
Cup!
"Terimakasih" ucap tuan El dengan nafas terengah setelah selesai menyemai biji terongnya dirahim Lamha. Namun yang diajak bicara hanya diam saja tanpa membalas ucapannya.
"Kenapa? apa aku melakukannya terlalu kasar?" tanya tuan El. Lamha hanya diam saja tak berniat merespon dan menjawab ucapan suaminya itu. Hatinya sakit dan merasa tuan El hanya menjadikannya sebagai pemuas nafs*nya saja.
"Kenapa tuan melakukan ini? kalau seperti ini terus aku bisa hamil" jawab Lamha dengan suara bergetar.
"Memangnya kenapa kalau kamu hamil? apa kamu tak ingin mengandung benihku?" tanya tuan El yang kini berganti posisi menjadi duduk.
"Aku tidak mau, apalagi sebentar lagi kita akan segera bercerai." ucap Lamha lirih.
"Siapa yang bilang kita akan bercerai. Sampai matipun aku tidak akan menceraikanmu!" jawab tuan El.
"Tapi tuan akan menikahi wanita itu bukan? dan itu artinya kita akan segera pisah." jawab Lamha.
"Aku akan menikahinya tanpa menceraikanmu!" ucap tuan El.
"Maksud tuan apa? maksudnya anda akan memiliki istri dua? poligami?" tanya Lamha yang kini ikut duduk disisi ranjang seraya memegangi selimut yang menutup tubuh polosnya.
"Ya!" jawab tuan El sembari membuang pandangan ke arah lain.
"Aku tidak sudi dimadu! kalau tuan El ingin menikah dengannya, tolong lepaskan saya!" pinta Lamha.
"Jangan harap!" ucap tuan El.
"Kenapa anda egois sekali! anda terlalu serakah tuan! apa salahnya melepaskanku! bukankah tidak ada cinta diantara kita? mudah saja jika ingin bercerai. Dan untuk urusan baby A, tuan tenang saja. Aku akan terus merawatnya dan menjadi pengasuhnya hingga dia besar." ucap Lamha.
__ADS_1
"Diantara kita memang tidak ada cinta, tapi aku tak pernah melepaskan apa yang sudah menjadi milikku!" ucap tuan El.
"Dan aku akan menggugatmu kepengadilan!" ucap Lamha tegas.
"Kenapa kamu keras kepala sekali hah!!? apa kurangnya aku. Aku sudah memberimu nafkah lahir dan batin. Semua kebutuhanmu aku cukupi! apalagi yang kamu cari dari seorang lelaki!" sentak tuan El yang mulai jengah mendengar kata cerai dan pisah.
"Tidak semua bisa dinilai dengan uang tuan El. Anda salah jika menilai saya perempuan seperti itu. Rumah tangga itu yang dikejar sakinah, mawaddah dan warohmah. Bukan hanya soal kepuasan nafsu dan materi semata. Menikah itu saling melengkapi satu sama lain, saling memahami dan saling mengajak ke dalam kebaikan. Bukan hanya memikirkan soal *** dan juga uang!" ucap Lamha dengan mata berkaca.
"Demi Allah tuan El, kalau sampai anda menikah lagi, saya tidak ridho' dan tidak ikhlas berbagi tubuh suami dengan wanita lain. Saya tidak ikhlas! dan jangan pernah sentuh saya lagi! jangan anda fikir, hanya anda yang tidak rela apa yang menjadi milikmu dimiliki pria lain. Sayapun tidak rela tuan! saya tidak rela anda dimiliki wanita lain! selama anda masih menjadi suami saya, anda hanya milik saya.!" ucap Lamha dengan menggebu. Lamha tidak tahu ucapannya barusan membuat desiran halus dihati tuan El. Seketika hatinya hangat dan berbunga-bunga saat Lamha megatakan tidak rela jika dirinya dimiliki wanita lain.
"Tubuh ini, ini dan ini" tunjuk Lamha ke dada, pipi dan bibir tuan El.
"Milik saya, hanya saya yang berhak! wanita lain tidak berhak!" ucap Lamha yang belum sadar dengan apa yang diucapkannya.
"Benarkah? apa itu artinya kamu..." tuan El tak melanjutkan ucapannya dan memilih memandang Lamha dengan tatapan penuh cinta. Melihat senyuman aneh tuan El, Lamha tersadar.
"Lamha permisi ke toilet dulu." ucap Lamha sembari berbalik hendak ke toilet.
"Mau kemana?" tanya tuan El yang berhasil menahan Lamha dan membawanya kembali kepelukannya.
"Lamha kebelet mas." bohong Lamha.
"Sudah mas, tadi anda! tuan!" goda tuan El.
"Eh iya tuan, Lamha kebelet." ucap Lamha.
"Apa penawaran yang bisa kamu berikan jika aku tak jadi menikah dengan Mia?" bisik tuan El.
__ADS_1
"Tuan bicara apa?" tanya Lamha pura-pura tak mengerti.
"Bukankah kamu tak mau aku dimiliki wanita lain? tubuh ini hanya milikmu, Bukan begitu?" goda tuan El.
"Eh itu..."
"Lamha mau sholat ashar." ucap Lamha seraya melepas tangan tuan El yang melingkar diperutnya.
"Memang punya bajunya? ada mukenanya?" tanya tuan El.
"Enggak ada" jawab Lamha spontan.
"Mas El tolong pesankan baju atau minta anak buah mas El untuk mengantar baju Lamha ya." pinta Lamha.
"Kamu menyuruhku?" tanya tuan El.
"Enggak nyuruh, minta tolong." ucap Lamha.
"Sama saja. Tapi baiklah, aku pesankan. Tapi tidak geratis!" ucapnya dengan senyum penuh arti.
"Eh,,," Lamha terkejut ketika tubuhnya melayang diudara saat tuan El menggendongnya ala bridal style.
"Satu kali lagi dibawah shower" bisik tuan El yang seketika membuat Lamha merinding.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Lamha oh Lamha... jangan Lupa like komentar dan vote nya ya.
__ADS_1