hari lagi Dimas telah berhasil membuat padi hibrida yang bisa tumbuh di cuaca ekstrim dan tidak perlu sinar matahari untuk fotosintesis, selain padi hibrida Dimas juga berhasil membuat tumbuhan hibrida lainnya yang sejenis dengan padi hibrida sebelumnya. Dimas segera membuat beberapa karung besar benih dari masing masing tumbuhan dan memasukan semua benih itu ke dalam antrian realisasi.