Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Dea


__ADS_3

Dimas melihat ke arah orang yang menepuk bahunya, orang itu adalah Dea yang merupakan primadona di sekolahnya sebelumnya. Karena kesamaan hobi yang berhubungan dengan teknologi tinggi mereka membuat berdua menjadi sering berbincang bincang dan akhirnya menjadi dekat. Meskipun Dea juga menyukai teknologi tinggi seperti Dimas namun dia tidak seperti Dimas yang sampai mencoba membuat barang berteknologi tinggi dengan sendirinya, Dea lebih suka melihat hasil nyata dari teknologi itu dan memberi masukan. Tidak jarang Dimas mendapat masukan dari Dea mengenai barang barang yang dia buat sebelumnya dan Dea juga sangat puas dengan Dimas yang mau menerima masukannya dengan memperbaiki barang barangnya sesuai masukan yang dia lontarkan.


Namun hubungan itu tidak mengalami perkembangan yang lebih dalam, Dimas lebih menyukai barang ciptaannya dibanding dengan seorang perempuan. Meskipun begitu Dea sering mengatakan bahwa dia berpacaran dengan Dimas untuk menolak pernyataan banyak orang yang menyukainya.


Kembali ke waktu sekarang, setelah kedua orang itu saling memanggil nama masing masing terjadi keheningan singkat disana. Dimas terlihat kaget dengan kehadiran Dea sementara itu Dea memperlihatkan wajah penuh senyum bahagia karena melihat Dimas setelah beberapa bulan tidak ada kabar.


"Bagaimana kabarmu?" Ucap Dea kepada Dimas.


"Aku baik baik saja, bagaimana denganmu?" Dimas mengangguk kemudian bertanya balik kepada Dea dengan canggung.


Dea merentangkan tangannya dan menghela nafas, dia kemudian merangkul Dimas tanpa memikirkan bagaimana tanggapan Dimas saat ini.


"Yah begitulah, setelah peringatanmu tentang tabrakan meteor aku perlu menghabiskan banyak waktu agar orang tuaku akhirnya percaya dan mau menggunakan tabungan untuk membangun tempat perlindungan pribadi di bawah rumah kami dan juga membeli banyak persediaan sebelum pengumuman resmi dari pemerintah di seluruh dunia" Dea menjelaskan.


"Lalu kenapa masih menghela nafas saat ku tanya kabarmu? Bukankah seharusnya keadaanmu baik baik saja?" Dimas kembali bertanya sambil menolehkan kepalanya ke arah Dea yang meletakan dagunya di bahu dimas.

__ADS_1


"Setelah meteor jatuh seluruh menara jaringan di dunia tidak lagi berfungsi, internet tidak lagi tersedia dan aku terus terkurung di dalam tempat perlindungan keluarga kami dari jatuhnya meteor. Aku merasa lebih buruk dari tahanan rumah" Dea mengeluh.


Dimas memahami apa yang dikeluhkan oleh Dea, dengan hilangnya internet dari dunia saat ini membuat sebagian besar hiburan tidak lagi dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Dimas beruntung karena memiliki hal seperti laboratorium teknologi dimana dia tidak akan mati karena Bosan dengan menghabiskan banyak waktu untuk hal yang dia suka. Bahkan jika sedang tidak ingin meneliti sesuatu dia bisa memainkan ps atau konsol game lainnya untuk menghabiskan waktu.


Tidak seperti tempat lain yang harus menghemat listrik agar bahan bakar lebih tahan lama, tempat perlindungan keluarga Dimas lebih baik dari tempat perlindungan lain, tidak perlu takut perubahan suhu, tidak perlu khawatir tentang listrik, makanan terjamin dengan adanya rumah kaca, sumber air didapat dari sumur bor bawah tanah.


"Aku tau itu, pasti membosankan jika tidak ada yang dilakukan sepanjang hari. Untungnya aku bisa menghabiskan waktu dengan meningkatkan beberapa barang di tempat perlindungan kami" Ucap Dimas.


Dea melepaskan rangkulannya dan juga dagunya dari kedua bahu Dimas, saat ini mereka berdua saling berhadapan dan Dea menatap Dimas dengan tatapan kagum.


"Kau terlalu memuji, aku hanya membuat beberapa hal, hari ini aku akan mengumpulkan beberapa barang bekas untuk di ekstrak beberapa zat di dalamnya. Jika kau dan keluargamu berminat maka aku bisa menjual beberapa pemanas ruangan atau generator kecil kepada kalian"


Tatapan Dea kepada Dimas lebih bersemangat lagi, pemanas ruangan dan generator memang diperlukan oleh keluarganya saat ini, generator mereka saat ini sangat boros dengan bahan bakar dan menghasilkan listrik yang sedikit sehingga pemanas ruangan tidak dapat sepenuhnya menyala jadi ayah Dea berencana untuk menggantinya dengan beberapa persediaan saat ini


"Kebetulan kami saat ini kekurangan generator dan pemanas ruangan, aku akan berbicara dengan orang tuaku dan menanyakan apa mereka ingin bertukar persediaan dengan barang buatanmu" Ucap Dea.

__ADS_1


Mereka berdua kemudian mulai membahas masalah generator dan pemanas ruangan yang disebutkan Dimas. meskipun keluarga Dea masih belum pasti akan membelinya tapi Dimas sudah mempermudah keluarga Dea dalam membeli Generator dan pemanas ruangan dengan harga yang lebih murah, bahkan jika Dimas memberikannya secara gratis Dimas tidak akan rugi karena dia bisa membuat sebanyak yang dia mau di laboratorium dalam benaknya.


"Ambil ini, anggap sebagai uang muka dari pembelian generator dan pemanas ruangan " Dea mengeluarkan sekaleng cola baru dari kantong jaketnya dan menyerahkannya kepada Dimas.


Dimas tidak sempat menolak karena gadis itu sudah memasukan cola yang tadi dia sodorkan ke kantong jaket Dimas. Tidak ingin hanya menerima pemberian dari Dea membuat Dimas kemudian mengeluarkan sebatang coklat dari tasnya dan meletakkannya di kantong jaket Dea.


"Itu kembalian nya" Ucap Dimas.


Mereka kemudian berbincang secara singkat sebelum akhirnya Dea pergi karena dipanggil ayahnya, Dimas juga mengatakan tentang generator dan pemanas ruangan kepada ayah Dea dan ayah Dea setuju untuk membeli dari Dimas dengan harga lebih murah. Dimas kemudian meminta waktu paling lama 1 minggu sebelum generator dan pemanas ruangan selesai kemudian pergi dengan alasan ingin mencari beberapa barang yang bisa digunakan untuk membuat beberapa barang lainnya.


Sekarang tersisa Dimas sendiri, dia berjalan menjauh dari area pasar selama kurang lebih 15 menit, namun Dimas merasa seperti telah berjalan selama beberapa hari. Karena sinar matahari tidak dapat memasuki Bumi jadi tumbuhan tidak bisa melakukan fotosintesis dan menghasilkan oksigen, saat ini oksigen akan terus menipis bahkan dalam sebulan orang orang tidak akan bisa keluar tanpa membawa tabung oksigen bersamanya.


Setelah memastikan tidak ada orang di sekitar Dimas kembali membuka antrian realisasi dan mengkonfirmasi ketiga item yang ada di antrian. Ketiga barang yang yang dibuat Dimas adalah snowmobile biasa, perisai elektromagnetik dan juga senjata elektromagnetik dasar dasar. Perisai dan senjata elektromagnetik sudah termasuk teknologi tingkat atas bersama dengan reaktor fusi nuklir, kedua hal ini akan berguna bagi Dimas jika tempat jatuhnya serpihan meteor yang dicarinya sudah berkembang sepenuhnya dan menghasilkan beberapa zerg. Untuk snowmobile Dimas hanya membuat yang sama dengan teknologi yang sudah dikuasai oleh orang orang Bumi.


Dimas mengambil perisai elektromagnetik yang saat ini terlihat seperti jam tangan dan memakainya depan di belakang jam tangan khusus yang sebelumnya Dimas Buat, senjata elektromagnetik hanyalah sebuah pistol jadi Dimas hanya menyimpannya di kantong jaket di sebelah cola pemberian Dea sebelumnya.

__ADS_1


Saat dirinya selesai mengatur senjata dan juga perisai elektromagnetik, snowmobile telah sepenuhnya selesai sehingga Dimas hanya tinggal menaikinya kemudian menyalakan mesin dan pergi dengan cepat.


__ADS_2