LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL
Boleh Aku Mencintaimu


__ADS_3

"Ron kau mau apa?" Mia mundur selangkah saat Ron ikut masuk kedalam apartemen itu dan menutup pintunya dengan rapat.


"Sudahku bilang aku akan memberikannya, memberikan hadiah yang belum aku berikan." ucap Ron yang terus melangkah maju mendekati Mia yang mundur perlahan hingga tubuhnya terpentok ke dinding. Dengan cepat Ron mengungkung tubuhnya.


"Ron jangan begini." ucap Mia sambil berusaha mendorong tubuh Ron yang mengungkung nya. Ron terus menatap Mia dengan tajam, tidak! sekarang berubah menjadi tatapan lapar dan ingin.


"Jika hadiah yang kau maksud adalah keperjakaaan mu, maka tidak perlu, aku sudah tidak menginginkannya. Aku tidak tertarik." ucap Mia sambil membuang pandangannya ke arah lain. Ron tidak menjawab dan malah mendekatkan wajahnya untuk merampas bibir sensusal milik Mia.


"Ron euummppp!" Mia tak dapat melanjutkan ucapannya saat Ron sudah berhasil membungkam bibirnya dengan bibir Ron. Ron menciumnya dengan begitu menggebu dan penuh gairah hingga Mia kewalahan mengimbanginya. Dengan sekali gerakan Ron membopong tubuh Mia ala bridal style menuju kamarnya tanpa melepas pertautan mereka.


Brakk!!


Ron menendang pintu kamar itu hingga suaranya tertutup dengan sempurna. Lalu melemparkan tubuh Mia keatas kasur dan mulai melepas satu persatu pakaiannya.


"Ron kau mau apa? jangan gila!" ucap Mia. Entah kenapa dia merasa takut sekarang, padahal sebelum-sebelumnya dia yang malah menggoda pria duluan. Tapi kini tingkahnya seperti seorang gadis yang hendak di perawanii. Mia bingung ada apa dengan asisten Ron yang tiba-tiba seperti orang kesetanan ingin memakannya? dia memundurkan tubuhnya hingga terpentok ke sisi ranjang disaat Ron mulai ikut naik keatas kasur.


"Jangan Ron! kau mau apa?" tanya Mia ketakutan. Ron tak menggubris dan malah menarik Mia hingga berada dibawah kungkungan tubuhnya.


"Mari kita melakukannya Mia, aku menginginkan mu." ucap Ron dengan suaranya yang lembut.


"Tidak! jangan! kamu akan menyesal Ron, dengar! dengarkan aku Ron, aku ini hanya jalaang, apa kau tidak takut jika aku mengidap penyakit dan akhirnya kau tertular?" Mia berusaha menakuti Ron.


"Ron, aku tidak mau melakukannya, kau pria baik-baik Ron. Jangan melakukannya dengan ku, carilah perawaan diluaran sana, jangan aku!" ucap Mia dengan air mata berderai.


"Tapi yang ku inginkan adalah kamu Mia, aku sangat menginginkan mu." ucap Ron dengan mata berkabut. Menatap Mia dengan tatapan penuh cinta dan sayang, tangannya mengelus pipi dan kening Mia dengan penuh kelembutan hingga Mia terbuai dan melayang. Perlakuan Ron sungguh manis. Hingga tanpa tahu siapa yang memulai duluan, kini mereka kembali bertautan. Saling mengungkapkan perasaan dengan sesapan yang begitu melenakan.


Hingga setelah cukup lama saling membelit akhirnya Mia menyudahi pertautan itu.


"Cukup Ron. Ini saja, sudah cukup." ucap Mia sambil mengelap bibir Ron dengan jarinya, Mia tak tahu hal itu justru semakin memantik gairahnya.


"Tidak, ini tidak cukup, aku menginginkan lebih." ucap Ron dengan mata berkabut.

__ADS_1


"Kamu yang memintaku untuk berhenti menjadi jalaang, lalu kenapa kau malah menjadikan ku sebagai jalaang?" tanya Mia.


"Karena kau hanya boleh menjadi jalaang untukku, tidak pria lain. Aku setuju, mari kita jadi partner ranjang." ucap asisten Ron.


"Kenapa?" tanya Mia.


"Karena..."


"Jangan bilang kau telah jatuh cinta pada seorang jalaang sepertiku?" ucap Mia.


"Jika iya bagaimana?" tanya Ron.


"Aku menolak! aku tidak memiliki perasaan apapun padamu." ucap Mia berusaha menyangkal.


"Benarkah?" tanya asisten Ron.


"Ya! tidak mungkin aku jatuh cinta pada seorang babuu sepertimu." ucap Mia dengan mata berkaca, dia berat mengatakan ini, tapi semua ini dilakukannya agar Ron marah dan menjauhinya, sehingga Ron menemukan kebahagiaan nya bersama wanita baik-baik.


"Ya, aku sadar siapa aku. Maka dari itu aku menawarkan diri untuk menjadi partner ranjang kepadamu. Karena aku yakin kamu tidak akan sudi menjalin hubungan atau bahkan menikah dengan seorang babuu sepertiku." ucap Ron dengan mata memerah. Hatinya sakit saat Mia mengatakan jika dirinya hanyalah seorang babuu.


"Mia... ku mohon jangan menolak. Aku mau jadi simpananmu asal kamu mau menerimaku." ucap asisten Ron memohon.


"Ron tolong hentikan kegilaan ini! stop! pergilah, cari wanita baik-baik Ron!" ucap Mia dengan suara parau. Dia sudah tak kuat lagi menahan rasa sesak didadanya. Tidak! Ron tidak boleh sampai menyentuhnya. Ron pantas mendapatkan wanita baik-baik bukan dia.


"Kalau kamu tidak mau aku akan memaksamu." ucap Ron dengan mata memerah. Dia mencekal lengan Mia yang memberontak hendak meninggalkan kasur.


"Itu namanya pemerkosaaan! aku akan melaporkan mu ke polisi jika kau sampai nekad!" ucap Mia memperingati.


"Laporkan! aku tidak takut, bagaimana bisa hubungan yang dilakukan atas dasar suka sama suka dipidanakan!" cibir Ron.


"Siapa yang suka? jangan mimpi! jelas-jelas aku menolakmu!" ucap Mia berusaha menyangkal.

__ADS_1


"Sudah cukup kau berpura-pura dan bermain-main dengan perasaanmu! aku tahu kamu juga mencintaiku." ucap Ron yang sudah tak tahan menghadapi Mia yang keras kepala.


"Jangan terlalu percaya diri Ron!" ucap Mia.


"Aku harus percaya diri menghadapi wanita keras kepala sepertimu! jadi..." Asisten Ron merapatkan tubunya ke tubuh Mia hingga mereka saling menempel tanpa berjarak sedikitpun.


"Jadi apa?" tanya Mia dengan suara lirih.


"Will you marry me?" tanya asisten Ron sembari memberikan sebuah kotak kecil yang diambil dari saku celananya. Mia tak percaya, dia begitu terkejut saat Ron mengatakan hal itu, yang artinya Ron melamarnya?


"Aku..." Mia menggigit bibir bawahnya.


"Aku tidak terima penolakan. Jika kau menolak, maka aku akan memperkoosamu sekarang juga! tapi kalau kau menerima, aku akan melakukannya setelah kita menikah." bisik asisten Ron.


"Lalu untuk apa kau bertanya kalau... eumpp" Ron kembali membungkam mulut Mia dengan bibirnya sebentar.


"Yes or No?" tanya Ron.


"Aku merasa tidak pantas untukmu Ron, kamu..."


"Yes or No!" Lagi-lagi Ron menekannya.


"Aku.. memangnya boleh?" tanya Mia dengan mata berkaca.


"Boleh apa?" tanya Ron.


"Boleh aku mencintaimu?" tanya Mia. Ron tersenyum lalu mengusak kepala Mia dengan sayang.


"Tentu saja boleh! bodoh!" jawab Ron dengan mata berkaca.


"Jadi.. kau mau menikah dengan ku? my Mia?" tanya Ron.

__ADS_1


"Yes I will." jawab Mia dengan air mata berderai.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2