
"Nduk, kamu istirahat saja. Sudah biar ibu yang lanjutkan." ucap ibunya Lamha.
"Enggak apa-apa bu, biar Lamha aja, ibu saja yang istirahat." tolak Lamha saat ibunya hendak mengambil adonan kue di hadapannya.
"Tapi nak, kamu sedang hamil. Ibu tidak mau kamu kelelahan dan berimbas terhadap kandunganmu." ucap ibunya Lamha.
"Tidak apa-apa bu, kalau sudah merasa lelah, Lamha akan istirahat. Lamha yakin anak Lamha kuat, dulu anak pertama Lamha juga kuat bu, tidak pernah rewel semasa hamil." ucap Lamha.
"Kan beda bapaknya, siapa tahu yang sekarang ini manja seperti ayahnya hehe.." ucap ibunya Lamha mencoba membahas tuan El.
"Dia tidak manja bu, hanya keras kepala." ucap Lamha. Ah, mengingat tuan El membuat Lamha rindu dan sakit hati secara bersamaan. Apa karena efek kehamilan dia merasa rindu pada pria itu? Lamha berusaha menepis perasaan rindunya. Lamha tak menampik, jika dia belum bisa melupakan sikap manis tuan El kepadanya, bagaimana tuan El menyentuhnya dengan lembut dan membuatnya merasa terbang ketika diranjang. Semua itu masih terekam jelas dikepalanya. Namun sekuat hati Lamha berusaha melupakan semua itu, sulit, tapi harus dicoba dan dipaksa.
"Kamu ingat suamimu ya nak?" tanya ibunya Lamha.
"Enggak, kenapa jadi bahas dia sih bu. Lagian dia bukan suami Lamha lagi. Kan sudah ditalak." ucap Lamha.
"Dia masih suamimu nak, Talak tak berlaku untuk wanita hamil." ucap ibunya Lamha. Lamha hanya diam tanpa menjawab lagi. Dia juga bingung harus menganggap tuan El sebagai suaminya atau tidak, yang jelas Lamha yakin tuan El sudah tak menganggap nya sebagai istri. Sebentar lagi juga surat gugatan cerai datang ke rumahnya.
"Sudahlah bu kita bahas yang lain saja." ucap Lamha.
"Iya, ya sudah ibu mau istirahat dulu. Inget kalau capek langsung istirahat jangan maksain." ucap ibunya Lamha.
__ADS_1
"Iya bu." jawab Lamha.
//
Pagi-pagi sekali Lamha sudah menitipkan kue basah buatannya diwarung-warung langganannya. Setelah itu dia berjualan keliling kampung dengan mengayuh sepeda. Dia berhenti didekat sebuah sekolahan berniat mangkal dan mencari rezeki, siapa tahu ada yang berminat dengan dagangannya, karena hari ini terbilang sepi. Hari semakin siang, saat ini jam istirahat pertama bagi anak-anak disekolah. Mereka berhamburan keluar mencari jajanan kesukaan. Alhamdulillah, kue-kue Lamha lumayan laku, ada beberapa yang dibeli oleh anak-anak itu. Lamha tetap bersyukur walau dagangannya masih tersisa hampir setengahnya. Namun saat hendak mengayuh sepedanya, ada sebuah mobil hitam mendekat kearahnya dan keluarlah seorang supir berkepala plontos dari mobil tersebut.
"Bu, kue nya masih ada?" tanya pria itu.
"Masih mas. Ini ada donat, nona manis, ongol-ongol, dan risolles ayam. mau beli yang mana?" tanya Lamha.
"Semuanya bu, saya borong." ucap pria tersebut.
"Semuanya?" tanya Lamha bengong.
"Terimakasih banyak ya pak sudah ngelarisin, semoga rasanya cocok dan tidak mengecewakan." ucap Lamha.
"Iya bu sama-sama." ucap pria tersebut. lalu setelah itu dia kembali kedalam mobil. Dari balik mobil itu didalam nya ada pria tampan tengah tersenyum menatap Lamha dari balik kaca hitam mobil tersebut.
'Oh.. cantik sekali kamu sayang.' batinnya.
//
__ADS_1
Sementara itu tuan El masih sibuk memilih jas dan pakaian yang akan dikenakan nya, hari ini dia berniat ingin menemui Lamha dikampung dan harus berpenampilan sekeren mungkin agar Lamha terkesan.
"Ron! pilih yang benar, yang mana? yang mana yang harus aku pakai?!" tanya tuan El emosi.
"Saya tidak tahu tuan, sejak tadi sudah saya pilihkan, tapi anda selalu menolak pilihan saya." ucap asisten Ron.
"Karena baju yang kamu pilihkan memang jelek-jelek Ron! selera fashionmu rendah sekali!" ucap tuan El. Ron mengumpat kesal, dia yang menyuruh memilih, tapi dia juga yang menghina pilihannya. Ron semakin dibuat pusing saat seluruh isi lemari sudah dikeluarkan dan dibiarkan menumpuk dikasur tuan El. Dasar timbangan oleng! umur saja sudah tua, fikiran masih seperti remaja yang mau ketemuan dengan pacarnya!
"Tuan, semurah apapun pakaian itu jika anda yang mengenakan nya sudah pasti akan terlihat mahal dan elegan. Karena karisma dan wibawa seorang Libra Graham tak ada yang dapat mengalahkan." ucap Ron. Sumpah Demi keteknya kutil beranak, Ron jijik sekali mengatakan semua itu, dia benar-benar terpaksa memuji pria payah tersebut karena jika tidak, sampai dragon Ball turun ke bumi pun tuan El tak akan berhenti memilih pakaian.
"Kau benar Ron! kali ini otak mu encer. Tidak sia-sia aku menggajimu dengan tinggi. Ya, pesona seorang Libra Graham tak ada yang menyaingi dan menandingi." ucap tuan El bangga. Asisten Ron merasa ingin muntah sekarang juga, tapi tetap ditahannya.
"Iya tuan" jawab asisten Ron memasang wajah datar.
"Jadi bagus yang mana Ron? jas warna silver atau yang navy?" tanya tuan El.
"Silver saja tuan." saran asisten Ron.
"Kau benar, tapi sepertinya aku akan memakai jaket saja." ucap tuan El yang langsung membuat hidung asisten Ron kembang kempis.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
Sabar ya Ron, punya bos kayak timbangan oleng emang bikin darting. Jangan lupa sediain stok obat sakit kepala buahahaha.