
Lamha berlari menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya, sedangkan tuan sendiri tak mau kalah dengan mempercepat langkahnya.
Sseet!
Hap!
El berhasil menangkap tangan Lamha saat akan memasuki kamar. Lamha berontak tanpa mengeluarkan suara. El bertambah geram, bahkan disaat kesal begini, Lamha masih tak mau mengeluarkan suaranya. Mengaduhpun tidak!
'Apa dia menjadi bisu sekarang! kenapa sepertinya mahal sekali suaranya! cih! aku tidak suka dipermainkan seperti ini. Akan aku tunjukkan siapa Libra Graham!' batinnya sembari mencengkram kuat tangan Lamha.
"Memohonlah, maka aku akan melepaskan tanganmu" ucap tuan El. Lamha tak bergeming, dia tetap pada pendiriannya, dia tak mau bicara dengan lelaki yang sudah menorehkan luka dihatinya, tidak akan! disaat mereka tengah saling tarik menarik, mama Grace datang menengahi.
"Ada apa ini El, kenapa kamu mencengkram tangan Lamha?" tanya mama Grace. Tuan El tak menjawab dan justru malah menatap tajam kearah Lamha, menunggu wanita itu mengeluarkan suaranya. Tapi sayangnya, Lamha puasa bicara hari ini, dia tetap diam dan malah menunduk.
"El, jawab mama. Dan lepaskan tangan Lamha, kamu mencengkramnya terlalu kuat!" titah mama Grace. Akhirnya dengan berat hati, tuan El melepaskan tangan Lamha.
"Mama tanya saja sama menantu mama yang tidak sopan ini. Sekaligus ajari dia agar bersikap hormat terhadap suami!" ucap tuan El dengan kesal. Lamha merasa kupingnya sangat panas ketika tuan El mengatakan agar bersikap hormat kepada suami. Suami siapa yang dimaksud? bukankah dia sendiri yang mengatakan, jika mereka menikah hanya karena baby A membutuhkan dirinya. Bukankah, Lamha hanya seorang wanita miskin yang tidak selevel dengannya yang dijadikan sebagai ibu susu? kenapa sekarang menuntut lebih, menuntut ingin dihormati?
Lamha terus bermonolog dengan dirinya, dan ketika tuan El pergi, Lamha baru membuka mulutnya.
"Maaf nyonya saya..."
"Maafkan El ya, dan jangan panggil saya nyonya, saya sudah bilang, panggil saya mama" ucap mama Grace.
"Tapi..."
__ADS_1
"Menantuku, menurutlah pada mertuamu ini" ucap mama Grace seraya tersenyum.
"Ya, baiklah nyonya, eh mama" jawab Lamha.
"Satu lagi pesan mama. Mama benar-benar tak ingin menantu lainnya, mama hanya ingin kamu yang menjadi menantu mama. Please berusahalah untuk membuat El jatuh cinta padamu. Dan mama mohon bersabarlah dalam menghadapinya yang keras kepala dan mungkin banyak menyakiti hatimu" ucap mama Grace lembut.
"Itu... saya..."
"Mama mohon, mama yakin kalian berjodoh, lama-lama El pasti akan jatuh cinta padamu, hanya saja kamu perlu bersabar menghadapinya" ucap mama Grace.
"Baiklah, Lamha akan mencobanya ma" ucap Lamha yang berusaha menyenangkan hati mertuanya. Padahal, dia sendiri tidak tahu bagaimana caranya merayu laki-laki seperti tuan El. Sungguh, Lamha tak berpengalaman soal itu.
***********
Dan sinilah Lamha berada, dikamar utama yang selama tinggal dirumah ini tak pernah dimasukinya sekalipun.
"Pasti kamu kan yang menyuruh mama melakukan semua ini. Dasar licik!" ucap tuan El. Lamha masih belum mau membuka mulutnya, dan masih diam saja saat tuan El mengumpatnya.
"Apa kamu sudah bisu hah!" tuan El bertambah emosi. Lamha menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan.
"Sudah makan belum?" tanya Lamha. Tuan El mengerutkan keningnya sekaligus merasa heran. Tapi hatinya merasa tersiram hujan setelah kekeringan bertahun-tahun, bermekaran setelah mendengar Lamha berbicara kembali. Apalagi Lamha berbicara dengan lembut menanyakan apakah dia sudah makan atau belum, ah! terlalu indah mendayu-dayu merdu ditelinga El. Namun rasa gengsi dan egonya terlalu tinggi.
"Bukan urusanmu!" ucap tuan El ketus berusaha menutupi degup jantungnya.
"Kalau belum biar Lamha ambilin. Mas El mau makan pakai lauk apa?" tanya Lamha lembut. Ah! sungguh suara Lamha membuat tuan El merasa gemas dan ingin terbang melayang.
__ADS_1
'Sialan!' umpatnya dalam hati. tuan El merutuki jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya saat Lamha memanggilnya dengan sebutan 'Mas El'.
"Siapa yang menyuruhmu memanggilku dengan sebutan 'Mas'? tidak sopan! harusnya kamu sadar diri!" ucap tuan El.
"Lantas kalau bukan mas apa dong? sa-sayang?" ucap Lamha ragu-ragu. Sejujurnya dia sangat malu karena harus melakukan ini, tapi ucapan mertuanya benar juga. Tak ada salahnya dia mencoba merayu suaminya.
Tuan El sendiri jangan ditanya bagaimana ekspressinya, dia mati kutu dan sepertinya akan pingsan ditempat.
"Mas El saja." ucap tuan El sembari meninggalkan kamar tanpa menoleh kearah Lamha, dia sangat malu jika sampai Lamha melihat wajah kikuknya. Sehingga dia memutuskan untuk secepatnya pergi dari tempat itu.
Setelah sekian jam tuan El tak kunjung kembali membuat Lamha yang mengantuk akhirnya tertidur di sofa, karena takut tuan El marah jika dia tidur di kasurnya.
Tuan El sendiri memang sengaja berlama-lama diruang kerja, dia tak ingin sampai terbawa suasana jika berlama-lama dengan Lamha didalam kamarnya. Namun rasa kantuk mulai menyerang, dan dia akhirnya kembali masuk kedalam kamar. Benar saja Lamha sudah tertidur, tapi dia merasa bersalah saat melihat Lamha yang tertidur di sofa.
'Dasar bodoh! sudah ada kasur tidur disofa!' umpatnya. Lalu menggendong Lamha untuk dipindahkan keatas kasur. Tuan El meletakkannya secara perlahan, dan tanpa sengaja saat membaringkan Lamha dikasur, cadar wanita itu tersingkap menampilkan wajah cantik yang semalam dilihatnya. Tuan El melepas cadar Lamha, lalu dengan tangan gemetar mencoba menyentuh pipi mulus seputih susu itu.
"Eungh!"
Lamha yang melenguh karena merasa tak nyaman dengan posisi tidurnya membuat El kembali menengang.
'Apa dia sedang merayuku dengan mendes*ah seperti itu?' batin tuan El. El semakin frusatasi saat melihat bibir merah ranum milik Lamha yang merekah dan menantang membuatnya ingin melum*at bibir itu. Tapi disisi lainnya, rasa gengsi dan juga egonya sama besarnya hingga menghalanginya untuk menyentuh wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu. Kini tuan El berada dipersimpangan, tinggal menunggu timbangan oleng kemana. Antara nafs* atau gengsi.
🍁🍁🍁🍁🍁
Oleng kemana tuh si timbangan? ke A atau ke B? jangan Lupa like, komentar dan juga vote sebanyak-banyaknya ya.
__ADS_1