
Lamha menangis saat tuan El memutus sambungan telfonnya. Dia begitu sedih dan sangat takut jika tuan El benar-benar tak pulang dan mencari pelampiasan diluaran sana. Lamha memutuskan untuk menemui mama Grace, berniat meminta bantuan kepada mertuanya agar menyuruh tuan El untuk pulang.
"Ma..." sapa Lamha saat melihat mama mertuanya yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.
"Lamha, kenapa sayang, kenapa mata kamu sembab begitu?" tanya mama Grace.
"Ma, Lamha mau bicara sama mama." ucap Lamha.
"Ayo kita bicara didalam." ajak mama Grace seraya membawa Lamha memasuki kamarnya. Setelah mereka duduk, mama Grace mulai menanyakan maksud dan tujuan Lamha.
"Ceritakan kepada mama ada apa?" tanya mama Grace sembari menggenggam lembut tangan menantunya itu.
Mau tidak mau Lamha menceritakan semuanya kepada mama Grace, bukan untuk membuka aib suaminya, tapi Lamha melakukan itu demi mencegah suaminya melakukan perbuatan dosa. Lamha sangat takut tuan El berbuat zina diluaran sana.
"Oh God! anak itu benar-benar! Kamu tenang saja Lamha, mama akan coba menghubunginya dan menyuruhnya agar segera pulang dan tidak berbuat macam-macam diluaran sana. Tapi mama minta satu hal padamu, boleh?" tanya mama Grace.
__ADS_1
"Minta apa ma?" tanya Lamha.
"Mama minta jangan menolaknya jika El menginginkan haknya. Dan buatlah agar dia merasa nyaman disisimu. Misalnya kamu berdandan atau mungkin menggodanya dengan berpakaian yang memanjakan matanya. Lingerinya masih ada kan?" tanya mama Grace.
"Itu-itu.. masih ada ma dilemari" jawab Lamha malu-malu.
"Nanti kamu kenakan ya, El pasti bertekuk lutut padamu. Asal kamu tahu Lamha, biar pun dia duda, tapi selama ini El tak pernah jajan diluar. Mama tahu sifatnya, El bukanlah lelaki yang suka mencelup kesembarang tempat. Dia tidak akan melakukannya jika dia tidak mencintai wanita itu, dan dapat mama simpulkan, El menyukaimu, dia tertarik padamu. Jika tidak, mana mungkin dia memintanya padamu." jelas mama Grace.
Mendengar penjelasan mama mertuanya, pipi Lamha bersemu merah, hatinya seperti bunga yang tengah bermekaran. Apa benar tuan El sudah mulai menyukainya? ah, kenapa rasanya seperti berada diantara tumpukan bunga-bunga?
"Tidak ma, nanti akan Lamha coba ketika mas El pulang" ucap Lamha.
"Kalau begitu Lamha permisi ya ma." lanjutnya.
"Iya, semangat ya sayang. Mama yakin kalau kalian berjodoh." ucap mama Grace memberi semangat kepada menantunya itu.
__ADS_1
"Iya ma" jawab Lamha.
Dan setelah Lamha kembali ke kamarnya, mama Grace langsung menghubungi tuan El memintanya agar langsung pulang setelah pekerjaanya selesai. Tuan El mencoba mengelak dan memberi seribu satu alasan agar tak pulang kerumah, tapi jangan sebut mama Grace jika tak dapat menjinakkan si kepala batu itu. Sebenarnya bukan tanpa alasan tuan El malas pulang kerumah, dia takut tak dapat menahan untuk memakan Lamha jika berdekatan dengan wanita itu, yang didalam fikirannya, Lamha tak menginginkan itu semua atau mungkin Lamha jijik kepadanya. Tapi karena sang mama terus memaksanya, mau tak mau akhirnya El pulang kerumah.
**********
Lamha sudah selesai menidurkan baby A, dia juga sudah selesai melaksanakan sholat isya'. Kini Lamha tengah menatap jejeran lingery sexy didalam lemarinya. Dia merasa bingung apakah harus memakainya atau tidak, tapi tidak ada salahnya juga dia mencoba. Dia tidak berdosa, justru berpahala. Dengan tangan gemetar dan sedikit canggung Lamha mengenakan baju setipis kapas itu. Dan ketika melihat pantulan tubuhnya dicermin sekertika wajahnya merona, ish! kenapa jadi seperti wanita penggoda begini, batinnya. Namun dia tepis fikiran negatif itu lalu berusaha menetralkan rasa canggungnya dan setelah itu dia memoles tipis wajahnya dengan sedikit bedak dan juga lip tint dibibir merah ranumnya membuatnya semakin terlihat menggoda.
Sudah pukul sembilan malam, tapi tuan El belum juga pulang. Seketika rasa kantuk menyelimutinya dan karena sudah tak tertahankan, Lamha tertidur dengan balutan lingery sexy yang dikenakannya. Membuat lekuk tubuhnya terpampang nyata dan terlihat begitu sempurna.
Sementara itu disisi lainnya, tuan El sendiri merasa sangat lelah setelah seharian berjibaku dengan pekerjaanya untuk meredam hasratnya yang sejak semalam tidak tertuntaskan. Dan kini tuan El harus menelan pil pahit karena usahanya itu sia-sia. Hasrat dan nafs*nya seketika bangkit saat dia membuka pintu kamarnya dan melihat pemandangan yang begitu indah hingga membuatnya kesusahan bernafas.
🍁🍁🍁🍁🍁
Hayo....! Nungguin yaa??? sirem kembang dan kopi dulu dong, jangan lupa vote sebanyak-banyaknya ya. Like dan komentarnya juga.
__ADS_1