Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Ikut Meneliti Robot Pekerja


__ADS_3

Semua orang di ruang pertemuan terdiam saat mendengar perkataan Dimas, tidak ada yang menyangka bahwa Dimas akan berani mengklaim bahwa mereka akan dapat mengangkat pulau kalimantan ke orbit Bumi dalam waktu 2 tahun. Semua orang tau kecepatan penelitian yang dimiliki oleh kelompok Dimas sangat cepat, bahkan beberapa kali Dimas akan membantu eksekutif Garuda lainnya untuk meneliti sesuatu namun untuk menyelesaikan tahap pertama dari rencana milik Dimas dalam 2 tahun adalah hal yang bisa dikatakan mustahil.


Untuk mengangkat seluruh pulau ke orbit Bumi akan membutuhkan banyak teknologi tinggi yang belum dikuasai sampai saat ini, salah satunya adalah anti gravitasi yang memungkinkan seluruh pulau terangkat dengan mudah dan juga lapisan pelindung energi untuk melindungi udara di di pulau agar tidak tersedot keluar saat pulau meninggalkan atmosfer menuju orbit rendah Bumi, selain itu harus ada perangkat gravitasi buatan yang sesuai di pulau jika tidak manusia yang ada di dalamnya akan rentan terkena penyakit yang berhubungan dengan tulang.


"Sebaiknya kita terus mengembangkan teknologi kita sekuat tenaga, meskipun mengembangkan kekuatan kita hingga menyamai kedua peradaban tersebut hampir tidak mungkin namun seperti yang dikatakan oleh profesor Dimas bahwa perkembangan peradaban kita terus dipercepat dalam beberapa tahun terakhir, bahkan rencana yang ada di proyek Garuda telah dipercepat sampai batas tertentu sehingga rencana ini masih agak layak meskipun kemungkinannya sangat kecil. Jika kekuatan yang kita kembangkan nantinya tidak bisa menyamai kekuatan dari kedua peradaban tersebut maka kita bisa mencoba bernegosiasi kepada salah satu pihak untuk meminta perlindungan atau memindahkan seluruh manusia untuk segera menjauh dari sektor 9 dan sektor 10 secepat mungkin" Profesor Surya memecah kesunyian yang disebabkan oleh Dimas, dan dari perkataannya dia masih berusaha mendukung rencana Dimas.


Semua orang menganggap apa yang dikatakan oleh profesor Surya masuk akal, mereka bisa mencoba mengembangkan kekuatan terlebih dahulu namun jika gagal menyamai kedua peradaban tersebut mereka hanya bisa bergantung kepada salah satu peradaban atau melarikan diri ke tempat yang aman.


Akhirnya semua orang setuju untuk berjuang mengembangkan kekuatan peradaban mereka terlebih dahulu, bahkan jika hal itu gagal mereka masih memiliki rencana lain yang bisa digunakan. Dimas sangat berterima kasih kepada profesor Surya, jika bukan karena dia angkat bicara untuk mendukung dirinya diperkirakan akan lebih sulit untuk meyakinkan orang orang ini dengan kemampuannya sekarang. 


Namun pertama tama mereka harus lebih dahulu menyingkirkan zerg dari Bumi sehingga mereka bisa berkembang dengan normal nantinya, oleh karena itu rencana untuk berurusan dengan kedua peradaban Viuter dan peradaban Ligrus harus ditangguhkan terlebih dahulu sampai mereka menghilangkan zerg di Bumi.


Pertemuan berakhir, semua orang kembali ke pekerjaan mereka masing masing dan mempercepat pekerjaan mereka secepat yang mereka bisa. Dimas juga kembali ke laboratorium yang berada di bawah pimpinannya, lagipula semua sarang zerg di pulau jawa sudah dia ambil semua jadi keperluan Dimas di pulau jawa sudah diselesaikan. 

__ADS_1


Saat Dimas kembali dirinya disambut oleh sang sekretaris yaitu Dea, Dimas kemudian menghampiri Dea dan keduanya pergi ke ruangan Dimas tanpa melakukan komunikasi sama sekali dari awal sampai akhir. Setelah keduanya memasuki ruangan milik Dimas mereka berdua dapat melihat Lia yang sedang duduk di sofa sambil memberi makan adiknya menggunakan dot bayi.


"Bagaimana penelitian robot pekerja berlangsung?" Akhirnya setelah sebelumnya tidak ada komunikasi Dimas memulai terlebih dahulu komunikasi dengan Dea yang baru saja memisahkan beberapa dokumen yang perlu Dimas urus.


"Penelitian berjalan dengan lancar, baru beberapa jam yang lalu aku mendapat laporan dari para ilmuwan yang berpartisipasi dalam penelitian robot pekerja bahwa proses penelitian sudah selesai 10% dari keseluruhan robot pekerja" Jawab Dea.


Dea kemudian membolak balik beberapa dokumen dan setelah menemukan dokumen yang benar dia segera memberikan dokumen itu kepada Dimas.


"Omong omong bagaimana dengan sampel gen zerg yang kau dapat di pulau jawa? Aku dengar kau beberapa kali memasuki sarang zerg dan akan mengirimkan koordinat kepada jenderal Andika agar mengirim pasukan untuk membereskan masalah yang kau buat di sarang zerg tersebut" Ucap Dea sambil memberikan dokumen yang berisi laporan penelitian robot pekerja.


Melihat Dimas yang sibuk dengan dunianya sendiri membuat Dea agak kesal karena merasa diabaikan, tanpa sadar Dea melihat ke arah Lia yang sedang memberi makan adiknya menggunakan dot bayi dan menggertakan giginya.


"Aku tidak menyangka kau memiliki fetish terhadap anak kecil?!" Dea berkata sambil mendengus lalu kembali menyusun beberapa dokumen di meja kerja Dimas.

__ADS_1


Dimas melihat Dea yang tampak kesal tanpa tau apa penyebabnya hanya mengerutkan kening, dia kemudian melanjutkan membaca laporan di tangannya.


Waktu berlalu, Dimas ikut dalam penelitian robot pekerja dan membuat kecepatan penelitian meningkat. Dua minggu kemudian tim penelitian robot pekerja akhirnya selesai membuat semua suku cadang yang sesuai untuk robot pekerja, Dimas bersama dengan para ilmuwan yang telah meneliti robot pekerja selama lebih dari 2 minggu mulai merakit setiap bagian untuk menjadi robot pekerja yang utuh.


Adal lebih dari 3000 suku cadang yang harus mereka rakit secara manual, semua orang harus merakitnya secara perlahan dibawah bimbingan kecerdasan buatan untuk mencegah kesalahan perakitan. 


"Merakit setiap bagian suku cadang ini membuat banyak sel di otakku mati lebih cepat!" Seorang asisten salah satu ilmuwan yang tampak menggaruk garuk kepalanya dengan putus asa.


"Kenapa tidak menghabiskan sedikit lebih banyak waktu untuk membuat jalur produksi robot pekerja yang sepenuhnya otomatis sehingga tidak akan memerlukan banyak pekerja untuk merakit setiap bagian tapi juga untuk meningkatkan kecepatan produksi dari robot pekerja" Rekannya juga mengeluh dan meletakan bagian kaki robot pekerja yang baru dirakit dari kaki sampai bagian pergelangan kaki di lantai di sebelahnya.


Ilmuwan tua mendengar keluhan dari kedua asisten ilmuwan menoleh dan menatap tajam ke arah mereka, melihat mereka sedang menghentikan pekerjaan mereka ilmuwan itu langsung kesal dan memarahi mereka.


"Cepatlah kerjakan bagian milik kalian, itu hanya bagian kaki yang paling mudah, coba kalian lihat profesor Dimas yang lebih muda dari kalian bahkan sudah hampir selesai merakit bagian kepala robot yang memiliki struktur paling rumit" Ilmuwan itu memarahi kedua asisten ilmuwan namun dia hanya mengeluarkan bisikan sehingga kemarahannya hanya bisa didengar oleh kedua asisten ilmuwan itu, semua orang sedang fokus merakit bagian mereka masing masing jadi ilmuwan itu tidak ingin berteriak dan mengganggu konsentrasi semua orang.

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan dari ilmuwan tersebut kedua asisten ilmuwan itu dengan enggan melanjutkan perakitan mereka yang belum selesai, suasana di ruangan kembali tenang dan hanya ada suara setiap suku cadang yang disatukan disertai dengan suara ******* dan suara para ilmuwan yang menggaruk kepala mereka karena bingung.


__ADS_2