
Lamha terbangun dengan mengerjap-ngerjapkan matanya sembari memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing. Dan saat menoleh kearah samping dia terkejut bukan main karena melihat ustadz Sulaiman yang kini bertelan*jang dada.
"Astagfirullah!!" pekiknya. Lamha bertambah terkejut saat melihat tubuhnya yang juga sama polosnya. Lamha bergetar dan seketika meraung-raung dan menangis histeris membuat ustadz Sulaiman ikut terbangun. Ustadz Sulaiman menoleh ke sumber suara dan ternyata Lamha tengah bergetar dengan menutupi tubuhnya yang terbalut selimut tebal.
"Astagfirullah!!" ustadz Sulaiman melihat tubuhnya yang kini dalam keadaan polos lalu mencari pakaiannya yang berserakan dilantai dan memakainya dengan cepat. Kepalanya berputar mencoba mencari kepingan ingatan tentang apa yang terjadi, namun dia tak ingat apapun.
"Lamha saya... " ustadz Sulaiman merasa bersalah melihat Lamha yang kini menangis dengan tubuh yang bergetar hebat. Walaupun dia sendiri tak tahu bagaimana bisa berada di tempat ini dan tahu-tahu sudah dalam keadaan seperti ini.
Namun baru akan mendekat, Tiba-tiba...
Braakk!!!!
Pintu kamar didobrak dengan keras, dan muncullah sosok lelaki dengan mata memerah dengan tangan mengepal kuat.
"Mas El.." ucap Lamha lirih, bertambah lah ketakutan dalam dirinya, suaminya sendiri bahkan memergokinya dalam keadaan menjijikan seperti ini dengan pria lain disatu kamar.
"Tega kamu Lamha... " ucap tuan El dengan suara bergetar.
"Mas ini semua... "
"Badjingan!!! brengseekk!!"
Bugh
__ADS_1
Bugh
Bugh
Tuan El memukul ustadz Sulaiman dengan membabi buta tanpa jeda, membuat tubunnya tersungkur ke lantai dengan bersimbah darah di bagian wajahnya. Untungnya pihak keamanan segera datang dan memisahkan mereka. Memegangi tuan El yang kini tengah dikuasai amarah seperti orang kesetanan. Lamha yang menyaksikan itu semua hanya bisa menangis dan berdo'a meminta pertolongan pada yang kuasa. Setelah petugas keamanan membawa tuan El dan ustadz Sulaiman keluar dari kamar itu Lamha segera memunguti pakaiannya dan mengenakannya dengan cepat, lalu segera menyusul tuan El dan ustadz Sulaiman yang kini sudah diamankan di satu ruangan.
//
Dan disinilah mereka semua berada, di satu ruangan yang digunakan untuk bermediasi. Tuan El menatap Lamha dengan mata memerah. Tak menyangka jika istri yang dianggapnya wanita shalehah itu ternyata menghianantinya bahkan sampai tidur dengan pria lain, tuan El terus berfikiran buruk tentang Lamha.
Sedangkan Lama sendiri tak mengerti harus menjelaskan apa dan bagaimana. Karena dia sendiri tak tahu kejadian yang sebenarnya seperti apa. Dia tak ingat apapun, terakhir yang diingatnya saat dia dan ustadz Sulaiman minum di sebuah kedai kecil didekat tempat perbelanjaan.
"Mas, ini pasti salah faham, Lamha yakin pasti ada seseorang yang merencanakan ini semua." ucap Lamha mencoba menjelaskan.
Tuan El tersenyum getir.
"Kalian memang cocok! pasangan penzina dan munafik!!" ucap tuan El. Mereka sudah mengecek CCTV tapi ternyata CCTV hotel tersebut tengah rusak dan masih dalam perbaikan sehingga tak ada bukti yang dapat menguatkan jika Lamha tak bersalah.
"Mas, aku tidak berzina!" ucap Lamha dengan air mata di pipinya yang mengalir deras. Lamha sangat yakin, walaupun dia tak ingat apapun tapi dia tak mungkin melakukan dosa besar tersebut. Ini semua jebakan!
"Masih mau menyangkal? aku bahkan sudah memergoki kalian!! begitu pandai kamu menutupi sifat busukmu!! buka saja cadar mu itu! sungguh wanita murahan seperti kamu tidak cocok mengenakannya!!" hardik tuan El.
"Mas, percaya sama Lamha, ini semua pasti jebakan mas." ucap Lamha yang terus berusaha meyakinkan tuan El.
__ADS_1
"Apa salah saya Lamha? saya bahkan sudah memberikan semuanya untuk kamu, semuanya! apa kurangnya saya! apa kamu merasa tidak puas dengan satu laki-laki? hah!!" sentak tuan El.
"Mas, ini salah faham, tolong beri Lamha kesempatan untuk menjelaskan dan mencari bukti." ucap Lamha.
"Bukti apa lagi?! Lamha..!! saya... saya jijik sama kamu, mulai hari ini kamu bukan istri saya lagi. Saya talak kamu!! " ucap tuan El dan semua itu sukses membuat Lamha membeku. Tubuhnya bergetar hebat. Apa ini? kenapa semuanya terjadi begitu cepat? baru saja tadi malam mereka berbahagia dan kini tuan El sudah menceraikannya.
"Mas.. tolong cabut kata-katamu. Kamu akan menyesal saat mengetahui kebenarannya. Kenapa mas? kenapa kamu lebih mendengar bisikan setan dari pada mempercayai aku mas?" Lamha kecewa karena tuan El sama sekali tak mau memberikan dirinya kesempatan untuk membuktikan semua itu.
"Saya tetap dengan keputusan saya! tidak ada kesempatan untuk perselingkuhan! saya minta kamu, ibu kamu dan adik kamu secepatnya enyah dari rumah saya! sekarang kamu bebas bisa berbuat maksiat dengan ustadz abal-abal ini!!" tunjuk tuan El di wajah ustadz Sulaiman. Hatinya sakit, dia patah hati untuk kedua kalinya. Mata hatinya tertutup amarah dan kekecewaan yang mendalam. dia tak dapat berfikir dengan jernih, begitulah sifat tuan El jika tengah marah, selalu oleng dalam mengambil keputusan.
"Selamat! selamat karena berhasil menghacurkan hati saya Lamha." ucap tuan El dengan air mata menetes di pipinya. Setelah itu dia keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Lamha yang kini terduduk lemas.
"Lamha, maafkan saya." ucap ustadz Sulaiman yang merasa sangat bersalah sekaligus prihatin dengan kondisi Lamha yang baru saja diceraikan oleh suaminya.
"Saya akan bertanggungjawab, kamu tenang saja, saya akan menikahi kamu Lamha." ucap ustadz Sulaiman yang resah karena Lamha hanya diam saja.
Lamha mengelap kasar air mata di pipinya. Lalu tersenyum kearah ustadz Sulaiman.
"Saya tidak butuh dikasihani ustadz. Saya yakin anda tidak salah. Saya kenal ustadz dan saya tidak butuh pertanggungjawaban dari orang yang tidak bersalah. Saya permisi." ucap Lamha.
Setelah mengatakan itu Lamha pergi menuju suatu tempat dimana biasanya hatinya akan merasa lebih tenang. Ya, tempat itu adalah makam anak dan mantan suaminya.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
Ngothor jahat yee.. haha, tapi begitulah alurnya.