
Keesokan paginya, saat tuan El dan Lamha yang sedang berada dimeja makan menikmati sarapan mereka, tiba-tiba ponsel tuan El berbunyi nyaring. Tuan El mengangkat panggilan itu dan menjauh ke arah taman belakang tak ingin Lamha mendengarnya karena panggilan itu dari Mia.
"Ada apa?" tanya tuan El.
"Ada apa? kamu masih tanya ada apa? apa kamu lupa dengan janji mu El?" tanya Mia dengan nada kesal dari sebrang telfon.
"Janji apa?" tanya tuan El. Dan itu sukses membuat Mia bertambah kesal.
"Kapan menikahiku?" tanya Mia langsung ke intinya.
"Itu aku..."
"Jangan membuatku seperti simpanan El, aku tidak suka! aku kekasihmu, bukan simpananmu El!" ucap Mia tak sabaran.
"Aku..."
"Aku tunggu di apartemen, kamu harus beri keputusan secepatnya!" sela Mia dengan cepat.
Tuuut
Sambungan telfon itu terputus, Mia mematikannya secara sepihak. Tuan El mendengus kesal, dia bingung dengan keputusan yang akan diambilnya. Tapi, tidak mungkin juga dia terus-terusan menggantung status Mia seperti ini.
"Telfon dari siapa mas?" tanya Lamha saat tuan El sudah kembali ke meja makan.
"Dari klien, saya langsung berangkat ya, ada meeting pagi ini." bohong tuan El.
"Iya mas, hati-hati dijalan ya." pesan Lamha lalu mendekat pada tuan El dan menjulurkan tangannya.
"Salim dulu mas." ucap Lamha yang melihat tuan El hanya diam saja, entah melamunkan apa.
"Eh, iya.." jawab tuan El sambil buru-buru menyerahkan tangannya untuk dicium oleh Lamha.
__ADS_1
"Nanti siang mau dibawain makan siang enggak mas?" tawar Lamha setelah mencium tangan suaminya.
"Enggak usah, biar saya makan dikantin saja." tolak tuan El.
"Hmm, ya udah.. nanti pulang jam berapa, mau dimasakin apa? nanti Lamha buatin." ucap Lamha.
"Terserah, asal kamu yang masak pasti saya makan" ucap tuan El.
"Oke!" ucap Lamha sambil tersenyum hangat. Tuan El mencium kening Lamha sekilas lalu berpamitan dan akhirnya berangkat menuju kantornya. Namun saat ditengah perjalanan, dia meminta sang supir berganti arah tujuan menuju apartemen miliknya yang kini dihuni oleh Mia.
***********
Sementara itu Mia tengah menyiapkan dirinya dengan berdandan super sexy dengan mengenakan lingery merah menantang nan tipis.
Ting Tong
Dia mendengar suara bel ditekan, dia mengira itu tuan El. Namun ternyata sosok didepannya itu adalah lelaki bertubuh tambun yang beberapa hari ini memberinya kepuasan ranjang.
"Om, jangan sekarang. Kekasihku mau kesini. Nanti ketahuan om." ucap Mia saat lelaki itu memulai aksinya.
"Om kangen sayang, kamu sangat sexy, om jadi semakin bergai*rah." ucap pria itu dengan tangannya yang tak tinggal diam.
"Tapi om..."
"Syuuttt nikmati aja sayang." ucapnya sembari mendorong tubuh Mia hingga kedalam kamar dan kini mereka sudah sama-sama dikamar dan memulai pergulatan panas mereka.
Sementara itu tuan El sudah sampai dihalaman parkir apartemennya dan kini berjalan menuju kamarnya. Setelah sampai, dia membuka pintu apartemennya dengan mudah, karena dia pemilik apartemen itu.
Dia memindai sekeliling, tak ada Mia disana.
'Apa Mia sedang keluar?' batin tuan El. Tuan El coba memeriksa kedalam kamarnya dan...
__ADS_1
Klek!
**********
Lamha kini berada dikantor tuan El karena hendak mengantar dompetnya yang ketinggalan. Lamha takut isinya penting dan tuan El kelabakan mencarinya, jadi dia berinisiatif mengantarkannya sendiri. Sesampainya didepan ruangan tuan El, Lamha bertemu dengan asisten Ron.
"Assalamualaikum tuan Ron, mas El ada didalam?" sapa Lamha. Ron menautkan alisnya.
"Waalaikumsalam bu, dari tadi tuan El belum datang" jawab asisten Ron.
"Tapi berangkatnya udah dari tadi, katanya ada meeting penting. Kira-kira kemana ya?" tanya Lamha dengan wajah bingung.
"Saya enggak tahu bu, dari tadi dihubungi enggak aktif. Coba bu Lamha yang menghubungi tuan El." saran asisten Ron.
"Ya," jawab Lamha, setelah itu dia menghubungi nomor suaminya. Namun, sudah beberapa kali panggilan, tuan El belum juga mengangkatnya.
"Tidak diangkat." ucap Lamha sendu.
"Emh, apa mungkin..." asisten Ron ragu mengatakannya.
"Mungkin apa?" tanya Lamha.
"Mungkin tuan El sedang mampir ke apartemennya bu." jawab Ron tak enak hati.
"Iya, kamu benar, sepertinya dia kesana." ucap Lamha.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Assalamualaikum." pamit Lamha yang buru-buru pergi dari tempat itu kemudian meminta supir mengantarnya ke apartemen tuan El.
🍁🍁🍁🍁🍁
Othornya dah mulai oleng nih, hehe.. enggak ding. Ini othor lagi sibuk banget di RL. jadi mohon dimaklumi yah ❤
__ADS_1