Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Kelompok Penjarah


__ADS_3

Ada 8 orang dari kelompok penjarah yang mengelilingi pintu masuk tempat perlindungan keluarga Dimas yang mana masing masing dari mereka memiliki senjata tajam atau senjata tumpul di tangan mereka. Dimas memperhatikan bahwa salah satu dari mereka masih memiliki busur silang untuk serangan jarak jauh namun dia tidak terlalu panik karena mereka masih memiliki senjata api berupa pistol serta senjata elektromagnetik yang disembunyikan Dimas.


"Siapa kalian?!" Ayah Dimas berteriak kepada mereka dan mengarahkan pistol kepada salah satu dari mereka.


Kelompok perampok terkejut dengan ayah Dimas yang memiliki pistol di tangannya, mereka berhenti maju dan saling memandang satu sama lain. Senjata api merupakan hal yang tidak diperbolehkan di negara mereka sebelumnya, kecuali pihak polisi dan militer hampir tidak ada orang yang diperbolehkan untuk menggunakan senjata api bahkan jika itu hanya pistol biasa. 


Orang yang sebelumnya dipanggil bos melihat senjata di tangan orang dia jadikan target memiliki ekspresi wajah menghina, tidak ada rasa takut di wajahnya saat ini. Biasanya orang biasa tidak akan diperbolehkan memiliki senjata api, kecuali mereka adalah anggota kepolisian atau militer namun mereka semua akan dipanggil ke tempat perlindungan resmi bersama keluarganya dan tidak mungkin untuk tetap membawa senjata api setelah pensiun dari kepolisian atau militer.


"Kami kesini untuk menjarah tempat perlindungan kalian, jadi sebaiknya kau singkirkan mainan di tanganmu dan bawa pergi seluruh keluargamu pergi sebelum anak buahku mencincang kalian" Bos penjarah berkata dengan lantang yang membuat semua orang termasuk Dimas dan ayahnya cukup kaget dengan ucapannya.


Salah satu anak buah mendekati bosnya dan berkata dengan panik "Bos, mereka punya pistol, kenapa kau memprovokasinya lebih dalam?" 


"Heh, semuanya jangan takut, sebelumnya kepemilikan senjata api tidak diperbolehkan bagi warga sipil, kecuali polisi dan tentara yang diharuskan pergi ke tempat perlindungan resmi bersama keluarganya. Karena mereka membangun tempat perlindungan pribadi jadi dapat dipastikan mereka bukan bagian dari polisi ataupun militer, jadi senjata itu pasti palsu!" Bos penjarah berkata dengan suara yang lantang agar didengar oleh semua anak buahnya dan mereka tidak lagi takut.

__ADS_1


Dimas, ayah dan juga ibunya yang baru saja keluar karena ada keributan kagum dengan analisis dari bos penjarah, tidak ada orang di negara mereka yang bisa memiliki senjata api kecuali militer dan juga polisi tapi sayangnya ayah Dimas mendapatkan dua buah pistol dengan melakukan penyelundupan yang mana bayarannya adalah minyak mereka.


Kelompok penjarah kembali ke penampilan bengis yang sebelumnya mereka miliki. Ayah Dimas menjadi panik dan menembak ke atas untuk sebuah peringatan bahwa pistol di tangannya asli dan agar mereka tidak mendekat. Ayah Dimas tidak berani untuk membunuh orang secara langsung jadi dia tidak menembak mereka secara langsung tapi menembak ke atas sebagai peringatan.


"Siapa bilang pistol ini palsu, pistol ini asli dan dapat melubangi kepala kalian jika kalian terus mendekat!" Ayah Dimas berkata dengan lantang dan kembali menodongkan pistolnya ke depan. 


Kali ini ekspresi mereka semua telah berubah sepenuhnya, bahkan dibanding dengan ekspresi saat mereka pertama kali melihat pistol di tangan ayah Dimas ekspresi mereka yang sekarang beberapa kali lebih buruk lagi. Bos penjarah berada paling belakang dari penjarah lainnya langsung lari dan di ikuti oleh anak buahnya yang juga ikut lari tunggang langgang.


Adegan pembajakan hanyalah sebuah cerita singkat dalam kehidupan keluarga Dimas saat ini, setelah memastikan semua perompak itu telah meninggalkan tempat perlindungan mereka keluarga beranggotakan tiga orang itu kembali melanjutkan aktivitas mereka. 


Dimas baru saja selesai makan malam dan saat ini sedang berbaring di tempat tidur sambil memejamkan matanya. Dimas tidak tidur tapi memindahkan kesadarannya ke laboratorium untuk melihat sarang zerg yang lebih dewasa dari yang dia ambil di depan rumahnya. Sarang zerg ditempatkan di tabung nutrisi lainnya yang memiliki ukuran lebih besar, urat urat hijau di seluruh tubuh sarang berdetak dengan lambat karena saat ini kesadaran sarang zerg sedang ditekan oleh laboratorium.


"Jika ditambah dengan bagian akarnya maka tinggi sarang zerg beserta pohon di atasnya mampu mencapai ketinggian 30 meter yang berarti akarnya mencapai 15 meter sama seperti panjang bagian pohon di sarang zerg" Dimas bergumam.

__ADS_1


Seperti saat menangani sarang zerg sebelumnya Dimas mengulangi semua langkah itu namun dengan bantuan lengan robot yang berada di dalam tabung nutrisi untuk mengekstrak beberapa gen dari sarang zerg dan telur zerg, ukuran tabung nutrisi sangat besar dan letak telur zerg tepat di dalam sarang zerg yang ada di bagian akar atau di bagian bawah, sangat tidak mungkin Dimas menyelam ke dalam cairan nutrisi yang di dalamnya ada sarang zerg meskipun itu hanya kesadarannya.


Selain untuk mendapatkan sampel gen sarang zerg dan juga telur zerg, Dimas juga secara langsung mengambil beberapa gen dari bayi zerg yang mayatnya juga ada di dalam laboratorium. Ketiga sampel itu diteliti oleh Dimas tanpa ada masalah karena dirinya telah menguasai pengetahuan biologi paling dasar dari laboratorium.


Sementara itu di tempat lain saat ini kelompok penjarah yang sebelumnya telah berada di dekat tempat perlindungan resmi saat ini, tujuan mereka bukanlah untuk menjarah tempat perlindungan resmi yang dijaga oleh banyak tentara tetapi untuk melaporkan kepemilikan senjata dari ayah Dimas.


"Bos, apakah tidak apa apa kita melaporkan orang orang sebelumnya? Bagaimana jika mereka melaporkan kita karena ingin menjarah mereka sebelumnya" Salah seorang dari mereka berkata kepada bos.


Bos menggelengkan kepalanya "mereka tidak punya bukti, bahkan jika kita memang ingin menjarah dan merampok mereka tapi nyatanya kita tidak mengambil apapun, sedangkan kepemilikan senjata api mereka adalah hal yang pasti, melalui laporan ini juga kita bisa meminta bayaran kepada para tentara karena membantu mereka menangkap orang dengan senjata api ini" 


Setelah mendengar penjelasan ini semua orang bersemangat, meskipun mereka tidak tau apa hukuman memiliki senjata api ilegal namun siapapun yang melaporkan kejahatan biasanya akan menerima bonus dari pemerintah supaya kedepannya orang orang akan mengambil inisiatif melapor jika ada pelanggaran.


"Kalau begitu ayo kita pergi sekarang" Ucap bos yang segera berjalan mendekat ke salah satu tentara yang menjaga gerbang masuk tempat perlindungan resmi.

__ADS_1


Keluarga Dimas tidak mengetahui bahwa pembelaan diri mereka sebelumnya sedang dilaporkan, mereka tetap beraktivitas seperti biasa tanpa tau ada masalah yang akan menghampiri mereka dalam waktu dekat. Sedangkan Dimas, dia terlalu sibuk dengan penelitian di laboratorium dalam benaknya.


__ADS_2