
Dimas terbang mengamati bola yang terbuat dari tanah dan bangunan di depannya, beberapa puing puing bangunan akan terus beterbangan ke arah bola itu. Dimas tidak menyangka sebuah perangkat gravitasi buatan yang dibuat menggunakan teknologi dari sebuah peradaban tingkat 5 yang merupakan peradaban yang menguasai sebuah alam semesta kemungkinan akan mendaur ulang planet asalnya.
"Tuan, perangkat gravitasi buatan ini tidak memiliki energi yang cukup untuk mendaur ulang Bumi, saat ini karena perangkat gravitasi buatan bekerja dalam keadaan kelebihan beban maka paling lama perangkat gravitasi buatan hanya akan aktif dalam 30 detik dan kemungkinan besar perangkat gravitasi buatan akan rusak sebelum waktu itu" Suara A terdengar di telinga Dimas, hal ini membuat Dimas tenang dan sadar bahwa perangkat gravitasi buatan tidak mungkin melanggar hukum kekekalan energi dan terus aktif tanpa memerlukan energi.
Baru saja Dimas lega karena perkataan A yang menyebutkan masalah energi pada perangkat gravitasi buatan Dimas kembali mengerutkan kening setelah melihat bola yang terbentuk dari puing puing bangunan dan juga tanah saat ini mulai menyusut dalam ukuran. Gravitasi yang terlalu kuat memberikan tekanan berlebih kepada puing puing bangunan dan tanah yang membentuk bola itu, saat ini kepadatan yang ada pada bola itu sudah sangat padat namun di bawah tekanan gravitasi yang semakin kuat bola tersebut terus di perkecil.
Setelah kurang lebih 30 detik bola yang tercipta dari puing puing bangunan dan juga tanah serta tambahan ribuan hingga puluhan ribu zerg yang berada di dalam area cakupan perangkat gravitasi buatan telah ditekan oleh gravitasi hingga seukuran bola sepak. Dimas tidak dapat membayangkan seperti apa kepadatan yang dimiliki oleh bola ini dan apakah masih akan menjadi lebih kecil lagi nantinya.
Gravitasi yang sangat kuat kemudian menghilang begitu saja, kemungkinan karena perangkat gravitasi buatan telah kehabisan energi setelah 30 detik berlalu atau rusak karena tekanan yang berlebih dari gravitasi itu sendiri. Bola dari puing puing bangunan yang saat ini hanya sebesar bola sepak jatuh dengan suara yang sangat dalam, bagaimanapun itu masih berat yang sama dengan yang dimiliki oleh beberapa bangunan, tanah, dan zerg yang telah ditekan menjadi sebuah bola sepak.
"Lubang tempat bola itu jatuh sangat dalam, sepertinya itu sangat berat" Dimas bergumam sendiri.
__ADS_1
Dimas kemudian melihat kerumunan zerg dibawahnya yang sudah mulai membentuk gunung kecil karena saling menumpuk diri mereka sendiri agar bisa menangkapnya, tapi Dimas tidak lagi memiliki niatan untuk bertempur melawan para zerg ini, beberapa tempat di armor mekanisnya bahkan sudah memiliki tingkat kerusakan hampir 60% dan untuk sepenuhnya memberantas zerg ini setidaknya perlu 3 hari sampai 1 minggu untuk sepenuhnya menghilangkan zerg tergantung dengan seberapa besar sarang zerg dan seberapa banyak zerg yang telah menetas di sarang tersebut.
"A, bantu aku mengendalikan armor mekanis untuk mendarat di tempat yang aman" Dimas berkata kepada A.
Dengan perintah dari Dimas A kemudian mengendalikan arah terbang armor mekanis ke arah salah satu gedung tinggi yang tidak dalam pengepungan zerg. Dimas mendarat dengan aman dan untuk para zerg yang masih terus mengejar mereka memerlukan beberapa waktu untuk mencapai tempat Dimas saat ini.
"Lepaskan armor mekanis" Ucap Dimas.
Armor mekanis generasi keempat langsung terpasang di tubuh Dimas, hanya ada sedikit perbedaan pada desain armor mekanis ini dimana pada armor mekanis generasi keempat desainnya terlihat lebih tebal sehingga memiliki pertahanan yang lebih baik dari armor mekanis generasi kelima namun armor generasi keempat tidak memiliki pendorong plasma sehingga tidak bisa terbang seperti pendorong plasma generasi kelima.
"Kendalikan motor maglev untuk berkendara ke tempat aman terdekat, pastikan tempat itu cukup jauh dari zerg sehingga tidak menarik perhatian zerg" Ucap Dimas.
__ADS_1
"Baik tuan" Ucap A diikuti dengan sebuah map kecil berwarna hitam dengan titik hijau yang berada di tengah map adalah dirinya dan sebuah titik biru yang lumayan jauh dari sana adalah tempat motor maglev berada.
Dimas melihat ke arah motor maglev yang ditunjukan di map kecil yang berada di bagian kiri sebelah atas penglihatannya, meskipun Dimas tidak dapat melihat dimana motor maglev itu berada namun Dimas tidak meragukan map tersebut sama sekali. Dimas berjalan ke pinggir gedung dan melihat zerg yang ada di bawah masih terus memanjat gedung dan menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya aku akan membuat kalian kecewa lagi" Gumam Dimas, kemudian Dimas menekuk tubuhnya untuk membuat postur melompat, bagian bawah dari armor mekanis mengalami sedikit perubahan dan saat Dimas mendorong kakinya Dimas telah melompat puluhan meter jauhnya dan mendarat di atas gedung lainnya.
Meskipun armor mekanis generasi keempat tidak bisa terbang namun Dimas telah membuat bagian bawah armor mekanis terlebih pada bagian kaki seperti sebuah pegas yang akan membuat Dimas bisa melompat sangat tinggi dan sangat jauh. Dimas melompat lompat dari gedung satu ke gedung yang lain kemudian setelah Dimas melihat motor maglev dia segera melompat ke bawah tepat di samping motor maglev tersebut. Tidak ada efek seperti tanah retak seperti jaring laba laba saat Dimas mendarat, bagian bawah armor mekanis yang seperti sebuah pegas membuat pendaratan Dimas sangat mulus dan tidak menimbulkan cedera apapun pada tubuh Dimas.
Tidak ada zerg di sekitar sini, Dimas dengan bebas berkendara menuju tempat sarang zerg yang telah dipetakan. Tentu saja Dimas tidak berharap seperti tidak akan ada zerg sepanjang perjalanan nantinya jadi Dimas mengeluarkan perangkat perisai elektromagnetik dan mengatur bentuk perisai seperti sebuah kerucut dengan Dimas dan juga motor maglev berada di dalam kerucut tersebut.
Benar saja, beberapa menit setelah berkendara Dimas kembali menemui zerg yang menghadangnya, Dimas tanpa pikir panjang menabrak zerg yang menghalangi dan terus berkendara dengan sangat cepat. Zerg yang ditabrak tidak mengenai motor maglev ataupun Dimas tetapi mengenai perisai elektromagnetik yang melindungi Dimas, perisai elektromagnetik berbentuk kerucut ini seperti sebuah panah yang terus melesat maju menuju ke arah sarang zerg berada.
__ADS_1
Semakin jauh Dimas berkendara semakin banyak pula zerg yang menghadangnya, namun Dimas hanya menabrak semua zerg yang menghadang dan tetap fokus pada tujuannya yaitu sarang zerg yang seharusnya sudah dekat. Benar saja, tidak berapa lama kemudian Dimas menemukan sebuah cekungan yang diperkirakan hasil dari serpihan meteor yang jatuh di tempat itu, sebuah pohon besar seperti sebuah pohon besar dengan diameter sekitar 1,5 meter dan ketinggian mencapai 30 meter pohon tersebut sangat mencolok di dasar kawah yang dihasilkan oleh serpihan meteor.