
Menteri Marisa kembali ke lokasi penggalian bersama dengan Dimas, kali ini menteri Marisa tidak mengawasi seketat sebelumnya dan hanya memperkenalkan Dimas tentang kota bawah tanah yang rencananya akan selesai dalam beberapa tahun kedepan. Dengan tingkat teknologi dan pengetahuan yang dimiliki oleh negara, kecepatan ini sudah termasuk sangat cepat bahkan karena ini adalah pertama kalinya mereka membangun kota di dalam tanah hal itu menjadi sangat menakjubkan dan semua orang menantikan kota bawah tanah ini selesai.
"Dimas, seingatku saat kita sedang membahas rencana untuk proyek Garuda kau pernah bilang bahwa kau memiliki cetak biru dari armor mekanis, dalam rencana yang kau usulkan juga melibatkan robot pekerja, jadi apa kau juga memiliki cetak biru dari robot pekerja dan membuatnya dalam waktu dekat?" Menteri marisa bertanya kepada Dimas.
Dengan adanya robot pekerja maka efisiensi dari pembangunan kota bawah tanah pasti akan meningkat, bukan hanya mereka bekerja dengan tingkat akurasi yang sangat sempurna tapi juga tidak akan pernah lelah kecuali kehabisan energi. Dengan robot pekerja maka kota bawah tanah akan selesai lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Dimas terdiam beberapa saat kemudian menggelengkan kepalanya "masih ada beberapa teknologi yang belum dikembangkan untuk membuat robot pekerja seperti teknologi chip selain itu aku perlu meningkatkan kecerdasan buatan yang lebih maju"
Mendengar perkataan Dimas membuat menteri Marisa menghela nafas panjang, setiap teknologi akan memerlukan beberapa tahun untuk dikembangkan dan akan terlambat saat robot pekerja berhasil diperkirakan pembangunan kota bawah tanah di seluruh tempat kemungkinan sudah hampir selesai, setidaknya itulah yang dipikirkan oleh menteri Marisa.
"Meskipun tidak bisa dilakukan sekarang tapi dalam waktu kurang dari 1 tahun seharusnya robot pekerja akan dapat dibuat" Dimas melihat ekspresi menteri Marisa segera membuat pernyataan untuk menyelesaikan penelitian dan pembuatan robot pekerja.
__ADS_1
"Benarkah? Kalau begitu aku akan menunggu robot pekerja buatanmu untuk meningkatkan efisiensi pembangunan kota bawah tanah nantinya" Menteri Marisa agak terkejut pada awalnya namun dia dengan cepat kembali ke penampilan semula.
"Omong omong bagaimana dengan benih tanaman yang aku kirim sebelumnya? Apakah ada masalah pada tanaman yang tumbuh?" Dimas mengalihkan topik pembicaraan.
"Tidak ada masalah, kami sudah mencoba menanam berbagai benih yang kau berikan di lahan yang ada di lantai bawah tempat perlindungan, jumlah benih yang sesuai juga telah dibagikan ke setiap tempat perlindungan yang ada di pulau ini" Menteri Marisa menjawab pertanyaan Dimas dengan semangat.
"Itu bagus, setidaknya dari bulan depan masalah makanan bisa diabaikan karena kita akan memiliki makanan yang cukup dan beraneka ragam" Dimas tersenyum.
Benih tanaman yang sebelumnya mengalami pengeditan gen oleh Dimas telah dikirim ke tempat perlindungan ini untuk dibagikan ke setiap tempat perlindungan di pulau kalimantan semenjak kendaraan maglev seperti truk kontainer mulai diproduksi oleh negara. Kecepatan negara dalam bertindak membuat Dimas sekali lagi harus mengacungkan jempolnya kepada negara karena telah mementingkan hal hal yang memang dibutuhkan oleh negara saat ini.
Dimas berpikir sebentar, meskipun memang dia mengusulkan untuk membuat kota bawah tanah namun dia tidak memikirkan desain kota sama sekali, sekarang karena masalah ini disebutkan Dimas mulai memikirkan seperti apa kota itu nantinya.
__ADS_1
"Menurutku akan lebih baik jika kota bawah tanah dibuat seperti kota pada umumnya, mungkin kita bisa mengubah beberapa hal seperti kabel listrik yang akan dihilangkan dan mempopulerkan transmisi nirkabel, membangun rumah minimalis untuk setiap keluarga agar penampilan kota akan lebih enak dipandang dan penduduk pasti akan lebih bahagia tinggal di dalamnya" Setelah memikirkan untuk beberapa waktu yang singkat Dimas mengucapkan ide ide yang barusan terlintas di kepalanya.
Menteri Marisa menganggukan kepalanya dan berkata "selama kita berhasil mengembangkan teknologi yang sesuai maka bahkan jika kota bawah tanah akan terlihat seperti kota masa depan maka kita akan membuatnya, selain itu aku berencana untuk menghubungkan setiap kota menggunakan kereta, aku ingin bertanya apakah kau bisa membuat mesin maglev khusus untuk digunakan pada kereta yang akan menghubungkan setiap kota nantinya"
"Itu bisa diatur, aku memang berencana untuk membuat kereta maglev tapi itu hanya bisa dilakukan setelah kita menstabilkan posisi manusia di Bumi atau akan sangat buruk jika kita menghabiskan waktu dan tenaga untuk hal yang kurang penting dibandingkan dengan keselamatan kita di Bumi" Dimas segera menyetujui permintaan menteri Marisa namun menambahkan pengingat untuk menyampaikan bahwa kereta maglev bukanlah prioritas karena mereka sedang diburu waktu.
Menteri Marisa hanya bisa mengangguk setuju, dia juga tau bahwa kebutuhan utama mereka adalah untuk bertahan hidup dan mensejahterakan masyarakat. Meskipun kereta maglev untuk bepergian antar kota juga termasuk mensejahterakan masyarakat namun jika penelitian kereta maglev malah membuat penelitian teknologi yang lebih penting tertunda bisa saja mereka semua malah mengalami kerugian yang sangat besar.
Setelah mereka berdua selesai berkeliling mengamati proses penggalian yang dilakukan di sekitar tempat perlindungan mereka kemudian kembali menuju ruangan menteri Marisa. Dimas diminta oleh menteri Marisa untuk membantu membuat desain kota bawah tanah yang dia sebutkan barusan, Dimas dengan enggan menerima permintaan tersebut dan tinggal beberapa hari di tempat perlindungan ini untuk membuat desain kota bawah tanah. Untungnya Dimas memiliki teknologi proyeksi holografik pada jam tangan khususnya sehingga lebih mudah untuk mendesain kota, hanya saja Dimas kekurangan ide untuk desain tersebut sehingga dia harus berkonsultasi dengan para arsitek untuk membuat desain ini.
Dimas agak menyesal karena pergi ke tempat perlindungan ini untuk berdiskusi dengan menteri Marisa tentang benih yang dibuatnya di laboratorium teknologi, dirinya merasa menteri Marisa ini memanfaatkan dirinya untuk membantu dirinya dalam menangani tugasnya dalam mengurus pembangunan kota bawah tanah.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan desain dari kota bawah tanah yang dibuat dengan bantuan puluhan arsitek Dimas tidak langsung memberitahukan hal ini kepada menteri Marisa, dia ingin bersantai sejenak karena beberapa hari ini dirinya terlalu sibuk dengan desain kota bawah tanah. Dimas ingin berjalan jalan sejenak dan menemui beberapa orang seperti keluarga Dea dan juga kolonel Bayu yang sekarang ditugaskan di tempat perlindungan ini.
Untuk keluarga Dea sendiri sudah dipindahkan ke tempat para pengungsi biasa dan tidak lagi berada di kediaman yang sebelumnya karena kediaman kediaman tersebut disediakan untuk para ilmuwan dan pejabat yang diperlukan dalam keadaan Bumi sekarang, sedangkan untuk kolonel Bayu mereka masih seperti sebelumnya dan tidak mengalami masalah apapun.